← Beranda
Rumit, Repot, Njelimet! El Clasico Indonesia Antara Persija vs Persib Batal Digelar di Jakarta, Ketum Jak Mania: Kita Semua Gagal
Andre Rizal HanafiJumat, 8 Mei 2026 | 00.29 WIB
Ketua The Jakmania Diky Soemarno. (Instagram diky soemarno)

 

JawaPos.com - Laga panas bertajuk El Clasico Liga Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dipastikan tidak digelar di Jakarta seperti rencana awal. Ketua Umum Jak Mania, Diky Soemarno menuturkan bahwa ini merupakan sebuah bentuk kegagalan semua pihak.

Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 itu resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.

Keputusan tersebut langsung memunculkan berbagai reaksi dari pendukung kedua tim, khususnya Jak Mania yang berharap pertandingan bisa berlangsung di kandang Macan Kemayoran.

Atmosfer duel klasik yang biasanya penuh gengsi dan dukungan langsung dari tribun akhirnya harus berubah karena laga dimainkan jauh dari ibu kota.

Baca Juga: Bobotoh Bakar Semangat Pemain Persib Bandung Jelang Lawan Persija Jakarta, Marc Klok: Kita Bertarung Buat Kalian! 

Respons kemudian datang dari Ketua Umum Jak Mania, Diky Soemarno. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan rasa kecewa sekaligus pesan agar para suporter tidak saling menyalahkan atas situasi yang terjadi.

Dalam unggahannya di akun Instagram @dikysoemarno, Diky mengakui bahwa semua pihak merasa gagal karena pertandingan besar tersebut batal dimainkan di Jakarta.

Menurutnya, seluruh pendukung Persija tentu memiliki keinginan yang sama, yakni mendukung tim secara langsung di kota sendiri.

Baca Juga: Unbelievable! Reaksi Fabio Calonego Usai Laga Persija Jakarta Lawan Persib Bandung Digelar di Stadion Segiri

Ia juga menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini harus diterima bersama tanpa perlu memunculkan asumsi liar maupun mencari kambing hitam. Diky meminta seluruh elemen tetap fokus memperbaiki situasi ke depan agar kejadian serupa tidak terus terulang.

“Kita semua gagal, gagal karena pertandingan Persija vs Persib tidak jadi dimainkan di Jakarta,” tulis Diky dalam unggahan tersebut.

Diky menilai keputusan pemindahan venue memang terasa berat bagi suporter. Selain jarak yang cukup jauh, keberangkatan menuju Samarinda juga membutuhkan tenaga, waktu, biaya, dan usaha lebih besar dibanding bermain di Jakarta.

Rumit, Repot, Njelimet

Meski demikian, ia tetap mengajak Jak Mania untuk tidak meninggalkan Persija dalam kondisi apa pun.

Dukungan kepada tim disebutnya tetap menjadi hal paling penting di tengah situasi yang rumit.

Unggahan tersebut juga diberi caption singkat bernada emosional, “rumit, repot, njelimet #PersijaSelamanya”.

Baca Juga: Dari Ketua Panpel Sampai Pelatih, Kecewa Semuanya! Persija Terpaksa Hadapi Persib di Segiri

Laga Persija kontra Persib memang selalu menjadi salah satu pertandingan paling dinanti dalam sepak bola Indonesia.

Rivalitas panjang kedua tim membuat duel ini memiliki tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan.

Pemindahan venue ke Samarinda pun dipastikan menghadirkan suasana berbeda dibanding biasanya. Namun perhatian publik tetap tertuju pada pertandingan yang diprediksi kembali berlangsung sengit dan penuh gengsi tersebut.

EDITOR: Banu Adikara