JawaPos.com - Persib Bandung memang sedikit lagi merengkuh gelar juara Super League 2025-2026. Unggul dua poin atas Borneo FC Samarinda (78-76) sampai pekan ke-33 membuat Maung Bandung difavoritkan kembali juara musim ini.
Namun, Persib akan melakoni laga penentuan yaitu pekan ke-34 super league pada Sabtu (23/5). Beckham Putra dkk akan menjamu Persijap Jepara di Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.
Dikutip dari situs liga, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar berpesan untuk anak-anak asuhnya agar tidak terlena dengan keunggulan dua poin. Persib perlu meraih satu poin untuk mengunci gelar juara.
Baca Juga: Akhiri Penantian 22 Tahun! Arsenal Raih Gelar Juara Liga Inggris
Umuh menegaskan jangan sampai kebahagiaan karena menang atas PSM Makassar (17/5) pekan lalu jadi bumerang di laga terakhir. Pesan itu memang masuk akal mengingat Persib meraih tiga poin di kandang PSM secara dramatis yaitu gol di masa injury time.
“Saya juga bilang kepada para pemain, semua jangan dulu euforia karena kita belum selesai. Walaupun ini sudah 90 persen atau 99 persen, kita masih ada tanda berbahaya,” sebut Umuh dikutip dari situs liga.
Persijap memang bukan sembarang tim. Meski statusnya tim promosi, pada pertemuan pertama musim ini di Jepara, Persib takluk dengan skor 1-2 (18/8).
Baca Juga: Dipanggil Timnas Indonesia, Witan Sulaeman Siap Buktikan Diri di ASEAN Hyundai Cup 2026
Umuh berkata Persib bisa gagal berpesta jika menelan kekalahan lagi di laga lawan Persijap. Sementara di tempat lain Borneo FC menang dari Malut United.
”Kalau draw tidak ada masalah. Tapi, saya tidak mengharapkan draw. Tetap harus dilibas dan tetap anak-anak memberikan permainan yang luar biasa dan enak ditonton untuk bobotoh,” ungkap Umuh.
Sementara itu, dikutip dari situs resmi tim Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat Adhi Pratama berkata jika suporter Persijap diharapkan tidak hadir ke GBLA sebagaimana aturan yang berlaku.
Dalam pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025-2026 dijelaskan bahwa selama masa transisi transformasi sepakbola nasional, seluruh pertandingan sepak bola Indonesia, termasuk kompetisi liga, belum dapat dihadiri oleh suporter klub tamu.
”Dukungan suporter selalu menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola. Namun dalam situasi saat ini, menghormati ketentuan yang berlaku justru menjadi bentuk dukungan yang paling berarti. Kepatuhan terhadap aturan membantu menjaga aspek keselamatan, keamanan pertandingan, kenyamanan seluruh pihak, sekaligus melindungi klub dari potensi konsekuensi akibat pelanggaran,” terang Adhi.