JawaPos.com - Persipura Jayapura mendapat kabar baik setelah Komite Banding (Komding) PSSI mengabulkan permohonan banding terkait sanksi yang dijatuhkan pasca kerusuhan dalam laga play-off promosi melawan Adhyaksa FC.
Sebelumnya, tim berjuluk Mutiara Hitam itu menerima hukuman berat berupa larangan menggelar pertandingan dengan penonton selama satu musim penuh.
Namun setelah proses banding dilakukan, Komite Banding PSSI memutuskan memberikan keringanan terhadap hukuman tersebut.
Baca Juga: Persipura Respons Hukuman Laga Kandang Tanpa Penonton Musim Depan
Dalam keputusan terbaru, sanksi tanpa penonton yang semula berlaku selama satu musim resmi dipangkas menjadi hanya satu putaran kompetisi. Selain itu, Persipura tetap dikenai denda sebesar Rp200 juta sebagai konsekuensi atas insiden yang terjadi.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi Persipura yang tengah bersiap menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Dengan format Liga 2 yang berlangsung dalam tiga putaran, hukuman tanpa penonton selama satu putaran berarti Persipura hanya akan menjalani sekitar empat hingga lima laga kandang tanpa dukungan langsung dari suporter.
Baca Juga: Persib Kejar Rekor Persipura, Maung Bandung Selangkah Lagi Cetak Sejarah Liga Indonesia
Setelah menjalani masa hukuman tersebut, stadion Persipura tidak langsung dibuka sepenuhnya. Pada putaran kedua, Komite Banding PSSI menetapkan penutupan tribun di sektor utara dan selatan sebagai bagian dari sanksi lanjutan yang tetap harus dijalankan oleh klub asal Papua tersebut.
Komite Banding PSSI menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan merupakan tindakan yang mencoreng citra sepak bola Indonesia.
Karena itu, hukuman tetap diberikan sebagai bentuk penegakan disiplin dan tanggung jawab penyelenggara pertandingan.
Meski demikian, terdapat sejumlah pertimbangan yang membuat Komding memberikan keringanan kepada Persipura. Salah satunya adalah fakta bahwa pertandingan berjalan dengan aman dan lancar selama 90 menit waktu normal.
Kericuhan baru terjadi setelah laga berakhir, sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam proses banding.
Keputusan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh klub dan suporter di Indonesia agar menjaga keamanan serta ketertiban selama maupun setelah pertandingan berlangsung.
PSSI juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu jalannya kompetisi akan tetap mendapatkan perhatian serius.
Bagi Persipura, pengurangan hukuman ini menjadi kesempatan untuk segera bangkit dan fokus menghadapi persaingan Liga 2.
Dukungan suporter memang belum bisa kembali sepenuhnya dalam waktu dekat, namun setidaknya klub kini memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan atmosfer kandang yang kembali hidup pada fase berikutnya musim ini.