JawaPos.com - Persebaya Surabaya berpotensi kehilangan empat pemain jelang bursa transfer musim 2026/2027, mulai dari Andhika Ramadhani, Koko Ari, Oktafianus Fernando, hingga Riyan Ardiansyah. Situasi ini mengemuka setelah beredarnya momen emosional Andhika Ramadhani bersama Ernando Ari serta rumor beberapa nama lain tak masuk skema tim musim depan.
Bursa transfer belum resmi dibuka, tetapi pergerakan internal Persebaya Surabaya mulai memunculkan banyak tanda tanya. Sejumlah pemain yang musim ini menjadi pelapis hingga andalan perlahan dikaitkan dengan pintu keluar klub.
Mengapa Andhika Ramadhani Paling Dekat dengan Pintu Keluar?
Andhika Ramadhani menjadi nama yang paling santer dikabarkan hengkang dari Persebaya Surabaya usai video emosionalnya bersama Ernando Ari viral di media sosial. Dalam video yang diunggah ulang akun Instagram @infopsby pada Minggu (24/5), keduanya terlihat menangis dan berpelukan setelah laga terakhir musim ini.
Baca Juga: Budiarsa Sastrawinata Ketum Baru APLGI, Lanjutkan Sukses Sebelumnya
Caption unggahan tersebut semakin memperkuat sinyal perpisahan dari kiper asli Surabaya itu.
”Terima kasih & good luck! @cakdhik. Pemain yang tidak banyak drama, hasil binaan sendiri, berjuang dari tim internal sampai akhirnya debut bersama tim yang diimpikannya sejak lama,” tulis akun tersebut.
Rumor kepindahan Andhika Ramadhani mengarah ke Persik Kediri. Akun X @BaadilaOscar bahkan menyebut musim 2025/2026 menjadi musim terakhir sang kiper bersama Persebaya Surabaya.
Baca Juga: West Ham Degradasi, Nuno Espirito Santo Terancam Dipecat dan Gagal Raih Bonus Rp 170 Miliar
”Dapat info bahwa musim ini adalah musim terakhir Andhika bersama Persebaya. Kabarnya akan menuju Persik musim depan. Tinggal nunggu jawaban dari Andhika terkait rumor ini,” tulis akun tersebut.
Andhika Ramadhani memang berada di momen krusial dalam karirnya karena kontraknya habis pada 30 Juni 2026. Kondisi itu membuat pemain dengan nilai pasar Rp 3,04 miliar berpeluang didapat klub lain secara gratis.
Musim ini, Andhika Ramadhani tampil cukup solid ketika menggantikan Ernando Ari yang cedera. Dari total 11 pertandingan, dia mencatat 7 clean sheet, hanya kebobolan 8 gol, serta membantu Persebaya Surabaya meraih 5 kemenangan dalam 8 laga terakhir.
Kiper kelahiran Surabaya, 5 Januari 1999 itu juga dikenal sebagai pemain loyal hasil binaan akademi sendiri. Dia memulai perjalanan dari Persebaya U-20 sebelum promosi ke tim senior pada 26 September 2020.
Koko Ari dan Oktafianus Fernando Tak Masuk Skema?
Rumor berikutnya datang dari dua pemain lama Persebaya Surabaya, yakni Koko Ari dan Oktafianus Fernando. Keduanya disebut tak lagi masuk skema pelatih untuk kompetisi musim depan.
Informasi tersebut diungkap akun Instagram @infopsby pada Senin (25/5). Dalam unggahan itu disebutkan Koko Ari berpotensi dipinjamkan ke klub lain, sedangkan Oktafianus Fernando berpeluang dilepas permanen.
Baca Juga: Mbappe Kirim Pesan Emosional untuk Arbeloa usai Tinggalkan Bangku Pelatih Real Madrid
”Outt? Koko Ari & Opan dikabarkan tidak masuk skema pelatih untuk musim depan. untuk Riyan ada kemungkinan dipermanenkan manajemen, tetapi sepertinya Malut United enggan melepas sang pemain. Sebenarnya Koko Ari masih ada kontrak kemungkinan bisa di-loan ke tim lain, manajemen Persebaya juga sudah mendapatkan tanda tangan Syahrul Lasinari eks psm makassar untuk musim depan! Piye menurutmu rek?” tulis akun tersebut.
