← Beranda
Harapan Terakhir Imran Nahumarury! Semen Padang Ingin Tutup Laga Kandang dengan Kemenangan atas Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 15 Mei 2026 | 18.05 WIB
Pelatih Semen Padang FC Imran Nahumarury berharap timnya menutup laga kandang terakhir musim ini dengan kemenangan atas Persebaya Surabaya. (Semen Padang)

 

JawaPos.com — Semen Padang FC bertekad menutup laga kandang terakhir Super League 2025/2026 dengan kemenangan saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/5/2026) pukul 15.30 WIB.

Meski sudah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua, tim asuhan Imran Nahumarury tetap memburu hasil manis sebagai hadiah terakhir untuk suporter dan masyarakat Sumatera Barat.

Baca Juga: Jadi Rp 20 Ribu! Semen Padang Degradasi, Harga Tiket Kontra Persebaya Surabaya dan Persik Kediri Turun!

Musim memang tak berjalan sesuai harapan bagi Kabau Sirah.

Namun laga kontra Persebaya Surabaya tetap punya arti besar karena menjadi pertandingan kandang terakhir sebelum Stadion Haji Agus Salim memasuki masa renovasi.

Baca Juga: Legiun PSM Makassar Dibajak Raksasa Super League! Rumor Persebaya Surabaya Paling Agresif Berburu Pemain

Mengapa Laga Ini Tetap Penting untuk Semen Padang FC?

Semen Padang FC memang sudah kehilangan peluang bertahan di Super League musim depan. Tim berjuluk Kabau Sirah itu kini berada di posisi ke-17 klasemen dengan koleksi 20 poin dari 32 pertandingan.

Situasi itu membuat laga melawan Persebaya Surabaya tak lagi memengaruhi nasib mereka di klasemen.

Meski begitu, Imran Nahumarury menegaskan timnya tetap wajib menyelesaikan musim secara profesional hingga pertandingan terakhir.

“Persiapan berjalan seperti biasa di laga home. Tentu laga yang sudah tak punya pengaruh untuk kami. Tapi kami tetap akan profesional sampai akhir nanti dengan berusaha maksimal di dua laga terakhir, home dan away. Dan tentu saya harap pemain tetap antusias untuk meraih kemenangan sebagai hadiah terakhir untuk masyarakat Padang,” kata Imran Nahumarury pada sesi pre match press conference, Kamis (14/5/2026).

Pelatih berlisensi AFC Pro itu juga ingin anak asuhnya tetap tampil penuh semangat meski tekanan kompetisi sudah hilang. Dia menilai motivasi pemain masih terjaga untuk memberikan penampilan terbaik di depan publik sendiri.

Baca Juga: Rekap 5 Rumor Transfer Persebaya Surabaya! Total Maharnya Bisa Tembus Rp 15,77 Miliar

Imran Nahumarury Siapkan Banyak Perubahan Pemain

Laga kontra Persebaya Surabaya dipastikan menjadi kesempatan bagi beberapa pemain pelapis Semen Padang FC untuk menunjukkan kemampuan.

Imran Nahumarury mengisyaratkan akan melakukan banyak rotasi dalam pertandingan tersebut.

Menurut dia, beberapa pemain yang selama ini minim menit bermain bakal mendapat kesempatan tampil sejak menit awal. Langkah itu sekaligus menjadi evaluasi penting jelang menghadapi musim berikutnya di kasta kedua.

“Saya lihat pemain juga sangat bersemangat. Yang pasti, besok akan banyak perubahan. Saya ingin mencoba pemain-pemain yang menit bermainnya kurang musim ini,” ujarnya.

Rotasi juga tak lepas dari kondisi skuad yang sedang tidak ideal. Semen Padang FC kemungkinan kehilangan sejumlah pemain utama karena cedera dan hukuman akumulasi kartu.

Nama-nama seperti Boubakary Diarra, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, hingga Angelo Meneses dikabarkan belum berada dalam kondisi fit. Selain itu, Jaime Giraldo dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning.

Absennya beberapa pemain inti tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Kabau Sirah. Terlebih lawan yang dihadapi adalah Persebaya Surabaya yang sedang bersaing di papan atas klasemen.

Baca Juga: Kekecewaan Memuncak! Jakmania Desak Persija Jakarta Rombak Total Struktur, dari Presiden hingga Pemain

Persebaya Surabaya Datang dengan Status Unggulan

Jika Semen Padang FC terpuruk di papan bawah, Persebaya Surabaya justru tampil konsisten sepanjang musim. Green Force kini menempati posisi kelima klasemen sementara dengan raihan 52 poin.

Perbedaan kualitas dan posisi klasemen membuat tim tamu lebih diunggulkan dalam pertandingan nanti. Namun Imran Nahumarury memastikan timnya tak ingin menyerah begitu saja di depan pendukung sendiri.

“Harus diakui, dua laga terakhir adalah berat. Tapi kami sudah siapkan semuanya. Kalau di dua laga terakhir bisa dapat enam poin, kenapa tidak. Tapi kita juga harus realistis,” ucapnya.

Semen Padang FC memang masih menyisakan dua pertandingan hingga akhir musim. Setelah menghadapi Persebaya Surabaya, mereka akan menjalani laga pamungkas melawan Persija Jakarta pada Sabtu (23/5).

Meski target bertahan di liga gagal tercapai, Kabau Sirah tetap ingin mengakhiri musim dengan kepala tegak.

Kemenangan atas Persebaya Surabaya akan menjadi pelipur lara bagi publik Padang yang tetap setia mendukung sepanjang musim.

Baca Juga: Rizky Ridho Minta Maaf ke Jakmania! Persija Jakarta Resmi Kubur Target Juara Musim Ini

Stadion Haji Agus Salim Bersiap Memasuki Masa Renovasi

Laga melawan Persebaya Surabaya juga menjadi momen emosional bagi Semen Padang FC dan suporternya. Sebab, pertandingan itu menjadi laga terakhir sebelum Stadion Haji Agus Salim memasuki tahap renovasi.

Stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut selama ini menjadi saksi perjalanan panjang Kabau Sirah di kompetisi nasional.

Karena itu, kemenangan di laga terakhir akan terasa semakin spesial bagi para pendukung tuan rumah.

Imran Nahumarury mengaku tetap optimistis timnya mampu memberikan penampilan terbaik. Dia berharap seluruh persiapan yang dilakukan selama sepekan terakhir bisa berbuah hasil positif.

“Kita lakukan persiapan yg baik untuk harapannya hasil yang didapat bagus juga tentunya,” pungkasnya.

Dukungan suporter diperkirakan tetap akan memenuhi Stadion Haji Agus Salim meski Semen Padang FC sudah dipastikan turun kasta.

Atmosfer laga kandang terakhir musim ini diyakini menjadi motivasi tambahan bagi pemain untuk tampil habis-habisan.

Bagi Semen Padang FC, pertandingan kontra Persebaya Surabaya bukan sekadar soal tiga poin.

Laga itu menjadi kesempatan terakhir memberikan kebahagiaan untuk masyarakat Padang sebelum menutup musim yang berat dengan penuh harga diri.

EDITOR: Banu Adikara