JawaPos.com - Perayaan ulang tahun ke-94 PSIS Semarang menjadi momen penuh harapan bagi para pendukung Laskar Mahesa Jenar. Di tengah perjalanan panjang dan musim yang tidak mudah, berbagai ucapan serta dukungan terus mengalir untuk klub kebanggaan warga Semarang tersebut.
Salah satu perhatian datang dari Fariz Julinar Maurisal, suami CEO PSIS Semarang, Datu Nova Fatmawati. Melalui akun Instagram pribadinya @farizjulinarmaurisal, Fariz menyampaikan pesan penuh semangat untuk tim yang kini tengah berjuang bangkit menatap musim baru.
Dalam unggahannya, Fariz menegaskan bahwa kebanggaan terhadap PSIS tidak akan pernah hilang meski klub sempat melalui musim yang berat. Ia percaya Laskar Mahesa Jenar masih memiliki peluang besar untuk kembali bangkit dan membawa nama Kota Semarang bersinar lagi di sepak bola nasional.
Baca Juga: PSIS Semarang Rayakan Ulang Tahun ke-94 Bersama Suporter dan Santri di Stadion Jatidiri
“Saya percaya, sebuah kebanggaan tidak akan pernah berubah marwahnya. Setelah musim yang berat kita lalui, saya yakin kita semua bisa membawa PSIS lebih baik ke depannya,” tulis Fariz dalam unggahannya.
Ia juga berharap PSIS mampu tampil lebih konsisten pada musim ini demi mencapai target yang telah ditentukan manajemen. Menurutnya, klub dengan sejarah panjang seperti PSIS layak kembali berada di tempat terbaik dan menjadi kebanggaan masyarakat Semarang.
“Semoga PSIS konsisten musim ini untuk mencapai targetnya dan kembali ke tempatnya demi kebanggaan Kota Semarang bersinar lagi,” lanjutnya.
Ucapan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah suporter di media sosial. Banyak yang menilai pesan itu menjadi suntikan semangat di tengah upaya klub membangun kembali kekuatan tim menghadapi kompetisi mendatang.
Baca Juga: Kejutan di Hari Jadi ke-94 PSIS Semarang, Widodo C Putro Resmi Jadi Pelatih Baru Mahesa Jenar
Ulang tahun ke-94 PSIS sendiri menjadi momentum penting bagi klub yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Selama puluhan tahun, PSIS dikenal sebagai salah satu klub tradisional dengan basis suporter fanatik dan perjalanan penuh dinamika, mulai dari masa kejayaan hingga tantangan di berbagai musim kompetisi.
Kini, harapan besar kembali disematkan kepada manajemen, pemain, serta seluruh elemen tim agar mampu membawa PSIS kembali bersaing di papan atas. Dukungan dari suporter dan orang-orang terdekat klub pun diharapkan menjadi energi tambahan demi mengembalikan kejayaan Mahesa Jenar.
Dengan usia yang memasuki 94 tahun, PSIS tidak hanya menjadi klub sepak bola, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan warga Semarang yang terus hidup dari generasi ke generasi.