JawaPos.com - Gelandang Persija Jakarta, Fabio Calonego, memberikan peringatan tegas kepada rekan setimnya usai takluk dari Persib Bandung di pekan ke-32 Super League 2025/2026. Calonego meminta skuad Macan Kemayoran - julukan Persija Jakarta - bangkit di dua laga tersisa musim ini.
Persija Jakarta menelan kekalahan tipis dari Persib Bandung dengan skor 1-2. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026).
Bagi Persija Jakarta, kekalahan tersebut sangat menyakitkan. Macan Kemayoran selalu menelan kekalahan dari Persib Bandung pada musim ini. Sebelumnya, mereka juga kalah 0-1 saat bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Januari 2026.
Selain itu, kekalahan tersebut sekaligus membuat Persija Jakarta tereliminasi dari perburuan gelar juara Super League 2025/2026. Pada kompetisi yang tinggal menyisakan dua laga, Macan Kemayoran saat ini duduk di peringkat ketiga dengan raihan 65 poin, terpaut 10 angka dari Persib Bandung yang berada di puncak klasemen.
Meski demikian, Calonego tak ingin skuad Macan Kemayoran meratapi kekalahan tersebut. Pemain asal Brasil itu ingin seluruh pemain menegakkan kepalanya dan fokus meraih kemenangan di dua laga tersisa.
“Sekarang saatnya tetap mengangkat kepala, bekerja keras, dan melanjutkan perjuangan di kompetisi ini,” tegas Calonego dalam konferensi pers usai laga, dipetik Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Misi Bojan Hodak Usai Tundukkan Persija Jakarta! Persib Bandung Tancap Gas Raih Gelar Juara
Bicara pertandingan, Calonego mengakui bahwa sejatinya Persija Jakarta tampil lebih menggigit ketimbang Persib Bandung. Bahkan Macan Kemayoran mencatatkan total 19 tembakan, sementara rivalnya hanya tujuh tembakan.
“Dari dalam lapangan saya memiliki pandangan yang sama (dengan pelatih), bahwa kami bermain lebih baik. Namun, itulah sepak bola. Dalam sepak bola, tim yang lebih baik tidak selalu menang,” ucapnya.
Namun dalam sepak bola, statistik saja tidak ada artinya jika hasilnya kekalahan. Calonego cukup menyayangkan banyaknya peluang yang belum bisa dikonversi menjadi lebih dari satu gol.
“Sekali lagi kami menciptakan banyak peluang, namun kami tidak efektif dalam mencetak gol dan hal itulah yang akhirnya berujung pada kekalahan. Tidak banyak yang bisa dikatakan,” pungkas Calonego.