← Beranda
Mantan Wonderkid Persebaya Surabaya Gondol Gol Terbaik! Ini Daftar Lengkap Penghargaan Super League 2025/2026
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 24 Mei 2026 | 14.52 WIB
Muhammad Iqbal, mantan wonderkid Persebaya Surabaya, meraih penghargaan gol terbaik Super League 2025/2026 lewat gol salto spektakuler bersama PSIM Yogyakarta. (PSIM)

 

JawaPos.com — Kompetisi Super League 2025/2026 resmi berakhir usai seluruh pertandingan pekan ke-34 rampung digelar pada Sabtu (23/5/2026). Persib Bandung sukses mengunci gelar juara ketiga beruntun, sementara mantan wonderkid Persebaya Surabaya, Muhammad Iqbal, mencuri perhatian lewat penghargaan gol terbaik musim ini.

Persib Bandung memastikan diri finis di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin dari 34 pertandingan. Raihan itu didapat setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Borneo FC Samarinda sebenarnya mengoleksi poin identik dengan Persib Bandung. Namun, Pesut Etam harus puas menjadi runner up karena kalah head to head dalam perebutan gelar juara musim ini.

Selain penyerahan trofi juara, operator kompetisi I.League juga mengumumkan sederet penghargaan individu dan tim terbaik sepanjang musim.

Mulai dari pemain terbaik, pelatih terbaik, hingga gol terbaik menjadi sorotan publik sepak bola nasional.

Baca Juga: Pelukan Hangat Ernando Ari dan Andhika Ramadhani, Kode Perpisahan Kiper Andalan Persebaya Surabaya?

Mariano Peralta Jadi Pemain Terbaik Musim Ini

Penghargaan pemain terbaik atau Best Player jatuh kepada gelandang serang Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta. Pemain asal Argentina itu tampil luar biasa sepanjang musim dan menjadi motor serangan utama Pesut Etam.

Mariano Peralta mencatat 34 penampilan penuh musim ini dengan torehan 20 gol dan 14 assists. Statistik tersebut membuat kontribusinya menjadi salah satu yang paling komplet di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim ini.

Dominasi Borneo FC Samarinda juga terlihat dari penghargaan kiper terbaik yang diraih Nadeo Argawinata. Penjaga gawang Timnas Indonesia itu tampil konsisten dan sulit tergantikan sepanjang musim.

Nadeo mencatat 34 penampilan dengan total 130 penyelamatan penting. Selain itu, kiper berusia 29 tahun tersebut sukses membukukan 12 clean sheets untuk membantu Pesut Etam bersaing di jalur juara hingga pekan terakhir.

Baca Juga: Susunan 11 Pemain Terbaik Super League 2025/2026: Persib dan Borneo Sumbang Tiga Pemain

Dony Tri dan Bojan Hodak Ikut Bersinar

Untuk kategori pemain muda terbaik atau Best Young Player, penghargaan diberikan kepada pemain Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas. Pemain berusia 21 tahun itu tampil matang bersama Macan Kemayoran musim ini.

Dony Tri dipercaya tampil dalam 26 pertandingan dan menyumbang satu gol untuk Persija Jakarta. Konsistensinya di usia muda membuatnya menjadi salah satu talenta paling menonjol di Super League 2025/2026.

Sementara itu, penghargaan pelatih terbaik atau Best Coach menjadi milik pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Juru taktik asal Kroasia itu kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih elite di Indonesia.

Bojan Hodak sukses membawa Persib Bandung meraih gelar juara dengan catatan hanya tiga kekalahan dari total 34 pertandingan. Stabilitas permainan Maung Bandung menjadi pembeda utama sepanjang musim ini.

Tidak hanya dominan secara hasil, Persib Bandung juga tampil konsisten di semua lini. Strategi Bojan Hodak membuat Persib Bandung tetap kuat meski menghadapi jadwal padat dan tekanan besar di papan atas.

Baca Juga: Bismillah 2027! Kaos Bernardo Tavares Bakar Harapan Besar Bonek, Markas Persebaya Surabaya Bergetar Penuh Harapan Baru

Mantan Wonderkid Persebaya Surabaya Raih Best Goal

Sorotan menarik datang dari kategori Best Goal yang berhasil dimenangkan pemain PSIM Yogyakarta, Muhammad Iqbal. Gol salto spektakulernya saat menghadapi Madura United FC terpilih sebagai gol terbaik musim ini.

Gol indah tersebut tercipta pada pekan ke-33 ketika PSIM Yogyakarta menang 2-1 atas Madura United FC. Aksi akrobatik Muhammad Iqbal langsung viral dan menuai pujian luas dari pecinta sepak bola nasional.

Muhammad Iqbal sendiri bukan nama asing bagi Bonek dan Bonita. Pemain berusia 25 tahun itu pernah menjadi salah satu wonderkid yang dimiliki Persebaya Surabaya pada era kepelatihan Aji Santoso.

Iqbal tercatat membela Persebaya Surabaya sejak musim 2022/2023 hingga 2024/2025.

Meski kini tak lagi berseragam Green Force, pencapaiannya meraih gol terbaik menjadi kebanggaan tersendiri bagi pendukung Persebaya Surabaya.

Karier Muhammad Iqbal memang sempat mendapat sorotan besar saat menembus tim utama Green Force di usia muda.

Teknik, kreativitas, dan keberaniannya melakukan improvisasi membuatnya pernah disebut sebagai salah satu prospek cerah sepak bola Indonesia.

Penghargaan gol terbaik musim ini menjadi bukti kualitas yang masih dimiliki Muhammad Iqbal. Gol salto spektakulernya dianggap memiliki kombinasi teknik tinggi, keberanian, dan momentum sempurna di dalam pertandingan.

Baca Juga: Pesan Haru Risto Mitrevski! Rahasia Persebaya Surabaya Nirbobol 6 Laga Akhirnya Terungkap

David da Silva Sabet Top Scorer Super League

Untuk kategori pencetak gol terbanyak atau Top Scorer, penghargaan diraih striker Malut United FC, David da Silva. Penyerang asal Brasil itu kembali menunjukkan ketajamannya di depan gawang lawan.

David da Silva berhasil menorehkan 23 gol sepanjang musim 2025/2026. Tidak hanya tajam, mantan striker Persib Bandung itu juga mencatat lima assists untuk membantu performa Malut United FC.

Sementara itu, penghargaan Fair Play diberikan kepada Borneo FC Samarinda. Pesut Etam dinilai menjadi tim dengan respek, disiplin, dan sportivitas terbaik sepanjang kompetisi berlangsung.

Keberhasilan Borneo FC Samarinda menyapu banyak penghargaan membuktikan kualitas mereka musim ini.

Meski gagal menjadi juara karena kalah head to head, Pesut Etam tetap tampil sebagai salah satu tim paling konsisten di Super League 2025/2026.

Musim ini juga menjadi salah satu kompetisi paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan papan atas berlangsung sengit hingga pekan terakhir dengan selisih poin yang sangat tipis.

EDITOR: Banu Adikara