← Beranda
Malik Risaldi dan Koko Ari Cedera! Persebaya Surabaya Ditahan Persis Solo 0-0, Bernardo Tavares Puyeng!
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 11 Mei 2026 | 01.41 WIB
Pemain Persebaya Surabaya Koko Ari saat menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya gagal membawa pulang kemenangan usai bermain imbang melawan Persis Solo pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (9/5/2026) malam. Green Force kehilangan sejumlah pemain akibat cedera di tengah pertandingan hingga membuat pelatih Bernardo Tavares harus melakukan improvisasi besar demi menjaga keseimbangan tim.

Pertandingan berlangsung intens sejak menit awal dengan Persebaya Surabaya tampil dominan pada babak pertama. Tim tamu bahkan mampu mengontrol jalannya laga dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding Persis Solo.

“Saya pikir ini adalah pertandingan yang intens. Pada babak pertama, saya rasa Persebaya mendapatkan lebih banyak peluang daripada tim lawan. Sampai menit ke-15 (akhir babak pertama), kami mendominasi dan mengontrol permainan,” ujar Bernardo Tavares.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menilai Persis Solo sengaja bermain lebih menunggu dan mengandalkan skema serangan balik. Situasi tersebut sempat mampu diantisipasi dengan baik oleh Persebaya Surabaya pada paruh pertama pertandingan.

“Di babak pertama, Persis Solo memberikan bola kepada kami dan mencoba mengandalkan transisi ofensif serta bola mati (set pieces),” imbuhnya.

Baca Juga: Peluang Emas Terbuang! Persebaya Surabaya Ditahan Persis Solo Tanpa Gol di Manahan

Cedera Malik Risaldi dan Koko Ari Jadi Titik Balik

Masalah besar mulai datang ketika Persebaya Surabaya kehilangan dua pemain penting akibat cedera. Malik Risaldi harus ditarik keluar saat jeda babak pertama, sedangkan Koko Ari menyusul keluar pada awal babak kedua.

“Saat jeda babak pertama, kami harus mengganti Malik karena dia cedera. Di awal babak kedua, kami harus menarik keluar Koko karena dia cedera,” kata Bernardo Tavares.

Kondisi tersebut membuat ritme permainan Green Force langsung berubah drastis. Persebaya Surabaya kehilangan keseimbangan terutama dalam membangun serangan dan menjaga tempo permainan.

Situasi makin sulit karena Bruno Moreira juga belum berada dalam kondisi terbaik setelah pulih dari cedera. Bernardo Tavares akhirnya memilih menarik sang pemain demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Kami juga harus menarik Bruno karena dia baru pulih dari cedera, dia tidak memiliki stamina dan ketahanan yang sempurna untuk membantu tim secara penuh, namun dia sudah mencoba berkorban dan kami mengapresiasi itu,” sambungnya.

Baca Juga: Hasil Persis Solo vs Persebaya Surabaya: Laskar Sambernyawa Kesulitan Tembus Green Force di Babak Pertama!

Bernardo Tavares Terpaksa Improvisasi Posisi Pemain

Cedera yang menimpa beberapa pemain inti membuat Bernardo Tavares harus melakukan banyak perubahan taktik. Sejumlah pemain dimainkan di posisi berbeda demi menjaga struktur permainan tetap berjalan.

Nama-nama seperti Ichsan Kurniawan, Dimas Drajad, hingga Tata harus tampil dengan peran yang tidak biasa. Meski begitu, Bernardo Tavares tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya di lapangan.

“Lihat pemain yang masuk seperti Ichsas, Dimas, Tata. Saya harus mengapresiasi sikap yang mereka tunjukkan di dalam lapangan, terkadang bukan dengan performa terbaik, tapi menunjukkan sikap (juang),” tutur mantan pelatih PSM Makassar itu.

Perubahan posisi pemain memang membuat permainan Persebaya Surabaya tidak seagresif babak pertama. Namun Green Force tetap mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya meski kondisi tim tidak ideal.

Salah satu peluang terbaik lahir melalui sundulan Bruno Moreira pada menit ke-56. Sayangnya, peluang tersebut masih mampu diamankan penjaga gawang Persis Solo.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Imbang Lawan Persis Solo, Andhika Ramadhani Lanjutkan Tren Clean Sheet

Persis Solo Bangkit di Babak Kedua

Persis Solo tampil jauh lebih agresif setelah turun minum. Tim tuan rumah mulai berani menekan dan memanfaatkan kondisi Persebaya Surabaya yang kehilangan beberapa pemain inti.

Pergantian pemain yang dilakukan Persis Solo juga memberikan dampak besar terhadap intensitas serangan mereka. Situasi ini membuat Green Force lebih banyak bertahan pada babak kedua.

“Di babak kedua, masalah kami dimulai. Banyak pemain yang harus keluar. Sayangnya, banyak pemain yang tidak bisa membantu kami saat itu. Kami harus menempatkan pemain di posisi yang berbeda,” sambung Bernardo Tavares.

Meski berada dalam tekanan, Persebaya Surabaya masih mampu menjaga organisasi permainan dengan cukup baik. Lini belakang Green Force tetap disiplin hingga pertandingan berakhir.

Hasil imbang di Stadion Manahan akhirnya tetap disyukuri Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu menilai satu poin tetap penting mengingat situasi sulit yang dialami timnya sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo

Persebaya Surabaya Tetap Bertahan di Lima Besar

Tambahan satu poin membuat Persebaya Surabaya kini mengoleksi 52 poin dari 32 pertandingan. Green Force masih bertahan di posisi kelima klasemen sementara Super League 2025/2026.

Hasil tersebut sekaligus menghentikan tren kemenangan Persebaya Surabaya dalam beberapa laga terakhir. Namun kondisi cedera pemain membuat hasil imbang tetap dianggap cukup positif oleh tim pelatih.

“Jadi saya pikir ini hasil yang bagus, ditambah dengan semua situasi yang terjadi selama pertandingan dengan banyaknya pemain yang cedera atau tidak bisa lanjut dan harus bermain di posisi berbeda,” kata Bernardo Tavares.

Persebaya Surabaya kini harus fokus memulihkan kondisi pemain jelang dua laga terakhir musim ini. Cedera Malik Risaldi dan Koko Ari tentu menjadi perhatian serius karena keduanya merupakan bagian penting dalam skema permainan Green Force.

Jika kondisi para pemain tidak segera membaik, situasi tersebut bisa memengaruhi peluang Persebaya Surabaya untuk finis di papan atas klasemen akhir. Bernardo Tavares pun dituntut kembali menemukan solusi cepat demi menjaga konsistensi tim pada sisa kompetisi.

EDITOR: Banu Adikara