Koko Ari sebenarnya masih memiliki kontrak panjang hingga 31 Mei 2028. Namun, bek kanan asli Surabaya itu kesulitan mendapatkan menit bermain setelah mengalami cedera cruciate ligament di awal musim.
Cedera tersebut membuat Koko Ari absen hingga 12 pertandingan. Setelah pulih, dia juga lebih sering menghuni bangku cadangan dan hanya tampil dalam 15 pertandingan sepanjang Super League 2025-2026.
Baca Juga: Alfeandra Dewangga Akui Kurang Berbuat Banyak meski Bawa Persib Bandung Juara Super League
Bek berusia 26 tahun dengan nilai pasar Rp 2,16 miliar itu hanya mencatat 485 menit bermain dan mengoleksi 3 kartu kuning. Situasi itu membuat opsi peminjaman dinilai paling realistis agar menit bermainnya kembali meningkat.
Sementara itu, Oktafianus Fernando menjalani musim yang jauh lebih berat. Kakak kandung Marselino Ferdinan tersebut praktis menjadi cadangan mati karena hanya tampil dalam 3 pertandingan dengan total 5 menit bermain sepanjang musim.
Pemain sayap berusia 32 tahun itu sebenarnya didatangkan Persebaya Surabaya pada 27 November 2023 dengan harapan menambah pengalaman di lini depan. Namun persaingan ketat membuat kontribusinya sangat minim musim ini.
Baca Juga: SAFF Cup 2026 Terancam Ditunda, Timnas India Pilih Tampil di ASEAN Cup Bersamaan FIFA Matchday
Saat ini nilai pasar Oktafianus Fernando berada di angka Rp 869,08 juta. Sebelum memperkuat Persebaya Surabaya, dia sempat membela Persipal Palu, PSIS Semarang, hingga Persita Tangerang.
Status Riyan Ardiansyah Masih Menggantung
Nasib berbeda dialami Riyan Ardiansyah yang justru tampil cukup menjanjikan sejak datang sebagai pemain pinjaman. Namun peluangnya bertahan di Persebaya Surabaya masih terganjal keputusan klub asalnya, Malut United.
Dalam unggahan yang sama, akun @infopsby menyebut manajemen Persebaya Surabaya sebenarnya ingin mempermanenkan Riyan Ardiansyah. Hanya saja, Malut United disebut enggan melepas pemain tersebut.
Riyan Ardiansyah bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 5 Februari 2026. Masa peminjamannya akan berakhir pada 31 Mei 2026 atau hanya beberapa hari lagi.
Meski datang di tengah musim, pemain asal Pati, Jawa Tengah itu mampu memberi dampak cukup positif di sektor sayap. Dari 11 pertandingan, Riyan Ardiansyah mencatat 1 gol, 1 assist, serta 514 menit bermain.
Pemain berusia 30 tahun dengan nilai pasar Rp 1,74 miliar itu juga dikenal fleksibel dalam membantu serangan maupun transisi bertahan. Tidak heran jika banyak Bonek berharap manajemen bisa mempertahankannya untuk musim depan.
Persebaya Surabaya Mulai Susun Wajah Baru
Rumor keluarnya beberapa pemain ini mengindikasikan Persebaya Surabaya mulai menyusun ulang komposisi skuad untuk musim 2026/2027. Apalagi manajemen disebut sudah mengamankan tanda tangan eks pemain PSM Makassar, Syahrul Lasinari.
Baca Juga: Pelatih Borneo FC Keluhkan Aturan Liga, Gelandang Persib Beri Balasan Menohok di Media Sosial
Perubahan komposisi pemain tampaknya menjadi bagian dari evaluasi usai Persebaya Surabaya finis di papan atas musim ini. Pelatih diyakini ingin membentuk skuad yang lebih kompetitif dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.
Situasi ini juga membuat bursa transfer Persebaya Surabaya diprediksi bakal sangat sibuk dalam beberapa pekan ke depan. Selain potensi transfer out, Green Force juga terus dikaitkan dengan sejumlah nama baru untuk memperkuat kedalaman skuad.