JawaPos.com – Persib Bandung memang hanya meraih hasil imbang tanpa gol dalam laga terakhir melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, kemarin (23/5) sore.
Namun, hasil itu sudah cukup mengantarkan Maung Bandung mencatat sejarah hat-trick juara kasta tertinggi Liga Indonesia. Meski pada saat yang sama Borneo FC menang 7-1 atas Malut United dan kedua tim memiliki poin yang sama, Maung Bandung berhak menjadi juara karena unggul *head-to-head* atas Borneo.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengatakan sangat puas dengan torehan gelar musim ini. “Karena gelar juara ini lebih sulit daripada musim lalu. Apalagi, semua tahu kalau kami banyak mengganti pemain, tetapi karakter permainan masih tetap ada,” ujar pelatih asal Kroasia itu.
Pada awal musim ini, Persib memang melepas banyak pemain bintangnya. Sebut saja David da Silva dan Ciro Alves yang pindah ke Malut United.
Meski begitu, Bojan menyebut ada satu rahasia yang membuat Maung Bandung mampu menjadi juara, yakni lini pertahanan. “Saya pikir, pertahanan memberikan kami gelar juara musim ini,” ucapnya.
Musim ini, Maung Bandung menjadi tim yang paling sedikit kebobolan. Total, Persib hanya kebobolan 22 gol dari 34 laga.
“Kami memang menciptakan peluang. Kami tidak mencetak gol, tetapi pada akhirnya pertahanan selalu menjadi bagian terbaik dalam permainan kami,” tegas mantan pelatih PSM Makassar itu.