JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi ujian emosional saat bertandang ke markas Persis Solo di Stadion Manahan Solo, Sabtu (9/5) malam, pada lanjutan Super League 2025/2026. Dua eks pemain Green Force, Dejan Tumbas dan Kadek Raditya, kini justru menjadi ancaman serius yang wajib diwaspadai Bernardo Tavares demi menjaga momentum di papan atas klasemen.
Pertemuan Persebaya Surabaya melawan Persis Solo memang selalu menghadirkan tensi tinggi dalam beberapa musim terakhir.
Kali ini, duel semakin menarik karena ada cerita reuni dua mantan pemain Green Force yang berpotensi menjadi pembeda di lapangan.
Mengapa Dejan Tumbas Jadi Ancaman Serius untuk Persebaya Surabaya?
Bernardo Tavares secara khusus menyoroti perkembangan Dejan Tumbas sejak meninggalkan Persebaya Surabaya dan bergabung dengan Persis Solo.
Pelatih asal Portugal itu menilai pemain tersebut mengalami perubahan peran yang membuat kontribusinya jauh lebih efektif dalam permainan Persis.
“Tumbas lebih sering bermain sebagai bek kiri di Persebaya dan sekarang lebih banyak bermain sebagai gelandang atau pemain sayap,” kata Bernardo Tavares.
Perubahan posisi itu membuat Dejan Tumbas lebih leluasa membantu serangan dan menjadi salah satu pemain penting dalam skema permainan Persis Solo.
Tak hanya fleksibel, Dejan Tumbas juga mulai menunjukkan produktivitas di lini depan bersama Persis Solo musim ini.
Bernardo Tavares bahkan menyinggung performa sang pemain saat menghadapi Bhayangkara FC yang dinilai tampil impresif dan mampu memberikan dampak nyata untuk tim.
“Kadang di satu pertandingan melawan Bhayangkara FC mulai sebagai bek kiri, tapi biasanya bermain di posisi yang berbeda, jadi dia mencetak dua gol kalau tidak salah dan performanya bagus,” imbuh pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Situasi itu membuat Persebaya Surabaya wajib ekstra waspada menghadapi pergerakan mantan pemainnya tersebut.
Kadek Raditya Mulai Menemukan Tempat di Persis Solo
Selain Dejan Tumbas, Bernardo Tavares juga memberi perhatian kepada Kadek Raditya yang kini mulai mendapat menit bermain lebih banyak bersama Persis Solo.
Situasi itu berbeda dibanding saat masih memperkuat Persebaya Surabaya yang membuatnya lebih sering berada di bangku cadangan.
Kesempatan bermain yang meningkat membuat Kadek Raditya perlahan menunjukkan perkembangan performa bersama Persis Solo.
Bernardo Tavares menilai kepindahan kedua pemain itu justru membawa dampak positif terhadap perjalanan karier masing-masing.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut mengaku menghormati para mantan pemain Green Force yang kini berkembang di klub lain.
Namun, seluruh hubungan emosional itu dipastikan tidak akan memengaruhi fokus Persebaya Surabaya ketika pertandingan dimulai.
“Kami menghormati mereka, tapi saat peluit pertandingan dimulai, kami akan fokus pada apa yang perlu kami lakukan,” ujar Bernardo Tavares.
Pernyataan itu menjadi sinyal Persebaya Surabaya tetap datang ke Solo dengan target utama membawa pulang kemenangan.
Persis Solo dalam Tekanan Besar di Zona Bawah
Persis Solo kini berada dalam posisi yang cukup berbahaya di klasemen sementara Super League 2025/2026. Tim tuan rumah membutuhkan tambahan poin untuk menjaga peluang bertahan di kompetisi kasta tertinggi musim depan.
Kondisi tersebut dipastikan membuat pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Bermain di Stadion Manahan dengan dukungan penuh suporter menjadi modal penting bagi Persis Solo untuk tampil agresif menghadapi Persebaya Surabaya.
Persis Solo diprediksi akan bermain habis-habisan demi mengamankan poin penting di kandang sendiri.
Apalagi, kemenangan atas Persebaya Surabaya bisa menjadi suntikan moral besar dalam perjuangan keluar dari tekanan papan bawah.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga datang dengan motivasi tinggi untuk menjaga tren positif.
Green Force sedang berada dalam performa cukup stabil dan ingin terus menempel tim-tim papan atas demi menjaga peluang bersaing musim ini.
Bernardo Tavares Tak Mau Persebaya Surabaya Kehilangan Momentum
Bernardo Tavares memahami laga melawan Persis Solo tidak akan berjalan mudah meski posisi kedua tim berbeda di klasemen.
Pelatih asal Portugal itu menyebut setiap tim memiliki kepentingan besar dalam pertandingan sehingga duel dipastikan berlangsung ketat.
“Tugas kami adalah mencoba memenangkan pertandingan, dan saya juga tahu tugas mereka pun ingin memenangkan pertandingan,” pungkas Bernardo Tavares.
Pernyataan tersebut menegaskan Persebaya Surabaya tidak ingin kehilangan momentum penting di tengah persaingan kompetisi yang semakin ketat.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Pincang Hadapi Persis Solo, Bernardo Tavares Tanpa Arief Catur dan Ernando Ari
Persebaya Surabaya juga wajib menjaga konsistensi permainan jika ingin terus berada dalam jalur persaingan papan atas.
Kemenangan di kandang Persis Solo akan menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri tim dalam menghadapi laga-laga berikutnya.
Sorotan kini tertuju pada bagaimana Green Force mampu meredam ancaman dari dua mantan pemainnya sendiri.
Jika gagal mengantisipasi ledakan Dejan Tumbas dan Kadek Raditya, Persebaya Surabaya bisa mendapat malam yang sulit di Stadion Manahan Solo.