← Beranda
Persis Solo di Ambang Jurang Degradasi! Manahan Jadi Arena Hidup dan Mati Lawan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 9 Mei 2026 | 16.04 WIB
Penyerang Persis Solo Dejan Tumbas mengungkap kondisi mental dan persiapan tim jelang duel krusial melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan. (Persis)

 

JawaPos.com — Persis Solo menghadapi laga penentuan saat menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (9/5/2026). Duel ini menjadi pertaruhan besar bagi Laskar Sambernyawa yang masih terjebak di zona degradasi dan wajib meraih tiga poin demi menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Dengan kompetisi hanya menyisakan tiga pertandingan, setiap poin kini terasa sangat mahal bagi Persis Solo. Kekalahan bisa membuat langkah mereka semakin dekat ke jurang degradasi, sedangkan kemenangan membuka peluang keluar dari tekanan besar yang membayangi sepanjang musim.

Persis Solo Terdesak, Tiga Poin Jadi Harga Mati

Situasi Persis Solo saat ini belum sepenuhnya aman karena mereka masih berkutat di papan bawah klasemen Super League 2025/2026. Posisi tersebut membuat laga kontra Persebaya Surabaya berubah menjadi pertandingan hidup mati bagi wakil Kota Bengawan.

Baca Juga: Hentikan Laju Persebaya Surabaya! Milomir Seslija Pasang Target Wajib Menang untuk Selamatkan Persis Solo

Tekanan semakin berat karena lawan yang datang ke Stadion Manahan sedang berada dalam performa impresif. Persebaya Surabaya baru saja menghancurkan PSBS Biak dengan skor telak 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo dan hasil itu memastikan PSBS turun ke Championship musim depan.

Kondisi tersebut membuat Persis Solo wajib tampil sempurna di depan pendukung sendiri. Mereka tidak hanya dituntut menang, tetapi juga harus mampu mengatasi tekanan mental dalam situasi kompetisi yang semakin menegangkan.

Pelatih Persis Solo Milomir Seslija memahami besarnya arti pertandingan tersebut bagi timnya. Juru taktik asal Bosnia itu meminta seluruh pemain tetap fokus terhadap rencana permainan demi mewujudkan target bertahan di Liga 1.

Baca Juga: Pantang Gentar Lawan Persis Solo di Manahan! Persebaya Surabaya Kejar Tiga Poin demi Tiket Empat Besar

“Kita tahu apa arti pertandingan ini bagi kita semua. Kita harus tetap berpegang pada rencana kita, kita harus bermain untuk satu sama lain, untuk para penggemar, untuk klub. Kita harus berlari menuju mimpi kita, tujuan kita, untuk sukses dan bertahan di liga,” ujar Milo.

Persebaya Surabaya Datang dengan Mental Tinggi

Persebaya Surabaya dipastikan datang ke Solo dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan besar pada laga sebelumnya. Produktivitas lini depan Green Force juga sedang menanjak setelah mampu mencetak empat gol tanpa balas ke gawang PSBS Biak.

Baca Juga: Bernardo Tavares Wanti-Wanti Persebaya Surabaya! Persis Solo Bisa Jadi Batu Sandungan di Manahan
Performa tersebut menjadi alarm serius bagi Persis Solo yang tengah berada dalam tekanan besar. Apalagi Persebaya Surabaya dikenal memiliki organisasi permainan yang solid serta agresif dalam memanfaatkan ruang serangan.

Milomir Seslija mengakui tim tamu sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Namun ia tetap melihat laga ini sebagai peluang besar bagi Persis Solo untuk bangkit dan menunjukkan karakter mereka di tengah situasi sulit.

“Sekarang kita memiliki suasana yang lebih baik, kita memiliki lawan hebat yang memiliki performa sangat bagus, dan ini adalah kesempatan bagus bagi kita semua untuk menjadi lebih baik, untuk tetap berpegang pada rencana kita, untuk lebih disiplin secara taktis, terorganisir, dan bermain sebagai tim,” lanjutnya.

Persis Solo diperkirakan akan bermain lebih disiplin dan berhati-hati demi meredam agresivitas Persebaya Surabaya. Fokus utama Milo tampaknya bukan hanya mencuri gol, tetapi memastikan timnya tetap solid sepanjang pertandingan.

Atmosfer Stadion Manahan Jadi Kekuatan Tambahan

Salah satu faktor yang diyakini bisa membantu Persis Solo keluar dari tekanan ialah dukungan penuh suporter di Stadion Manahan. Atmosfer kandang kembali terasa setelah sebelumnya Persis sempat menjalani laga tanpa kehadiran penonton akibat sanksi.

Baca Juga: Dejan Tumbas Siap Gebuk Mantan, Francisco Rivera Fokus 3 Poin! Persis Solo vs Persebaya Surabaya Kian Panas!

Kembalinya dukungan suporter dianggap menjadi suntikan moral yang sangat penting dalam momen kritis seperti sekarang. Persis Solo membutuhkan energi tambahan untuk menjaga mental bertanding di tengah tekanan degradasi.

Milo menyebut dukungan dari tribun bisa menjadi pembeda dalam pertandingan sebesar ini. Ia berharap para pemain mampu memanfaatkan atmosfer kandang untuk tampil lebih berani dan penuh determinasi sepanjang laga.

“Kami ingin mencapai mimpi dan juga tujuan besar kami untuk bisa bertahan di Liga 1. Besok tidak akan mudah, tapi kami akan didukung oleh suporter kita. Situasi ini akan menjadi lebih baik bagi tim juga,” katanya.

Baca Juga: Update Klasemen Super League: Dewa United Tembus Empat Besar, Gusur Malut United dan Persebaya Surabaya!

Manahan memang dikenal memiliki atmosfer kuat ketika dipenuhi pendukung Persis Solo. Tekanan dari tribun diyakini bisa memberi energi tambahan bagi tuan rumah sekaligus mengganggu konsentrasi lawan.

Tiga Laga Tersisa, Persis Solo Tak Punya Pilihan Selain Menang

Persis Solo kini memasuki fase paling menentukan musim ini karena kompetisi hanya menyisakan tiga pertandingan. Situasi tersebut membuat setiap kesalahan bisa berdampak fatal terhadap nasib mereka musim depan.

Kemenangan atas Persebaya Surabaya akan menjadi modal besar untuk menjaga peluang bertahan di Liga 1. Sebaliknya, hasil buruk bisa membuat tekanan semakin besar menjelang dua laga terakhir musim ini.

Pertandingan ini juga diprediksi berlangsung penuh tensi karena kedua tim memiliki kepentingan berbeda. Persebaya Surabaya ingin menjaga momentum positif, sedangkan Persis Solo berjuang menyelamatkan nasib mereka dari ancaman degradasi.

Persis Solo dipastikan akan tampil habis-habisan demi mempertahankan asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional. Stadion Manahan pun bakal menjadi saksi apakah Laskar Sambernyawa mampu bangkit atau semakin dekat menuju jurang degradasi.

EDITOR: Edi Yulianto