← Beranda
Idul Adha 1447 H, PSIS Semarang Salurkan Kurban ke Masjid Agung Jawa Tengah, Panser Biru dan Snex
Andre Rizal HanafiKamis, 28 Mei 2026 | 21.11 WIB
Proses penyerahan hewan kurban ke pihak Panser Biru. (PSIS)

 

JawaPos.com - Manajemen PSIS Semarang memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat dan kelompok suporternya.

Pada Rabu (27/5/2026), PSIS menyerahkan sejumlah hewan kurban kepada Masjid Agung Jawa Tengah, masjid Islamic Center, serta dua kelompok suporternya, Panser Biru dan Snex.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PSIS Semarang dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan dengan para pendukung setia tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

Baca Juga: Intip Peluang Bursa Transfer PSIS Semarang Musim Depan! Kumpulkan Bintang Persebaya Surabaya demi Promosi?

Melalui unggahan di akun Instagram resmi @psisofficial, manajemen PSIS menyampaikan rasa syukur karena kembali dapat menyalurkan amanah kurban pada tahun ini.

“Dengan penuh rasa syukur manajemen PSIS Semarang menyerahkan hewan kurban kepada masjid Islamic Center, Masjid Agung Jawa Tengah dan melalui rekan suporter Panser Biru dan Snex. Alhamdulillah amanah kurban tahun ini kami serahkan, semoga setiap langkah kebaikan menjadi berkah dan mempererat tali kebersamaan,” tulis PSIS dalam unggahan tersebut.

Penyaluran hewan kurban ini mendapat respons positif dari suporter maupun masyarakat. Banyak pendukung PSIS yang mengapresiasi langkah klub karena tidak hanya fokus pada aktivitas sepak bola, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Baca Juga: Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah

Kehadiran Panser Biru dan Snex dalam kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuatnya hubungan antara klub dan suporternya.

Selama ini, kedua kelompok suporter tersebut dikenal selalu memberikan dukungan penuh kepada PSIS, baik saat bertanding di kandang maupun tandang.

Momentum Idul Adha pun dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi antara manajemen klub, suporter, dan masyarakat sekitar. Selain menjadi ibadah, kurban juga dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama.

Langkah PSIS Semarang ini sekaligus menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga memiliki peran dalam membangun nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.

Di tengah persiapan menghadapi kompetisi musim depan, kegiatan sosial seperti ini menjadi bukti bahwa PSIS tetap menjaga kedekatan dengan para pendukungnya.

Harapannya, hubungan harmonis antara klub, suporter, dan masyarakat bisa terus terjalin dengan baik ke depannya.

EDITOR: Edi Yulianto