JawaPos.com - Perdebatan soal aturan penentuan juara kembali ramai dibahas setelah komentar gelandang Timnas Indonesia Thom Haye viral di media sosial. Pemain yang kini menjadi bagian penting skuad Garuda itu ikut menanggapi diskusi mengenai penggunaan aturan head to head dibanding selisih gol dalam menentukan posisi klasemen.
Diskusi bermula dari komentar pelatih Fabio Lafundes melalui akun media sosial pribadi. Fabio menyayangkan kegagalan timnya meraih gelar karena aturan head to head. Menurut dia, jika melihat statistik sepanjang musim, performa Borneo FC dinilai lebih unggul dibanding tim lain.
”Sayang sekali gelar juara karena aturan head to head, padahal jika bicara data statistik performa Borneo FC jauh unggul dari siapapun,” tulis Fabio dalam unggahannya.
Baca Juga: FC Como Lolos ke Liga Champions: Perjalanan 7 Tahun dari Serie D hingga Panggung Eropa
Komentar tersebut kemudian mendapat balasan dari Thom Haye. Dengan kalimat singkat, pemain berusia 31 tahun itu memberikan pandangan mengenai pentingnya aturan head to head dalam kompetisi liga.
”Mungkin aturan itu ada untuk melindungi juara sejati dari hasil seperti pertandingan terakhir,” tulis Thom Haye dalam kolom komentar.
Komentar tersebut langsung menarik perhatian banyak suporter sepak bola Indonesia. Tidak sedikit yang menilai pernyataan Thom Haye menyindir potensi pertandingan yang kurang kompetitif di pekan terakhir jika penentuan juara hanya berdasar selisih gol.
Sejak musim 2017, kompetisi Liga Indonesia menggunakan aturan head to head sebagai penentu posisi klasemen ketika dua tim memiliki jumlah poin yang sama. Aturan itu diterapkan untuk membuat setiap pertemuan antar tim pesaing menjadi laga penting sepanjang musim.
Dengan sistem head to head, setiap pertandingan dianggap seperti final karena hasil pertemuan langsung memiliki pengaruh besar dalam perebutan posisi klasemen. Sementara jika menggunakan selisih gol, situasi di pekan terakhir dinilai lebih rawan karena ada kemungkinan tim yang sudah tidak memiliki kepentingan tampil kurang maksimal.
Hal itulah yang diyakini menjadi salah satu alasan operator liga tetap mempertahankan aturan tersebut hingga sekarang. Selain menjaga persaingan tetap kompetitif, sistem head to head juga dianggap membuat perebutan gelar lebih ditentukan lewat duel langsung antar kandidat juara.
Perdebatan soal aturan klasemen memang hampir selalu muncul setiap musim. Namun komentar singkat Thom Haye kali ini kembali membuka diskusi menarik tentang bagaimana sebuah liga menentukan siapa yang paling layak menjadi juara.