JawaPos.com — Persebaya Surabaya menutup Super League 2025/2026 dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026). Hasil itu memastikan Green Force finis di peringkat empat klasemen akhir dengan 58 poin, sekaligus mendongkrak harga pasaran empat pemain lokal mereka secara signifikan.
Musim impresif Persebaya Surabaya ternyata tidak hanya berdampak pada posisi klasemen. Performa konsisten para pemain muda dan lokal membuat nilai pasar mereka melonjak tajam usai kompetisi berakhir.
Mengapa Harga Pasaran Pemain Lokal Persebaya Surabaya Naik Drastis?
Kenaikan harga pasaran pemain lokal Persebaya Surabaya tidak lepas dari kontribusi besar mereka sepanjang musim.
Konsistensi performa, menit bermain tinggi, hingga keberhasilan membawa tim finis di papan atas menjadi faktor utama peningkatan nilai tersebut.
Arief Catur Pamungkas menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di antara empat nama yang mengalami lonjakan.
Bek kanan berusia 26 tahun itu mengalami kenaikan dari Rp 3,48 miliar menjadi Rp 3,91 miliar setelah tampil impresif sepanjang musim.
Selain Catur, Toni Firmansyah juga mengalami peningkatan signifikan. Gelandang tengah berusia 21 tahun itu kini memiliki harga pasaran Rp 2,61 miliar setelah sebelumnya berada di angka Rp 2,17 miliar.
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Sadida Putra. Gelandang bertahan muda itu mengalami lonjakan drastis dari Rp 434,54 juta menjadi Rp 1,30 miliar usai mendapat kepercayaan tampil reguler musim ini.
Sementara itu, Dimas Wicaksono juga menikmati kenaikan dua kali lipat. Sayap kanan berusia 18 tahun tersebut kini memiliki nilai pasar Rp 869,08 juta dari sebelumnya Rp 434,54 juta.
Kenaikan harga pasaran ini menunjukkan Persebaya Surabaya mulai berhasil membangun fondasi skuad lokal yang kompetitif.
Para pemain muda mampu berkembang pesat karena mendapat kesempatan bermain secara konsisten di level tertinggi.
Arief Catur Jadi Simbol Kebangkitan Pemain Lokal
Arief Catur Pamungkas menjadi salah satu pemain lokal paling bersinar di Persebaya Surabaya musim ini.
Baca Juga: Bukan ke Persebaya Surabaya! Zanadin Fariz Malah Makin Dekat ke Persik Kediri
Penampilannya yang stabil di sektor kanan pertahanan membuat operator kompetisi I.League memasukkan namanya ke dalam Best XI Super League 2025/2026.
Sepanjang musim, pemain asal Mojokerto tersebut tampil penuh determinasi. Ia tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan melalui overlap dan umpan-umpan akurat dari sisi kanan.
Catur mencatatkan 32 penampilan sepanjang musim dan hanya dua kali absen akibat akumulasi kartu kuning. Statistik itu menunjukkan betapa penting perannya dalam skema permainan Persebaya Surabaya musim ini.
Baca Juga: Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Dari sisi defensif, performa Catur juga sangat menonjol. Ia membukukan 64 tekel, 96 intersep, dan 63 sapuan yang membuatnya menjadi salah satu bek kanan terbaik di Super League 2025/2026.
Kontribusi menyerangnya pun tidak bisa diabaikan. Pemain jebolan kompetisi internal Surabaya Anak Bangsa itu sukses mencetak dua gol dan empat assist sepanjang musim.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa masuk dalam Best XI musim ini. Tentunya ini menjadi motivasi besar buat saya untuk terus berkembang,” ujar Catur.
Pengakuan tersebut menjadi bukti kerja keras Catur selama satu musim penuh. Dari pemain lokal binaan kompetisi internal, kini ia menjelma menjadi salah satu aset paling berharga milik Persebaya Surabaya.
Dukungan Tim Jadi Kunci Perkembangan Catur
Arief Catur menegaskan pencapaian individu yang diraihnya tidak lepas dari kontribusi seluruh tim. Ia merasa penghargaan Best XI lahir dari kerja keras bersama sepanjang musim kompetisi.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tapi juga untuk seluruh tim yang sudah bekerja keras sepanjang musim,” jelasnya.
Catur juga mengakui dukungan rekan setim dan staf pelatih sangat berpengaruh terhadap perkembangan performanya musim ini. Lingkungan tim yang positif membuatnya semakin percaya diri saat tampil di lapangan.
“Peran teman-teman dan staf pelatih sangat besar dalam perkembangan saya musim ini. Mereka selalu mendukung, memberikan masukan, dan membantu saya tampil lebih percaya diri di setiap pertandingan,” tambahnya.
Bek kanan andalan Persebaya Surabaya itu mengaku banyak belajar sepanjang musim. Tidak hanya soal taktik dan teknik bermain, tetapi juga mentalitas untuk tampil konsisten di kompetisi yang ketat.
Performa apik Catur menjadi gambaran suksesnya pembinaan pemain lokal di Persebaya Surabaya. Klub mulai mampu melahirkan pemain yang tidak hanya tampil reguler, tetapi juga memiliki nilai pasar tinggi.
Persebaya Surabaya Punya Modal Besar untuk Musim Depan
Finis di posisi empat klasemen menjadi pencapaian penting bagi Persebaya Surabaya musim ini. Selain sukses di papan atas, mereka juga memiliki keuntungan dari meningkatnya kualitas dan nilai pasar pemain muda lokal.
Kehadiran pemain seperti Arief Catur, Toni Firmansyah, Sadida Putra, hingga Dimas Wicaksono membuat masa depan Green Force terlihat menjanjikan.
Mereka menjadi fondasi penting untuk membangun skuad yang lebih kompetitif musim depan.
Catur sendiri menegaskan dirinya tidak ingin cepat puas dengan pencapaian musim ini. Ia ingin terus berkembang dan membantu Persebaya Surabaya meraih hasil yang lebih baik pada musim mendatang.
“Saya ingin terus meningkatkan kemampuan dan konsistensi permainan. Saya juga ingin bekerja lebih keras agar bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi untuk Persebaya musim depan dan membantu tim meraih hasil maksimal,” tandasnya.
Lonjakan harga pasaran empat pemain lokal ini menjadi sinyal positif bagi Persebaya Surabaya. Klub tidak hanya sukses secara prestasi, tetapi juga berhasil meningkatkan nilai aset pemain melalui performa di lapangan.