JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, angkat bicara soal timnya yang sudah tujuh tahun lamanya tidak bisa memainkan laga kandang melawan Persib Bandung di Jakarta. Souza mengatakan hal tersebut sesuatu yang aneh dan perlu adanya perubahan.
Persija Jakarta akan berduel melawan Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026. Duel klasik tersebut digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/7/2026) pukul 15.30 WIB.
Pemindahan lokasi duel klasik tersebut diambil setelah I.League melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Dengan berbagai pertimbangan, pihak kepolisian pun tak memberikan izin keamanan untuk menggelar laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di Ibu Kota.
Tujuh Tahun
Kegagalan bermain di Jakarta saat menjamu Persib Bandung sekaligus memperpanjang catatan pahit Macan Kemayoran -julukan Persija Jakarta. Sudah tujuh tahun lamanya Persija Jakarta tidak menghadapi rivalnya tersebut di kotanya sendiri sejak 2019.
Menanggapi hal itu, Souza berharap situasi tersebut bisa segera berubah. Juru taktik asal Brasil itu menyampaikan, pertandingan kandang adalah hal krusial bagi sebuah tim. Jadi, menurutnya akan sangat aneh ketika sebuah tim tidak bisa menggelar laga kandang di kotanya sendiri.
“Ya, saya berharap hal itu bisa berubah. Sejujurnya, menurut saya ini sesuatu yang absurd. Sepak bola adalah hal yang sangat serius,” kata Souza saat ditemui wartawan termasuk JawaPos.com di Persija Training Ground, Kamis (7/5/2026).
“Lihat saja berapa banyak orang yang terlibat di dalamnya. Jadi, ketika Anda tidak bisa bermain di kandang sendiri melawan tim tertentu, itu terasa sangat aneh,” sambungnya.
Souza berharap situasi ini bisa segera menemukan solusi. Eks pelatih Madura United itu sangat sedih karena Persija Jakarta tidak bisa menjamu Persib Bandung di Jakarta. Padahal, Macan Kemayoran bakal didukung oleh puluhan ribu Jakmania.
“Kalau dalam tujuh tahun kami belum juga mampu menemukan strategi agar bisa bermain di Jakarta melawan Bandung, saya hanya merasa sedih karena saya tidak setuju dengan situasi ini,” ucapnya.
“Kami seharusnya bermain di kandang sendiri, di depan suporter kami. Harus ada sesuatu yang dilakukan. Tidak mungkin kita tidak mampu mengelola sebuah pertunjukan sebesar ini,” pungkas Souza.