← Beranda
Terkuak! 15 Faktor Ini Bikin Harga Pasaran Thom Haye Anjlok Meski Persib Bandung Juara Super League 2025/2026
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 28 Mei 2026 | 23.27 WIB
Thom Haye tetap menjadi pemain dengan harga pasaran tertinggi di Super League 20252026 meski nilai market value terbaru dari Transfermarkt mengalami penurunan. (Instagram @thomhaye)

 

JawaPos.com — Gelandang Thom Haye tetap menjadi pemain termahal di Super League 2025/2026 meski harga pasarannya turun menjadi Rp 15,64 miliar setelah pembaruan terbaru Transfermarkt. Penurunan itu memicu kejutan besar karena Thom Haye baru saja membawa Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026 dan masuk jajaran pemain terbaik kompetisi.

Transfermarkt merilis pembaruan nilai pasar pemain usai kompetisi berakhir melalui akun Instagram resminya.

Dalam daftar terbaru, Thom Haye masih berada di posisi pertama pemain dengan market value tertinggi di liga Indonesia meski status nilainya berubah menjadi turun.

“Berikut adalah deretan Pemain Paling Berharga di BRI Super League setelah pembaharuan kemarin!” tulis Transfermarkt di kanal Instagram resmi mereka.

“Akankah ada nama besar yang akan masuk di antara mereka pada bursa transfer kali ini?”

Di bawah Thom Haye terdapat pemain Borneo FC yakni Mariano Peralta dengan nilai Rp 13,04 miliar dan J. Felipe Villa Rp 11,30 miliar. Sementara bek Persija Jakarta Rizky Ridho tetap bertahan di angka Rp 11,30 miliar.

Baca Juga: Saddil Ramdani Seret Nama Adam Alis Usai Ukir Sejarah Bersama Persib Bandung

Kenapa Harga Pasaran Thom Haye Bisa Turun?

Penurunan market value Thom Haye ternyata tidak semata-mata ditentukan gelar juara atau performa di lapangan.

Transfermarkt menjelaskan nilai pasar pemain dihitung berdasarkan banyak faktor yang berkaitan dengan kondisi individu, pasar transfer, hingga situasi finansial klub dan liga.

Dalam penjelasan resminya, Transfermarkt menegaskan market value bukan prediksi harga transfer mutlak.

Mereka memakai kombinasi diskusi komunitas dan penilaian berbagai parameter untuk menentukan estimasi nilai seorang pemain di pasar bebas.

“Transfermarkt tidak menggunakan algoritma, melainkan mengandalkan kebijaksanaan komunitas,” tulis penjelasan resmi mereka. Artinya, harga pasaran bisa berubah meski seorang pemain sukses membawa klub menjadi juara.

Ada 15 faktor utama yang memengaruhi harga pasaran Thom Haye hingga akhirnya turun pada update terbaru kali ini. Faktor pertama adalah prospek masa depan pemain yang selalu jadi pertimbangan penting dalam market value.

Faktor kedua ialah usia pemain yang sangat memengaruhi nilai investasi jangka panjang klub. Thom Haye kini memasuki usia matang sehingga potensi kenaikan nilai dinilai lebih terbatas dibanding pemain muda.

Faktor ketiga adalah performa di klub dan tim nasional. Meski tampil bagus bersama Persib Bandung, penilaian Transfermarkt juga memperhitungkan konsistensi performa secara keseluruhan sepanjang musim.

Faktor keempat menyangkut level dan status liga dari sisi olahraga maupun finansial. Kompetisi Super League Indonesia masih memiliki valuasi lebih rendah dibanding liga top Asia atau Eropa sehingga memengaruhi nilai pemain.

Faktor kelima ialah reputasi dan prestise pemain di level internasional. Nama besar tetap penting dalam menentukan demand pasar terhadap seorang pesepak bola profesional.

Baca Juga: Diungkap Jurnalis Italia, Bintang Persib Bandung Federico Barba Dibidik 2 Klub Yunani

Faktor Potensi dan Tren Pasar Ikut Berpengaruh

Transfermarkt juga memasukkan potensi perkembangan pemain sebagai faktor keenam dalam penilaian market value. Pemain yang dinilai masih bisa berkembang drastis biasanya memiliki nilai lebih tinggi.

