← Beranda
Dibuang Persebaya Surabaya! Dicky Kurniawan Malah Jadi Pahlawan Persijap Jepara Keluar dari Neraka Degradasi
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 14 Mei 2026 | 19.30 WIB
Dicky Kurniawan merayakan gol bersama pemain Persijap Jepara usai membawa timnya lolos dari ancaman degradasi Super League 20252026. (Persijap)

JawaPos.com — Persijap Jepara memastikan bertahan di Super League 2025/2026 usai menghajar Persita Tangerang 3-0 di Banten International Stadium, Minggu (10/5/2026). Kemenangan penting itu membuat Laskar Kalinyamat mengoleksi 34 poin dan aman dari ancaman degradasi, dengan Dicky Kurniawan tampil sebagai pahlawan lewat satu gol dan performa impresif sepanjang laga.

Perjuangan Persijap Jepara musim ini memang tidak mudah sejak awal kompetisi. Tim asal Jawa Tengah itu sempat berkutat di papan bawah dan terus dibayangi ancaman turun kasta hingga memasuki pekan-pekan akhir musim.

Namun kemenangan telak atas Persita Tangerang menjadi titik balik paling menentukan. Tambahan tiga poin membuat Persijap Jepara kini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League 2025/2026.

Dengan hanya dua pertandingan tersisa, raihan 34 poin milik Persijap Jepara sudah tak bisa lagi dikejar Persis Solo dalam hitungan head to head.

Meski Persis Solo berpotensi menyamai poin menjadi 34 jika menang di dua laga terakhir, Laskar Sambernyawa kalah rekor pertemuan dari Persijap.

Baca Juga: Dicky Kurniawan Bongkar Rahasia Persijap Jepara Lolos dari Zona Degradasi Musim Ini

Bagaimana Dicky Kurniawan Jadi Penentu Keselamatan Persijap Jepara?

Dicky Kurniawan menjadi salah satu sosok paling menonjol dalam kemenangan krusial itu.

Pemain yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya tersebut bahkan terpilih sebagai Player of The Match setelah tampil dominan sepanjang pertandingan.

Gol pembuka Persijap Jepara lahir dari aksi cerdik Dicky pada menit ke-25. Pemain berusia 28 tahun itu mampu memanfaatkan celah pertahanan Persita Tangerang dan membawa timnya unggul 1-0 di babak pertama.

Momentum tersebut membuat mental pemain Persijap Jepara semakin meningkat. Tim asuhan mereka tampil lebih percaya diri dan agresif saat memasuki babak kedua.

“Alhamdulillah kita dikasih kemenangan (atas Persita) dan akhirnya memastikan lolos dari degradasi,” ucap Dicky Kurniawan usai pertandingan.

Tak hanya mencetak gol, Dicky juga aktif membangun serangan dan membantu transisi permainan. Kontribusinya musim ini memang cukup signifikan untuk Persijap Jepara.

Berdasarkan statistik musim 2025/2026, Dicky mencatatkan 19 pertandingan bersama Persijap Jepara. Dari total penampilannya itu, dia sukses membukukan dua gol dan enam assist.

Catatan tersebut cukup impresif mengingat Dicky bukan penyerang utama. Selain itu, dia juga sudah bermain selama 777 menit sepanjang musim.

Baca Juga: Boncos Rp 11,7 Miliar! Persib Bandung Tanpa Bojan Hodak, Federico Barba, dan Lucho Hadapi PSM Makassar

Apa Rahasia Persijap Jepara Bisa Lolos dari Degradasi?

Dicky Kurniawan menyebut kekompakan menjadi faktor utama keberhasilan Persijap Jepara bertahan di kasta tertinggi. Menurutnya, para pemain terus saling menguatkan di tengah tekanan besar sepanjang musim.

“Kekompakan, kebersamaan menjadi kuncinya. Yang pasti kita ikuti apa yang jadi instruksi dari pelatih. Teman juga saling menguatkan,” ungkapnya.

Situasi sulit memang sempat membuat Persijap Jepara berada di bawah tekanan besar. Mereka beberapa kali gagal meraih kemenangan penting dan terus bersaing ketat dengan tim zona merah lainnya.

Namun memasuki fase akhir musim, performa Persijap Jepara perlahan meningkat. Para pemain mulai menunjukkan mental bertarung yang lebih kuat ketika menghadapi laga-laga penentuan.

Kemenangan atas Persita Tangerang menjadi bukti nyata perubahan mental tersebut. Bermain di kandang lawan, Persijap Jepara tetap tampil tenang dan efektif.

Gol kedua Persijap Jepara lahir lewat sundulan spektakuler Sudi Abdillah pada menit ke-74. Momen itu terjadi ketika kiper lawan terlalu maju meninggalkan kotak penalti.

Hanya berselang dua menit, Carlos Franca memperbesar keunggulan menjadi 3-0. Gol itu memastikan Persijap Jepara benar-benar mengunci kemenangan penting musim ini.

Baca Juga: Rizky Ridho Minta Maaf ke Jakmania! Persija Jakarta Resmi Kubur Target Juara Musim Ini

Mengapa Kisah Dicky Kurniawan Jadi Sorotan?

Perjalanan karier Dicky Kurniawan menarik perhatian karena sempat tersingkir dari Persebaya Surabaya. Pemain asal Lamongan tersebut pernah memperkuat Green Force sejak musim 2017/2018 hingga 2022/2023.

Saat masih berseragam Persebaya Surabaya, Dicky memang tidak selalu mendapat tempat utama. Persaingan ketat di lini tengah membuatnya harus bekerja keras mendapatkan menit bermain reguler.

Keputusan hengkang dari Persebaya Surabaya akhirnya menjadi titik penting dalam kariernya yang sempat bergabung ke Gresik United. Bersama Persijap Jepara, Dicky mendapatkan kesempatan lebih besar untuk berkembang.

Musim ini dia bukan hanya menjadi pemain pelengkap. Dicky justru tampil sebagai salah satu motor permainan penting Persijap Jepara.

Perannya terasa vital terutama saat tim berada dalam tekanan degradasi. Pengalaman bermain di klub besar seperti Persebaya Surabaya membuatnya lebih tenang menghadapi situasi sulit.

Keberhasilan menyelamatkan Persijap Jepara dari degradasi tentu menjadi pencapaian emosional bagi Dicky. Dari pemain yang pernah tersisih, dia kini menjelma menjadi penyelamat klub.

Persijap Jepara pun akhirnya bisa bernapas lega setelah perjuangan panjang musim ini. Dengan dua laga tersisa, mereka kini bisa menatap akhir musim dengan lebih tenang tanpa dibayangi ancaman turun kasta.

EDITOR: Banu Adikara