← Beranda
Bonek Kecewa! Persebaya Surabaya Disalip Dewa United, Kans Tembus 4 Besar Kian Menipis
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 11 Mei 2026 | 17.21 WIB
Pemain Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan sejumlah peluang saat ditahan imbang Persis Solo 0-0 di Stadion Manahan. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Bonek kecewa setelah Persebaya Surabaya gagal menang saat menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5/2026). Hasil imbang 0-0 membuat posisi Persebaya Surabaya turun ke peringkat lima klasemen Super League 2025/2026 usai disalip Dewa United FC, sementara kompetisi hanya menyisakan dua pertandingan lagi.

Kekecewaan langsung membanjiri media sosial setelah peluang Persebaya Surabaya menembus empat besar makin berat. Banyak suporter menilai hasil imbang di kandang Persis Solo menjadi pukulan besar di fase akhir musim.

“Bisakah kita finis di posisi 4 besar dengan 2 pertandingan tersisa?” tulis salah satu fanbase suporter. Komentar itu muncul karena posisi Green Force kini tertinggal satu poin dari Dewa United FC di klasemen sementara.

“Padahal banyak peluang,” tulis fanbase lainnya. Ada pula suporter yang mulai pesimistis melihat peluang finis di empat besar musim ini.

“Peringkat 4 sulit,” tulis akun suporter lainnya. Reaksi tersebut mencerminkan besarnya ekspektasi Bonek setelah sebelumnya Persebaya Surabaya sempat mencatat tiga kemenangan beruntun.

Mengapa Persebaya Surabaya Gagal Menang di Manahan?

Persebaya Surabaya sebenarnya tampil cukup dominan sepanjang pertandingan melawan Persis Solo.

Bruno Moreira dan kolega beberapa kali mampu menekan lini belakang tuan rumah dan menciptakan peluang berbahaya.

Sepanjang laga, Green Force mencatat lima tembakan tepat sasaran. Namun, solidnya pertahanan Persis Solo membuat seluruh peluang gagal dikonversi menjadi gol kemenangan.

Pelatih Bernardo Tavares mengakui pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Dia menilai para pemainnya sudah tampil cukup baik terutama pada babak pertama.

Baca Juga: Manchester City dan Arsenal dalam Kendali Crystal Palace, Bisa Jadi Laga Penentu Juara Premier League

“Menurut saya pertandingan berjalan sangat intens. Pada babak pertama, kami sebenarnya memiliki lebih banyak peluang dibanding lawan. Hingga sekitar 15 menit pertama kami mampu mengontrol permainan dengan cukup baik,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Persis Solo tampil disiplin dengan strategi menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat.

Situasi itu membuat Persebaya Surabaya kesulitan menemukan ruang di area pertahanan lawan.

“Persis lebih banyak menunggu dan mencoba memanfaatkan situasi transisi. Mereka juga berusaha menutup ruang agar kami sulit mengembangkan permainan,” imbuhnya.

Peluang Emas Terbuang Jadi Penyesalan

Bernardo Tavares juga menyoroti penyelesaian akhir timnya yang belum maksimal. Dia menilai hasil pertandingan sebenarnya bisa berbeda apabila peluang yang tercipta mampu dimanfaatkan dengan lebih efektif.

“Jika kami bisa memaksimalkan peluang-peluang di babak pertama maupun kedua, mungkin hasilnya akan berbeda dan kami punya peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Meski gagal memperpanjang tren kemenangan, Tavares tetap mengapresiasi kerja keras seluruh pemainnya.

Dia menilai satu poin di Stadion Manahan tetap penting mengingat Persis Solo dikenal cukup kuat saat bermain di kandang sendiri.

“Tentu kami ingin menang, tetapi satu poin di stadion yang sulit seperti ini tetap harus disyukuri. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang sudah berjuang keras,” pungkasnya.

Hasil imbang tersebut sekaligus menghentikan momentum positif Persebaya Surabaya yang sebelumnya sukses meraih tiga kemenangan beruntun.

Tambahan satu poin ternyata belum cukup menjaga posisi Green Force di papan atas klasemen.

Klasemen Super League Bikin Posisi Green Force Terancam

Persaingan papan atas Super League 2025/2026 kini semakin ketat memasuki dua laga terakhir musim ini. Persebaya Surabaya harus rela turun ke posisi lima dengan koleksi 52 poin dari 32 pertandingan.

Sementara itu, Dewa United FC berhasil naik ke posisi empat dengan 53 poin. Selisih satu angka membuat peluang Green Force finis di empat besar masih terbuka, tetapi situasinya kini jauh lebih sulit.

Berikut klasemen sementara Super League 2025/2026:

1. Persib Bandung — 75 poin
2. Borneo Samarinda — 72 poin
3. Persija Jakarta — 65 poin
4. Dewa United FC — 53 poin
5. Persebaya Surabaya — 52 poin

Dewa United FC juga sedang berada dalam tren positif setelah meraih empat kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Sebaliknya, Persebaya Surabaya mulai kehilangan momentum usai hanya bermain imbang di kandang Persis Solo.

Situasi tersebut membuat dua pertandingan sisa musim ini menjadi sangat krusial bagi Green Force.

Persebaya Surabaya wajib menyapu bersih kemenangan sambil berharap Dewa United FC terpeleset jika ingin kembali masuk empat besar klasemen akhir.

Tekanan terhadap tim juga dipastikan semakin besar karena ekspektasi Bonek masih tinggi. Apalagi performa tim sebenarnya cukup stabil dalam beberapa pekan terakhir sebelum akhirnya tertahan di Stadion Manahan.

Kini, peluang finis di empat besar bukan lagi sepenuhnya berada di tangan Persebaya Surabaya. Green Force harus bekerja lebih keras dan berharap hasil tim pesaing berpihak dalam dua pekan terakhir Super League 2025/2026.

Baca Juga: Profil Adam Alis: Mantan Gelandang Persija Jakarta yang Jadi Pahlawan Persib Bandung di Stadion Segiri

EDITOR: Hendra