Faktor ketujuh adalah karakteristik khusus liga tempat pemain berkarier. Setiap kompetisi punya kondisi pasar berbeda sehingga metode valuasinya tidak selalu sama.

Faktor kedelapan berupa nilai marketing pemain di luar lapangan. Popularitas, daya tarik sponsor, hingga pengaruh di media sosial bisa ikut mengerek atau menurunkan harga pasaran.

Faktor kesembilan ialah jumlah serta reputasi klub yang tertarik merekrut pemain tersebut. Jika peminat dari klub besar menurun, market value otomatis bisa ikut terkoreksi.

Faktor kesepuluh adalah potensi performa yang diproyeksikan ke depan. Transfermarkt tidak hanya melihat pencapaian saat ini, tetapi juga kemungkinan performa pemain dalam beberapa musim mendatang.

Faktor kesebelas berupa tingkat pengalaman pemain. Pengalaman memang penting, tetapi pada kondisi tertentu usia dan pengalaman tinggi justru membuat klub berhitung lebih hati-hati soal investasi jangka panjang.

Faktor kedua belas adalah kerentanan cedera pemain sepanjang karier. Riwayat cedera selalu menjadi aspek penting karena berkaitan langsung dengan risiko finansial klub.

Netizen pun langsung mempertanyakan turunnya harga pasaran Thom Haye. Salah satu komentar yang ramai dibahas menyebut keberhasilan membawa Persib Bandung juara seharusnya cukup membuat nilainya naik.

“MV berdasarkan apa dah? Haye juara + best xi liga kok bisa turun,” tulis seorang netizen di media sosial.

Baca Juga: Persib Bandung Cetak Rekor Baru Liga Indonesia! Beckham Putra Ungkap Kunci Kesuksesan

Situasi Finansial Klub dan Kondisi Pasar Jadi Penentu

Faktor ketiga belas adalah kondisi finansial klub dan liga tempat pemain berkompetisi. Situasi ekonomi sepak bola global ikut memengaruhi keberanian klub dalam mengeluarkan dana transfer besar.

Faktor keempat belas berkaitan dengan tren umum pasar transfer dunia. Saat pasar sedang melambat, nilai pemain di berbagai liga juga bisa ikut turun meski performanya bagus.

Faktor kelima belas adalah perkembangan umum biaya transfer global termasuk dampak faktor eksternal seperti pandemi dan kondisi ekonomi internasional.

Transfermarkt menyebut aspek eksternal dapat memengaruhi valuasi pemain dalam jangka menengah.

Selain 15 faktor utama tadi, Transfermarkt juga mempertimbangkan banyak detail lain dalam transaksi pemain. Mulai klausul pelepasan, durasi kontrak, bonus transfer, hak jual kembali, hingga tekanan finansial klub.

Situasi individual pemain juga menjadi perhatian besar dalam penilaian market value. Misalnya keinginan pindah klub, gaji tinggi, atau klub yang memang ingin menjual pemain.

Transfermarkt bahkan menegaskan pemain dengan kontrak habis sebenarnya memiliki nilai transfer nol, tetapi market value tetap dihitung secara independen.

Karena itu, harga pasaran tidak selalu identik dengan biaya transfer nyata di lapangan.

Baca Juga: Maxwell Souza Dilaporkan Batal ke Persib, Duet dengan Mariano Peralta di Persija Jakarta?

Thom Haye Tetap Jadi Raja Market Value Super League

Meski mengalami penurunan nilai pasar, Thom Haye tetap menjadi pemain termahal di Super League 2025/2026.

Nilainya masih unggul dibanding pemain-pemain top lain seperti Mariano Peralta, Rizky Ridho, hingga Eliano Reijnders.

Kondisi ini menunjukkan market value bukan sekadar ukuran prestasi satu musim saja. Banyak aspek teknis, bisnis, usia, hingga tren pasar global yang akhirnya menentukan naik turunnya harga seorang pemain.

Bagi Persib Bandung, keberadaan Thom Haye tetap menjadi aset penting untuk mempertahankan dominasi musim depan.

Apalagi gelandang naturalisasi itu masih menjadi motor permainan sekaligus figur sentral dalam keberhasilan tim meraih gelar juara.

EDITOR: Banu Adikara