← Beranda
7 Laga Tanpa Ernando Ari! Andhika Ramadhani Malah Menjelma Tembok Baru Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 13 Mei 2026 | 14.35 WIB
Penjaga gawang Persebaya Surabaya Andhika Ramadhani tampil gemilang saat menghadapi Persis Solo pada pekan ke-32 Super League 2025/2026. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Penjaga gawang Andhika Ramadhani sukses membawa Persebaya Surabaya mencuri satu poin saat menghadapi Persis Solo pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan. Dalam laga yang berakhir 0-0 itu, Andhika tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting dan mempertegas transformasinya sebagai pengganti sepadan Ernando Ari yang absen tujuh pertandingan beruntun.

Persebaya Surabaya memang berada dalam tekanan sepanjang pertandingan karena Persis Solo tampil agresif demi menjauh dari ancaman degradasi.

Namun ketenangan Andhika di bawah mistar membuat Green Force mampu keluar dari tekanan dan menjaga peluang finis di papan atas tetap terbuka.

Bagaimana Andhika Ramadhani Mengubah Keraguan Jadi Kepercayaan?

Andhika Ramadhani awalnya bukan pilihan utama di bawah mistar Persebaya Surabaya musim ini.

Namun situasi berubah ketika Ernando Ari harus absen sejak pekan ke-26 hingga pekan ke-32 sehingga Andhika mendapat kesempatan tampil reguler.

Kesempatan itu langsung dijawab dengan performa konsisten dan semakin matang dari pertandingan ke pertandingan.

Puncaknya terjadi saat menghadapi Persis Solo ketika Andhika berkali-kali menggagalkan peluang emas tuan rumah dan membuat Persebaya Surabaya pulang dengan satu poin penting.

Penampilan impresif tersebut membuat Andhika mendapat penghargaan "Player of The Match".

Penghargaan itu sekaligus menjadi pengakuan atas perkembangan signifikan yang ditunjukkan kiper berusia muda tersebut dalam tujuh laga terakhir.

"Saya sangat bersyukur atas performa saat melawan Persis dan itu yang membuat saya juga mengapresiasi diri sendiri," kata Andhika Ramadhani.

Transformasi Andhika tidak hanya terlihat dari jumlah penyelamatan, tetapi juga ketenangannya saat mengatur lini belakang.

Dalam beberapa laga terakhir, koordinasi pertahanan Persebaya Surabaya terlihat lebih solid karena komunikasi aktif yang dilakukan Andhika sepanjang pertandingan.

Seberapa Berat Tugas Menggantikan Ernando Ari?

Menggantikan sosok Ernando Ari jelas bukan pekerjaan mudah bagi Andhika Ramadhani.

Ernando selama ini dikenal sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Indonesia dan menjadi figur penting dalam permainan Persebaya Surabaya.

Absennya Ernando sempat memunculkan kekhawatiran besar di kalangan pendukung Green Force.

Sebab, jadwal padat dan persaingan ketat di papan klasemen membuat setiap kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap posisi tim.

Namun Andhika mampu menjawab tantangan tersebut dengan mental kuat dan performa stabil.

Dalam tujuh laga beruntun yang dijalaninya, ia menunjukkan peningkatan dari sisi refleks, positioning, hingga keberanian dalam duel satu lawan satu.

Laga melawan Persis Solo menjadi bukti paling jelas bagaimana Andhika berkembang menjadi sosok penting di skuad Persebaya Surabaya.

Persis yang terus menekan sepanjang pertandingan dibuat frustrasi karena sulit menembus pertahanan terakhir Green Force.

Beberapa penyelamatan krusial Andhika bahkan menjadi pembeda dalam pertandingan itu. Jika tidak tampil sigap, Persebaya Surabaya berpotensi kehilangan poin penting dalam persaingan akhir musim.

Apa Rahasia Konsistensi Andhika di Bawah Tekanan?

Salah satu faktor yang membuat Andhika tampil konsisten adalah rasa percaya diri yang terus meningkat. Kepercayaan dari tim pelatih dan menit bermain reguler membuatnya semakin nyaman menunjukkan kemampuan terbaik.

Andhika juga terlihat lebih berani mengambil keputusan dibanding awal musim. Ia tak ragu keluar dari sarang untuk memotong umpan silang maupun mempersempit ruang tembak lawan.

Mentalitas itu sangat terlihat saat menghadapi Persis Solo yang tampil penuh tekanan di depan ribuan suporternya sendiri. Meski terus ditekan sejak menit awal, Andhika tetap tenang dan tidak melakukan kesalahan fatal.

"Pertandingan itu pastinya sangat penting untuk Persebaya dan juga Persis Solo. Kami tentu ingin mendapatkan tiga poin, tapi pastinya Persis tidak akan membiarkan kami menang di Solo," ucap Andhika.

Performa apik Andhika juga menjadi sinyal positif bagi Persebaya Surabaya menjelang dua laga terakhir musim ini.

Kedalaman skuad kini semakin terlihat karena Green Force memiliki penjaga gawang pelapis dengan kualitas yang tak kalah kompetitif.

Bisakah Andhika Jadi Senjata Baru Persebaya Surabaya?

Kehadiran Andhika Ramadhani sebagai tembok baru membuat Persebaya Surabaya memiliki keuntungan besar dalam menghadapi fase akhir kompetisi. Persaingan internal di posisi penjaga gawang kini semakin sehat dan kompetitif.

Situasi itu tentu menguntungkan tim karena pelatih memiliki lebih banyak opsi berkualitas. Andhika sudah membuktikan dirinya bukan sekadar pelapis, tetapi juga sosok yang mampu menjaga stabilitas tim saat dibutuhkan.

Kini fokus utama Green Force adalah menyapu bersih dua pertandingan sisa musim ini. Target kemenangan menjadi harga mati agar posisi akhir di klasemen tetap aman dan peluang meraih hasil maksimal tetap terbuka.

"Harapan kami pastinya semoga di sisa dua laga ini Persebaya bisa mendapatkan hasil yang positif. Kami ingin mendapatkan kemenangan di sisa dua pertandingan," tutup Andhika.

Transformasi Andhika Ramadhani dalam tujuh pertandingan terakhir menjadi salah satu cerita menarik Persebaya Surabaya musim ini.

Dari sosok pelapis, ia berubah menjadi penyelamat yang mampu menjaga harapan Green Force tetap hidup hingga penghujung kompetisi.

 

EDITOR: Hendra