JawaPos.com — Persis Solo gagal memanfaatkan laga kandang usai ditahan imbang Persebaya Surabaya tanpa gol pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (9/5/2026) malam.
Hasil ini membuat suasana ruang ganti Laskar Sambernyawa penuh evaluasi karena target kemenangan demi mengamankan posisi di klasemen belum tercapai.
Mengapa Persis Solo Gagal Menang di Manahan?
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui timnya tidak memulai pertandingan dengan baik saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Menurutnya, beberapa instruksi tak berjalan maksimal sehingga permainan Persis Solo sempat sulit berkembang pada awal laga.
Milo menyebut para pemain baru menemukan ritme permainan pada 15 menit terakhir babak pertama. Momentum itu kemudian berlanjut pada babak kedua ketika Persis Solo tampil lebih agresif dan mendominasi jalannya pertandingan.
“Di babak kedua, Persis lebih mendominasi hanya saja kita kesulitan mencetak gol. Dan ada beberapa momen para pemain terburu-buru ingin mencetak gol sehingga terjadi kesalahan-kesalahan yang jika lebih sabar mungkin bisa maksimal (tercipta gol),” kata Milo usai pertandingan.
Persis Solo memang tampil lebih berani setelah turun minum dengan tekanan intens ke pertahanan Green Force. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol kemenangan.
Situasi itu membuat atmosfer ruang ganti Persis Solo seusai laga dipenuhi rasa kecewa. Apalagi tambahan satu poin belum cukup aman bagi Laskar Sambernyawa dalam persaingan papan bawah Super League musim ini.
Persebaya Surabaya Diakui Jadi Lawan Sulit
Milo secara terbuka mengakui kualitas Persebaya Surabaya menjadi salah satu faktor sulitnya Persis Solo meraih kemenangan. Pelatih asal Bosnia tersebut menilai Green Force memiliki komposisi pemain yang solid dan mampu menjaga organisasi permainan sepanjang laga.
“Menghadapi Persebaya bukan mudah, mereka adalah tim yang berkualitas meskipun di babak kedua kita lebih mendominasi. Namun memang disayangkan kita tidak bisa mencetak gol,” paparnya.
Meski gagal menang, Persis Solo sebenarnya mampu memperlihatkan peningkatan intensitas permainan pada babak kedua. Beberapa peluang sempat tercipta melalui skema serangan cepat dan tekanan dari sisi sayap.
Sayangnya, lini depan Persis Solo belum cukup tenang saat memasuki area kotak penalti lawan. Kondisi itu membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia hingga pertandingan berakhir tanpa gol.
Laga kontra Persebaya Surabaya juga memperlihatkan mental bertanding Persis Solo yang masih perlu diperbaiki.
Saat peluang emas datang, para pemain terlihat terlalu terburu-buru sehingga keputusan akhir di depan gawang menjadi kurang efektif.
Baca Juga: Peluang Emas Terbuang! Persebaya Surabaya Ditahan Persis Solo Tanpa Gol di Manahan
Dukungan Suporter Jadi Energi Tambahan
Di tengah hasil mengecewakan tersebut, Milo tetap memberikan apresiasi besar kepada para suporter Persis Solo yang memenuhi Stadion Manahan.
Dukungan sepanjang pertandingan dinilai menjadi energi penting bagi para pemain untuk terus berjuang hingga akhir musim.
“Saya mengucapkan terima kasih ke suporter karena memberikan dukungan yang subjektif kepada para pemain. Dan kita akan terus berjuang karena kita masih punya kesempatan. Kita akan segera melakukan evaluasi pertandingan ini,” tuturnya.
Atmosfer Stadion Manahan memang tetap hidup meski pertandingan berjalan ketat tanpa gol. Suporter terus memberikan dukungan penuh agar Persis Solo mampu mencetak gol kemenangan di kandang sendiri.
Hasil imbang ini membuat tekanan kepada Persis Solo semakin besar menjelang laga-laga tersisa musim ini. Evaluasi menyeluruh dipastikan menjadi fokus utama tim pelatih agar peluang bertahan di kasta tertinggi tetap terbuka.
Milo juga menegaskan timnya belum menyerah dalam perburuan poin penting di akhir musim. Dia ingin para pemain segera bangkit dan memperbaiki kekurangan terutama dalam efektivitas penyelesaian akhir.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Imbang Lawan Persis Solo, Andhika Ramadhani Lanjutkan Tren Clean Sheet
Luka Dumancic Yakin Persis Solo Bisa Bertahan
Bek Persis Solo, Luka Dumancic, memastikan seluruh pemain sudah berjuang maksimal menghadapi Persebaya Surabaya. Dia menilai Persis Solo sebenarnya tampil lebih dominan terutama pada babak kedua.
“Pemain sudah melakukan segalanya dan kita sudah lihat mungkin secara keseluruhan kita lebih mendominasi dan lebih unggul dari segi permainan di babak kedua. Namun kita kurang beruntung karena tidak bisa mencetak gol,” bebernya.
Luka menilai kegagalan memanfaatkan peluang menjadi pelajaran penting bagi Persis Solo menjelang pertandingan berikutnya. Dia optimistis timnya masih memiliki peluang besar untuk bertahan di kompetisi musim depan.
“Kita akan lebih berjuang hingga akhir karena kita punya peluang untuk bertahan. Dan saya harap semua pihak untuk terus percaya pada kami dan kami akan terus berjuang untuk klub ini,” imbuhnya.
Optimisme itu menjadi modal penting bagi Persis Solo di tengah tekanan persaingan papan bawah yang semakin ketat.
Para pemain kini dituntut tampil lebih konsisten agar tidak kehilangan poin penting pada sisa pertandingan musim ini.
Hasil imbang tanpa gol melawan Persebaya Surabaya memang terasa pahit bagi Laskar Sambernyawa. Namun, semangat untuk bangkit masih terlihat kuat di ruang ganti Persis Solo demi menjaga asa bertahan di Super League 2025/2026.