← Beranda
Sejajar Rekor Samsul Arif! Curhat Bruno Paraiba Usai Cetak Hattrick Bersama Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 20 Mei 2026 | 03.55 WIB
Bruno Paraiba hattrick lawan Semen Padang di Haji Agus Salim. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Bruno Paraiba akhirnya mencetak hattrick perdana bersama Persebaya Surabaya saat menghancurkan Semen Padang FC 7-0 di Stadion H. Agus Salim, Padang. Penyerang asal Brasil itu sukses menyamai catatan Samsul Arif sekaligus menandai kebangkitan performanya usai sempat dihantam cedera pada musim ini.

Kemenangan telak tersebut menjadi salah satu laga terbaik Persebaya Surabaya musim ini. Bruno Paraiba tampil menggila dengan tiga gol yang membuat lini pertahanan Semen Padang FC tak berkutik sepanjang pertandingan.

Bagaimana Bruno Paraiba Menikmati Momen Bersejarahnya?

Bruno Paraiba mengaku sangat emosional setelah akhirnya mencetak hattrick pertama sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya pada bursa transfer paruh musim.

Baca Juga: Nasib 4 Pemain Pilihan Bernardo Tavares Belum Jelas! Persebaya Surabaya Dikabarkan Jor-joran Demi Kejar Gelar Juara

Momen itu langsung dipersembahkan kepada keluarga serta Bonek dan Bonita yang terus memberikan dukungan dalam situasi sulit.

“Saya ingin mendedikasikan hattrick ini untuk keluarga saya, terutama anak-anak saya, serta seluruh suporter Persebaya yang selalu memberikan dukungan,” ujar Paraiba.

Penyerang berusia 31 tahun tersebut memang menjalani perjalanan yang tidak mudah bersama Green Force.

Baca Juga: Ernando Ari Segera Bertahan? Persebaya Surabaya Dikabarkan Mulai Negosiasi Kontrak Baru hingga 2 Musim

Setelah sempat mencetak gol pada laga debut, performanya menurun akibat cedera yang membuatnya kesulitan menemukan konsistensi permainan.

Bruno Paraiba mengaku kerja keras menjadi kunci utama hingga akhirnya bisa menikmati malam spesial di Padang.

Tiga gol yang dicetaknya menjadi jawaban atas perjuangan panjang selama beberapa bulan terakhir bersama Persebaya Surabaya.

“Saya sangat bahagia dengan momen ini. Ini juga menjadi hattrick pertama saya dalam satu pertandingan bersama Persebaya,” tambahnya.

Seberapa Spesial Hattrick Bruno Paraiba untuk Persebaya Surabaya?

Hattrick Bruno Paraiba terasa semakin spesial karena mengakhiri penantian panjang Persebaya Surabaya selama hampir empat musim.

Baca Juga: Intip Potensi Deal Transfer Persebaya Surabaya! 12 Rumor Era Bernardo Tavares yang Bikin Bonek Auto Deg-degan

Sebelumnya, pemain terakhir yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan adalah Samsul Arif pada musim 2022 saat menang 3-2 atas Persikabo.

Catatan itu membuat Bruno Paraiba kini sejajar dengan nama besar Samsul Arif dalam sejarah terbaru Green Force.

Baca Juga: Dirumorkan Dibajak Garudayaksa FC! Francisco Rivera Menjelma Roh Penjaga Persebaya Surabaya

Kehadirannya mulai memberi harapan baru untuk lini depan Persebaya Surabaya yang sempat mengalami inkonsistensi sepanjang musim.

Bruno Paraiba juga menjadi sosok penting dalam pesta tujuh gol tanpa balas di markas Semen Padang FC.

Selain tajam di depan gawang, pergerakannya membuat lini pertahanan lawan terus berada dalam tekanan sejak menit awal pertandingan.

“Semua itu tentu tidak datang begitu saja, karena saya sudah bekerja keras untuk bisa mencapai momen seperti ini,” jelasnya.

Produktivitas Bruno Paraiba mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang akhir musim.

Tambahan tiga gol tersebut membuat koleksinya kini menjadi empat gol dan dua assist dari total 10 pertandingan bersama Persebaya Surabaya.

Apa Dampak Kebangkitan Bruno Paraiba untuk Green Force?

Kebangkitan Bruno Paraiba menjadi kabar positif bagi Persebaya Surabaya yang sedang membangun kekuatan untuk menatap musim depan.

Ketajamannya memberi variasi baru dalam skema serangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap lini kedua.

Baca Juga: Wayahe Neribun! Persebaya Surabaya vs Persik Kediri Tak Masuk Siaran TV Nasional, Bonek Dipastikan Padati GBT

Persebaya Surabaya sebelumnya cukup kesulitan menemukan striker yang benar-benar konsisten setelah beberapa pemain mengalami penurunan performa.

Kehadiran Bruno Paraiba kini mulai memperlihatkan potensi besar sebagai ujung tombak utama Green Force.

Selain produktivitas gol, mentalitas Bruno Paraiba juga mendapat sorotan positif dari suporter. Ia mampu bangkit setelah sempat mendapat tekanan akibat cedera dan performa yang belum stabil sejak awal kedatangannya.

Momentum hattrick tersebut diprediksi bisa meningkatkan kepercayaan diri sang pemain pada sisa pertandingan musim ini.

Apalagi Persebaya Surabaya masih membutuhkan performa maksimal untuk menjaga posisi kompetitif di papan klasemen.

Bagi Bruno Paraiba, mencetak sejarah bersama klub sebesar Persebaya Surabaya menjadi kebanggaan tersendiri dalam perjalanan karier profesionalnya.

Ia pun berharap momen itu menjadi awal kebangkitan yang lebih besar bersama Green Force.

“Selalu menjadi hal yang menyenangkan ketika bisa mencatatkan sejarah, dalam bentuk apa pun itu,” pungkasnya.

Mengapa Hattrick Ini Bisa Jadi Titik Balik Bruno Paraiba?

Hattrick ke gawang Semen Padang FC bisa menjadi titik balik karier Bruno Paraiba bersama Persebaya Surabaya.

Sebab, ia akhirnya membuktikan kualitasnya sebagai striker asing yang mampu memberi dampak nyata dalam pertandingan penting.

Dukungan Bonek dan Bonita juga menjadi energi tambahan bagi Bruno Paraiba untuk terus berkembang bersama Green Force. Situasi itu membuat hubungan emosional antara pemain dan suporter semakin kuat menjelang penutup musim.

Baca Juga: Francisco Rivera Menggila! Persebaya Surabaya Wajib Libas Persik Kediri demi Kunci Empat Besar

Jika mampu menjaga konsistensi performa di laga terakhir, Bruno Paraiba berpeluang menjadi salah satu pemain kunci Persebaya Surabaya musim depan.

Ketajamannya di lini depan dapat menjadi modal penting bagi Green Force untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar juara.

Malam magis di Padang kini bukan sekadar catatan statistik bagi Bruno Paraiba. Hattrick tersebut menjadi simbol perjuangan, kebangkitan, dan harapan baru untuk masa depan Persebaya Surabaya bersama striker asal Brasil itu.

EDITOR: Edi Yulianto