← Beranda
Flare dan Petasan Dilarang! Persebaya Surabaya Minta Bonek-Bonita Jaga GBT Tetap Aman Saat Lawan Persik
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 21 Mei 2026 | 14.27 WIB
Bonek dan Bonita diimbau tidak menyalakan flare maupun petasan saat laga Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya mengimbau seluruh Bonek dan Bonita tidak menyalakan flare, petasan, maupun membawa benda berbahaya saat laga terakhir musim 2025/2026 melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026). Imbauan itu disampaikan demi menciptakan suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh penonton, termasuk anak-anak serta keluarga yang hadir di stadion.

Pertandingan penutup musim tersebut diprediksi berlangsung penuh tensi karena kedua tim sama-sama memburu hasil positif.

Karena itu, manajemen Persebaya Surabaya ingin atmosfer tribun tetap tertib agar dukungan suporter benar-benar menjadi energi tambahan bagi pemain di lapangan.

Kenapa Flare dan Petasan Jadi Sorotan di Stadion?

Persebaya Surabaya menegaskan penggunaan flare dan petasan di dalam stadion sangat berbahaya karena bisa mengganggu keamanan serta kenyamanan penonton lain.

Baca Juga: Bahaya! Pemain Persebaya Surabaya Belum 100 Persen, Bernardo Tavares Waspadai Ancaman Persik Kediri

Risiko asap tebal, ledakan, hingga potensi kepanikan menjadi alasan utama panitia pelaksana memperketat pengawasan pada laga kontra Persik Kediri.

Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman meminta seluruh Bonek dan Bonita mematuhi aturan yang berlaku selama pertandingan berlangsung.

Menurutnya, dukungan positif dari tribun jauh lebih penting dibanding aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan bersama.

Baca Juga: Bernardo Tavares Gunakan Jimatnya? Reza Arya Jadi Kejutan di Tengah Rumor 5 Pemain PSM Makassar ke Persebaya Surabaya

“Kami mengimbau seluruh Bonek dan Bonita untuk mematuhi aturan yang berlaku, tidak membawa flare, petasan, maupun benda berbahaya lainnya agar pertandingan dapat berjalan aman, nyaman, dan kondusif,” kata Ram Surahman.

Panitia pelaksana juga memastikan pemeriksaan barang bawaan akan dilakukan secara ketat di pintu masuk Stadion Gelora Bung Tomo.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah adanya benda terlarang masuk ke area tribun selama pertandingan berlangsung.

Persebaya Surabaya Ingin Tutup Musim dengan Atmosfer Positif

Laga melawan Persik Kediri menjadi pertandingan terakhir Persebaya Surabaya pada musim Super League 2025/2026.

Baca Juga: Dikabarkan Diburu Persebaya Surabaya dan PSS Sleman! Masa Depan Mufli Hidayat Bikin PSM Makassar Deg-degan

Karena itu, manajemen berharap momen penutup musim dapat berlangsung meriah tanpa insiden yang merusak citra klub maupun suporter.

Ram Surahman menyebut dukungan kreatif dan tertib dari tribun akan memberi dampak besar terhadap semangat pemain di lapangan.

Green Force juga ingin menunjukkan kepada publik jika solidaritas Bonek dan Bonita bisa diwujudkan lewat dukungan yang dewasa serta sportif.

Baca Juga: Update Rumor Zanadin Fariz! Bikin Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta Saling Sikut Amankan Tanda Tangan

Menurutnya, atmosfer tribun yang aman menjadi salah satu identitas kuat Persebaya Surabaya sebagai klub dengan basis suporter besar di Indonesia.

Kehadiran ribuan suporter di Stadion Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi pemain untuk meraih kemenangan.

“Mari kita jadikan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai rumah yang aman dan nyaman untuk semua. Dukungan positif dari tribun akan sangat berarti bagi pemain di laga melawan Persik,” tandasnya.

Duel Persebaya Surabaya Vs Persik Kediri Dipastikan Sengit

Pertemuan Persebaya Surabaya melawan Persik Kediri diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal.

Pada pertemuan pertama musim ini di Kediri, kedua tim bermain imbang 1-1 sehingga laga di Surabaya dipastikan berjalan dengan tensi tinggi.

Persebaya Surabaya ingin menutup musim dengan kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Sementara Persik Kediri juga dipastikan tidak ingin pulang tanpa poin dalam laga terakhir kompetisi musim ini.

Baca Juga: Sejajar Rekor Samsul Arif! Curhat Bruno Paraiba Usai Cetak Hattrick Bersama Persebaya Surabaya

Kondisi itu membuat dukungan dari tribun memiliki peran penting untuk menjaga mental dan semangat pemain sepanjang pertandingan.

Karena itu, manajemen meminta seluruh suporter tetap menjaga ketertiban agar pertandingan berjalan lancar tanpa gangguan.

Panitia juga menyarankan penonton datang lebih awal ke stadion untuk menghindari antrean panjang saat proses pemeriksaan berlangsung.

Selain mempercepat akses masuk, langkah itu dilakukan demi menjaga kenyamanan seluruh suporter sebelum kick-off dimulai.

Bonek dan Bonita Didorong Tunjukkan Dukungan Dewasa

Persebaya Surabaya berharap laga terakhir musim ini menjadi contoh positif tentang budaya mendukung tim secara tertib dan aman.

Baca Juga: Nasib 4 Pemain Pilihan Bernardo Tavares Belum Jelas! Persebaya Surabaya Dikabarkan Jor-joran Demi Kejar Gelar Juara

Kehadiran Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo diharapkan mampu menciptakan atmosfer yang penuh semangat tanpa aksi berbahaya.

Manajemen menilai dukungan kreatif seperti nyanyian, koreografi, dan semangat tanpa henti dari tribun sudah cukup menjadi kekuatan besar bagi Green Force.

Dukungan seperti itu justru dinilai lebih berkelas dibanding penggunaan flare atau petasan yang berisiko memicu sanksi maupun gangguan keamanan.

Momentum laga kontra Persik Kediri juga menjadi kesempatan bagi Bonek dan Bonita menunjukkan solidaritas serta kecintaan terhadap Persebaya Surabaya dengan cara yang positif.

Apalagi pertandingan ini dipastikan mendapat perhatian besar sebagai penutup musim kompetisi.

Jika atmosfer stadion tetap aman dan nyaman, laga penutup musim bisa menjadi kenangan manis bagi pemain, suporter, maupun seluruh elemen klub.

Persebaya Surabaya pun berharap Stadion Gelora Bung Tomo benar-benar menjadi rumah yang ramah untuk semua kalangan pencinta sepak bola.

EDITOR: Edi Yulianto