JawaPos.com - Persebaya Surabaya tidak ingin menutup musim BRI Super League 2025/26 dengan sekadar menjalani laga formalitas. Meski datang dengan modal kemenangan meyakinkan pada pekan sebelumnya, pelatih Bernardo Tavares justru menyimpan perhatian besar terhadap kondisi tim jelang derbi Jatim menghadapi Persik Kediri.
Laga pekan ke-34 super league mempertemukan dua tim Jawa Timur itu akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (23/5) sore. Atmosfer derbi Jatim Persebaya kontra Persik diprediksi berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari Bonek dan Bonita yang dipastikan memadati stadion.
Namun di balik optimisme tersebut, kondisi skuad Persebaya ternyata belum sepenuhnya ideal jelang lawan Persik. Sejumlah pemain masih dalam tahap pemulihan setelah menjalani musim panjang super league yang cukup menguras tenaga dan konsistensi fisik.
Baca Juga: Fakta Unik Unai Emery: Selalu Juara Europa League dengan Tim Bernama Aston Villa
Bernardo Tavares mengungkapkan bahwa tim pelatih saat ini masih terus memantau perkembangan beberapa pemain sebelum menentukan komposisi akhir untuk menghadapi Persik Kediri.
”Jadi seperti yang kalian lihat, kami memiliki beberapa pemain yang kondisinya tidak 100 persen. Kami memberikan waktu istirahat kepada beberapa pemain karena mereka layak mendapatkannya,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Dia berharap tim medis dapat memaksimalkan proses pemulihan para pemain agar Persebaya memiliki lebih banyak opsi dalam pertandingan terakhir musim ini.
Baca Juga: Alasan Mikel Arteta Tidak Ikut Merayakan Kemenangan Gelar Liga Inggris Bersama Para Pemain Arsenal
”Kami berharap departemen medis melakukan tugasnya dengan baik, dan di akhir hari akan lihat apakah ada pemain yang bisa bergabung dengan kami untuk pertandingan berikutnya agar kami memiliki lebih banyak pilihan,” lanjut Bernardo Tavares.
Meski bermain di kandang sendiri dan berada dalam tren positif, Bernardo Tavares menegaskan bahwa Persik Kediri bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Menurut dia, Persik memiliki kualitas permainan yang cukup merepotkan, terutama dalam membangun serangan dan melakukan transisi cepat.
Dia menilai kekuatan Persik tidak hanya berada di lini depan, tetapi juga pada koordinasi permainan antar pemain yang berjalan rapi sepanjang pertandingan.
”Ya, mereka memiliki umpan silang yang bagus, tetapi mereka juga memiliki transisi ofensif yang baik dengan cara mendukung satu sama lain,” kata Bernardo.
”Terkadang bukan hanya umpan jauh, mereka melakukan umpan-umpan pendek dengan cepat dan kemudian berpindah-pindah posisi,” sambung dia.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu juga mengingatkan anak asuhnya soal pertemuan putaran pertama musim ini. Saat itu Persebaya harus bekerja keras sebelum akhirnya bermain imbang 1-1 di kandang Persik Kediri.
Selain faktor teknis, satu hal yang paling menjadi perhatian Bernardo Tavares adalah kondisi mental pemain setelah meraih kemenangan besar pada laga sebelumnya. Dia tidak ingin euforia kemenangan membuat para pemain kehilangan fokus di pertandingan penutup musim.
Menurut dia, rasa percaya diri tetap penting, tetapi harus dibarengi dengan sikap hormat terhadap lawan dan profesionalisme hingga kompetisi benar-benar selesai.
”Jika kita berpikir demikian, kita sudah mulai kalah. Kita harus fokus, menghormati tim lawan karena mereka tim yang bagus, dan mencoba melakukan yang terbaik,” tandas Bernardo Tavares.