← Beranda
Persija Jadi Tim Paling Agresif di BRI Super League 2025/26
Andre Rizal HanafiRabu, 27 Mei 2026 | 14.57 WIB
Jean Mota di laga Persija Jakarta vs Persis Solo pada pertandingan Super League 2025/2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (27/4). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Persija Jakarta menutup BRI Super League 2025/26 dengan catatan statistik menyerang yang cukup menonjol. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu menjadi klub dengan jumlah tembakan ke gawang terbanyak sepanjang musim, yakni 213 shots on target dari total 536 percobaan.

Angka tersebut menempatkan Persija sebagai salah satu tim paling agresif di kompetisi musim ini. Tidak hanya aktif menciptakan peluang, Persija juga tampil produktif dengan mencetak 65 gol.

Torehan itu membuat mereka menjadi tim tersubur ketiga di liga, hanya kalah dari Malut United FC yang mencetak 68 gol dan Borneo FC Samarinda dengan 74 gol. Di bawah arahan Mauricio Souza, Persija memang dikenal tampil dominan dalam penguasaan bola dan berani bermain menyerang.

Baca Juga: Risto Mitrevski Tegaskan Ambisi Besar Bersama Persebaya di Liga 1 Musim Depan

Dalam banyak pertandingan, mereka mampu mengontrol jalannya laga serta terus menekan pertahanan lawan. Meski begitu, dominasi tersebut tidak selalu berakhir manis. Ada beberapa pertandingan ketika Persija gagal mencetak gol meski menguasai permainan.

Situasi itu terjadi saat menghadapi PSM Makassar, Semen Padang FC, Persib Bandung, dan Arema FC. Dalam laga-laga tersebut, Persija tetap mendominasi penguasaan bola tetapi kesulitan menyelesaikan peluang menjadi gol.

Hal itu sempat memunculkan anggapan bahwa pola permainan Persija mulai mudah dibaca lawan. Namun Mauricio Souza tidak sepakat dengan penilaian tersebut.

Baca Juga: Paul Munster Pastikan Bertahan di Bhayangkara FC, Siapkan Tim Lebih Kuat Musim Depan

Menurut pelatih asal Brasil itu, data statistik justru menunjukkan bahwa Persija tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya dalam urusan menyerang.

”Jika lawan bisa membaca permainan kami, kami tidak akan menjadi tim dengan jumlah shots on goal terbanyak di musim ini. Kami juga menjadi tim dengan expected goals tertinggi,” ujar Mauricio.

Dia menilai statistik tersebut menjadi bukti bahwa sistem permainan Persija berjalan dengan baik. Banyaknya peluang yang tercipta menunjukkan timnya mampu menjalankan skema permainan sesuai rencana.

Mauricio juga menegaskan bahwa dirinya lebih fokus pada performa tim di lapangan dibanding hanya melihat hasil akhir. Menurut dia, dalam sebagian besar pertandingan musim ini, para pemain mampu menjalankan instruksi yang diberikan saat latihan.

”Saya tidak mau mencari alasan, tapi tim saya harus bermain sesuai apa yang dilatih. Dalam 90 persen pertandingan, kami bermain seperti yang kami latih,” kata Mauricio Souza.

Meski belum berhasil meraih gelar juara, performa Persija musim ini tetap memperlihatkan perkembangan positif. Dengan identitas permainan menyerang yang semakin kuat, Macan Kemayoran dinilai memiliki modal yang cukup baik untuk menghadapi musim depan.

Baca Juga: Gagal Juara, Nadeo Sebut Borneo FC Tetap Jadi Tim Paling Superior Musim Ini

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah