JawaPos.com — Persebaya Surabaya dipastikan tanpa Arief Catur Pamungkas saat menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (9/5) malam, setelah sang bek terkena akumulasi kartu kuning. Absennya pemain bertahan itu menjadi ujian penting di tengah performa impresif Green Force yang sedang mencatat tiga kemenangan beruntun dengan 10 gol dan tanpa kebobolan.
Mengapa Arief Catur Pamungkas Harus Absen?
Arief Catur Pamungkas resmi terkena sanksi larangan bermain setelah mengoleksi total tujuh kartu kuning sepanjang musim Super League 2025/2026.
Tiga kartu kuning terakhir diterimanya dalam tiga pertandingan berbeda sehingga membuatnya masuk fase akumulasi berikutnya.
Kartu kuning pertama dalam fase ini didapat saat Persebaya Surabaya kalah 0-3 dari Persija Jakarta pada pekan ke-27 tepat menit ke-34.
Setelah itu, dia kembali menerima kartu kuning ketika Persebaya Surabaya menang 2-0 atas Malut United pada pekan ke-29 di menit ke-59.
Akumulasi itu lengkap saat Persebaya Surabaya menghajar PSBS Biak 4-0 pada pekan ke-31. Dalam laga tersebut, Arief kembali diganjar kartu kuning pada menit ke-29 sehingga total koleksinya kini mencapai tujuh kartu kuning.
Aturan dari ILeague menegaskan pemain yang mengoleksi empat kartu kuning dalam empat pertandingan berbeda akan terkena sanksi larangan bermain satu pertandingan.
Hukuman yang sama juga berlaku pada setiap tambahan tiga kartu kuning berikutnya dalam tiga pertandingan berbeda.
“Pemain yang memperoleh akumulasi 4 (empat) kartu kuning dalam 4 (empat) pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League, tidak diperkenankan untuk bermain 1 (satu) kali pertandingan pada pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai,” tulis aturan ILeague.
“Aturan larangan satu pertandingan ini juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 (tiga) kartu kuning berikutnya dalam 3 (tiga) pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League,” lanjut regulasi tersebut.
Persebaya Surabaya Sedang Panas-panasnya
Absennya Arief datang di saat Persebaya Surabaya sedang berada dalam tren terbaik musim ini. Tiga pertandingan terakhir sukses disapu bersih dengan catatan 10 gol dan tiga clean sheet beruntun.
Baca Juga: Siap Pesta Gol Lagi! Bernardo Tavares Janjikan Persebaya Surabaya Tetap Buas di Markas Persis Solo
Produktivitas Green Force juga meningkat tajam. Total 49 gol sudah dicetak musim ini, sementara kebobolan masih berada di angka 35 gol meski grafik pertahanan mulai menunjukkan perbaikan signifikan.
Persebaya Surabaya kini mengoleksi 51 poin dan terus menempel ketat posisi empat besar klasemen sementara. Momentum positif itu menjadi modal penting sebelum melawat ke kandang Persis Solo.
Perubahan permainan terlihat cukup jelas dalam beberapa laga terakhir. Aliran bola lebih hidup, transisi berjalan cepat, dan para pemain mulai tampil lebih percaya diri saat menyerang maupun bertahan.
Kepercayaan diri itu menjadi salah satu faktor yang paling disorot pelatih Green Force Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal tersebut menilai keseimbangan permainan mulai terbentuk dengan baik di dalam timnya.
“Kuncinya adalah mencetak gol lebih banyak daripada kebobolan. Sikap tim bagus, kami berkembang dalam banyak hal. Sekarang tim mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri,” ujarnya.
“Semua orang tahu apa yang harus dilakukan saat memegang bola maupun tanpa bola,” lanjut Bernardo Tavares.
Bernardo Tavares Soroti Mentalitas Tim
Bernardo Tavares menilai atmosfer ruang ganti Persebaya Surabaya ikut berubah seiring rentetan kemenangan yang diraih timnya. Situasi positif itu membuat proses latihan berjalan lebih hidup dan respons pemain meningkat.
Menurutnya, kemenangan membuat pemain lebih mudah menerima instruksi dan menjaga konsistensi permainan.
Hal tersebut terlihat dari peningkatan intensitas serta organisasi permainan Green Force dalam beberapa laga terakhir.
“Lebih mudah bekerja dengan kemenangan dan suasana positif daripada sebaliknya. Arah latihan kami selalu konsisten dan para pemain menerimanya dengan sangat baik,” kata Bernardo Tavares.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga menyoroti peningkatan lini pertahanan Persebaya Surabaya. Tiga clean sheet beruntun disebut bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh pemain.
Pertahanan Green Force kini terlihat lebih disiplin saat melakukan transisi bertahan. Lini tengah dan lini depan juga aktif membantu menutup ruang sehingga lawan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
“Clean sheet memberikan kepercayaan diri bukan hanya untuk kiper dan lini belakang, tapi juga lini tengah dan depan karena kami menyerang bersama dan bertahan bersama,” jelasnya.
Siapa Pengganti Arief Catur di Manahan?
Kehilangan Arief Catur Pamungkas jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Apalagi laga melawan Persis Solo diprediksi berjalan ketat karena kedua tim sama-sama membutuhkan poin penting di akhir musim.
Baca Juga: Bonek Nggak Boleh Masuk Manahan! Laga Panas Persis Solo vs Persebaya Surabaya Tanpa Suporter Tamu
Bernardo Tavares kemungkinan harus mengubah komposisi lini belakang demi menjaga keseimbangan permainan. Rotasi pemain menjadi opsi paling realistis agar soliditas pertahanan tetap terjaga saat bermain di Stadion Manahan.
Meski begitu, tren positif yang sedang dimiliki Green Force membuat optimisme tetap tinggi. Kepercayaan diri pemain meningkat dan chemistry antarlini mulai terbentuk lebih kuat dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Persebaya Surabaya kini tidak hanya mengandalkan agresivitas menyerang, tetapi juga mulai menunjukkan pertahanan yang lebih disiplin.
Kombinasi itu menjadi modal penting untuk menjaga asa finis di papan atas klasemen Super League musim ini.