← Beranda
Kondisi Koko Ari dan Malik Risaldi Mulai Membaik! Persebaya Surabaya Waspadai Efek Laga Ketat di Manahan
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 13 Mei 2026 | 14.37 WIB
Koko Ari Araya dan Malik Risaldi menjalani pemantauan tim medis Persebaya Surabaya selepas laga intens melawan Persis Solo di Stadion Manahan. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya terus memantau kondisi Koko Ari Araya dan Malik Risaldi selepas laga kontra Persis Solo pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan. Duel berintensitas tinggi itu membuat beberapa pemain Green Force mengalami keluhan fisik jelang laga tandang melawan Semen Padang pada 15 Mei 2026.

Bagaimana Kondisi Terbaru Koko Ari Araya?

Koko Ari Araya menjadi salah satu pemain yang paling mendapat perhatian selepas pertandingan melawan Persis Solo.

Bek kanan berusia 26 tahun itu terlihat terpincang pada babak kedua sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-60 dan digantikan Dimas Wicaksono Putra Rahman.

Kondisi tersebut sempat memunculkan kekhawatiran karena Persebaya Surabaya tengah memasuki fase krusial menjelang akhir musim.

Intensitas pertandingan di Stadion Manahan juga cukup tinggi sehingga banyak pemain mengalami kelelahan fisik selepas laga.

Chief Medical Officer Persebaya Surabaya dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO memastikan kondisi Koko Ari mulai membaik setelah menjalani observasi tim medis.

Dokter yang akrab disapa dr. Tommy itu menyebut keluhan yang dialami sang pemain bukan cedera serius.

“Untuk Koko, pada pertandingan kemarin dia mengalami kram. Namun dari komunikasi terakhir, kondisinya sudah membaik dan pulih,” ujar dr. Tommy.

Kabar tersebut menjadi angin segar bagi Persebaya Surabaya karena Koko Ari masih menjadi salah satu opsi penting di sektor pertahanan.

Baca Juga: 7 Laga Tanpa Ernando Ari! Andhika Ramadhani Malah Menjelma Tembok Baru Persebaya Surabaya

Pengalamannya dibutuhkan tim saat menghadapi jadwal padat menjelang penutupan kompetisi musim ini.

Malik Risaldi Masih Dipantau Tim Medis

Selain Koko Ari, kondisi Malik Risaldi juga menjadi perhatian tim pelatih dan departemen medis Persebaya Surabaya. Winger lincah itu hanya bermain selama 45 menit sebelum digantikan Mikael Tata pada awal babak kedua.

Pergantian cepat tersebut memunculkan dugaan Malik kendala pada fisiknya. Apalagi pemain berusia 28 tahun itu menjadi salah satu motor serangan Green Force sepanjang musim 2025/2026.

Meski begitu, dr. Tommy memastikan perkembangan kondisi Malik cukup positif setelah menjalani pemeriksaan lanjutan. Tim medis tetap melakukan observasi agar sang pemain bisa kembali dalam kondisi optimal.

“Sementara Malik juga menunjukkan perkembangan yang positif. Meski begitu, kami masih terus melakukan observasi, terutama terkait kondisi fisiknya setelah pertandingan kemarin,” imbuhnya.

Kehadiran Malik Risaldi memang sangat penting untuk menjaga agresivitas lini depan Persebaya Surabaya. Kecepatan dan kemampuan eksplosifnya kerap menjadi pembeda saat tim menghadapi lawan dengan pertahanan rapat.

Kondisi Mayoritas Pemain Persebaya Surabaya Cukup Baik

Departemen medis Persebaya Surabaya memastikan mayoritas pemain berada dalam kondisi cukup baik selepas pertandingan pekan ke-32.

Penanganan cepat langsung diberikan kepada pemain yang mengalami keluhan fisik usai laga.

Tim dokter dan fisioterapis bergerak cepat untuk memulihkan kondisi para pemain agar tidak mengalami penurunan performa. Pemulihan menjadi fokus utama karena kompetisi musim ini memasuki periode yang sangat melelahkan.

“Secara keseluruhan kondisi pemain Persebaya dalam keadaan cukup baik. Beberapa pemain yang sempat mengalami keluhan setelah pertandingan juga sudah mendapatkan penanganan dari tim medis, baik dokter tim maupun fisioterapis,” jelas dr. Tommy.

Tak hanya penanganan medis, pelatih Bernardo Tavares juga memberi tambahan waktu istirahat kepada skuad Green Force. Langkah tersebut dilakukan agar kebugaran pemain tetap terjaga menjelang lawatan ke markas Semen Padang.

“Selain itu, pelatih juga memberikan tambahan waktu istirahat untuk membantu proses pemulihan seluruh pemain,” tambah dr. Tommy.

Tambahan recovery time dinilai penting karena Persebaya Surabaya masih harus menjaga konsistensi performa hingga akhir musim. Kondisi fisik pemain menjadi faktor vital dalam persaingan papan atas Super League 2025/2026.

Tiga Pemain Masih Jalani Pemulihan Cedera

Selain memantau kondisi Koko Ari dan Malik Risaldi, departemen medis Persebaya Surabaya juga masih fokus pada proses pemulihan beberapa pemain lain.

Tiga nama yang masih berada dalam pengawasan khusus ialah Rachmat Irianto, Alfan Suaib, dan Sadida Nugraha.

Ketiganya belum sepenuhnya pulih sehingga tim medis terus melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan cedera masing-masing pemain.

Persebaya Surabaya ingin memastikan seluruh pemain kembali dalam kondisi aman sebelum diturunkan ke lapangan.

“Selain kedua pemain tersebut, masih ada beberapa pemain yang berada dalam pantauan khusus tim medis, terutama pemain yang sedang menjalani pemulihan cedera seperti Irianto, Alfan, dan Sadida,” katanya.

Menurut dr. Tommy, komunikasi intensif terus dilakukan dengan seluruh pemain demi menjaga stabilitas kondisi fisik mereka.

Tim medis juga rutin memantau perkembangan kebugaran pemain di tengah padatnya jadwal kompetisi musim ini.

“Pada dasarnya tim medis terus melakukan komunikasi dan pemantauan terhadap seluruh pemain agar kondisi mereka tetap terjaga dan siap untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Pada pekan ke-33 Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya dijadwalkan bertandang ke markas Semen Padang di Stadion H. Agus Salim pada Jumat, 15 Mei 2026.

Laga tersebut tetap diprediksi berlangsung sengit meski Semen Padang sudah dipastikan terdegradasi ke Championship musim depan.

Baca Juga: 7 Laga Tanpa Ernando Ari! Andhika Ramadhani Malah Menjelma Tembok Baru Persebaya Surabaya

EDITOR: Hendra