JawaPos.com — Persis Solo masih dibayangi ancaman degradasi dari Super League musim ini setelah hanya mengoleksi 27 poin hingga pekan terakhir. Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta Laskar Sambernyawa tidak menyerah karena peluang bertahan masih terbuka lewat tiga laga krusial melawan Persebaya Surabaya, Dewa United, dan Persita Tangerang.
Situasi Persis Solo memang semakin menegangkan karena mereka wajib memaksimalkan sembilan poin tersisa jika ingin aman dari jurang degradasi. Kemenangan menjadi harga mati saat menghadapi Persebaya Surabaya pada 9 Mei, Dewa United pada 16 Mei, dan Persita Tangerang pada 23 Mei.
Mantan Ketua Umum Persis Solo FX Hadi Rudyatmo ikut menyoroti kondisi tersebut dengan nada penuh harapan. Dia percaya keajaiban masih bisa terjadi jika seluruh elemen tim tetap berjuang hingga akhir musim.
Baca Juga: Persis Solo di Ambang Jurang Degradasi! Manahan Jadi Arena Hidup dan Mati Lawan Persebaya Surabaya
“Ya, dengan adanya situasi dan kondisi dan prestasi Persis Solo, saya sangat berharap seandainya Persis Solo kalau nanti benar-benar terdegradasi harus berjuang keras," ujar Rudy kepada media, Rabu (6/5/2026).
Bagaimana FX Rudy Melihat Kondisi Persis Solo Saat Ini?
FX Rudy menilai situasi yang dialami Persis Solo harus menjadi evaluasi besar bagi manajemen klub. Menurutnya, ancaman turun kasta tidak boleh dianggap sepele karena perjalanan kembali ke kompetisi tertinggi sangat berat.
Dia mengingatkan pembangunan tim tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan finansial. Persis Solo harus lebih cermat memilih pemain yang benar-benar punya kualitas, loyalitas, dan mental bertarung untuk klub.
“Carilah pemain-pemain yang betul-betul potensi, tidak hanya sekedar berapa dana yang harus diberikan,” tegasnya.
Rudy menilai proses perekrutan pemain menjadi pondasi penting dalam membentuk tim yang solid. Klub harus berani mencari pemain yang lapar prestasi dan punya semangat membela kota, bukan sekadar nama besar dengan kontrak mahal.
Menurutnya, kondisi Persis Solo musim ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Jika tidak segera dibenahi, ancaman degradasi bisa berdampak panjang terhadap masa depan klub.
Kenangan Persis Solo Saat Bangkit dari Kasta Bawah
FX Rudy kemudian mengenang masa-masa sulit Persis Solo saat masih berjuang di kasta bawah sepak bola nasional. Dia menyebut pengalaman tersebut membuktikan klub ini pernah bangkit dari situasi yang tidak mudah.
Saat itu Persis Solo harus melewati perjuangan panjang mulai dari Divisi 2 pada 2005, Divisi 1 musim 2006, hingga akhirnya promosi ke Divisi Utama 2007. Keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras dan kebijakan klub yang tepat.
“Pengalaman ini pernah kami lakukan ketika Persis Solo masih dalam perjuangan di Divisi 2 (kasta ketiga, 2005), Divisi 1 (kasta kedua di musim 2006), terus ingin masuk ke Liga Utama (Divisi Utama 2007) waktu itu. Divisi 1 ke Divisi Utama akhirnya waktu itu berhasil,” ucapnya.
Rudy mengatakan keberhasilan Persis Solo kala itu tidak lepas dari keberanian memberi ruang lebih besar kepada pemain lokal Kota Solo. Semangat juang pemain daerah dinilai menjadi energi utama kebangkitan klub.
“Nah, sehingga pada saat kita berjuang, tujuan utamanya adalah bagaimana yang dilakukan oleh para atlet-atlet sepak bola yang kita rekrut dan lebih mengutamakan pemain-pemain Kota Solo,” lanjut Rudy.
Baca Juga: Bernardo Tavares Wanti-Wanti Persebaya Surabaya! Persis Solo Bisa Jadi Batu Sandungan di Manahan
Dia menilai pendekatan tersebut terbukti efektif karena para pemain memiliki ikatan emosional kuat terhadap klub. Mentalitas itu membuat tim mampu berkembang secara bertahap hingga akhirnya promosi.
“Nyatanya bisa berhasil dari Divisi 1 masuk menjadi Divisi Utama. Nah, setelah itu kan diubah sekarang ini namanya menjadi Liga 1 dan Liga 2,” katanya.
Tiga Pertandingan Penentuan Nasib Persis Solo
Persis Solo kini berada dalam tekanan besar karena hanya menyisakan tiga pertandingan musim ini. Setiap laga akan menentukan apakah mereka tetap bertahan atau justru turun kasta.
Laga melawan Persebaya Surabaya menjadi ujian pertama yang sangat berat. Setelah itu Persis Solo juga harus menghadapi Dewa United dan Persita Tangerang yang sama-sama tidak mudah ditaklukkan.
Dalam klasemen sementara, Semen Padang dan PSBS Biak sudah dipastikan terdegradasi meski kompetisi masih menyisakan tiga pekan. Artinya tinggal satu tiket degradasi yang kini diperebutkan beberapa klub.
Persis Solo menjadi tim dengan posisi paling rawan karena baru mengumpulkan 27 poin. Mereka masih harus bersaing dengan Persijap Jepara yang memiliki 31 poin, Madura United dengan 32 poin, dan PSM Makassar yang mengoleksi 34 poin.
Secara matematis setiap tim masih berpeluang menambah sembilan poin dari tiga laga sisa. Namun tekanan terbesar kini ada di kubu Persis Solo karena margin kesalahan sudah hampir tidak ada.
Pesan FX Rudy untuk Suporter Persis Solo
Selain menyoroti persoalan teknis tim, FX Rudy juga memberikan perhatian besar kepada suporter Persis Solo. Dia meminta seluruh pendukung tetap menjaga situasi kondusif di tengah tekanan besar yang dialami tim.
Menurut Rudy, dukungan suporter sangat dibutuhkan pemain dalam fase krusial seperti sekarang. Karena itu dia berharap tidak ada tindakan yang justru merugikan klub.
“Mari kita bersama-sama para suporter berilah perhatian yang serius, objektif, jangan hal-hal yang tidak diinginkan akan muncul kembali. Jagalah persatuan dan kesatuan demi Persis Solo yang kita cintai,” tandasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat penting karena atmosfer dukungan bisa memengaruhi mental pemain di lapangan. Persis Solo kini membutuhkan kebersamaan seluruh elemen untuk bertahan di Super League musim depan.