JawaPos.com — Nelson Alom menyampaikan pesan penuh emosi kepada Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, usai laga PSBS Biak kontra Persebaya Surabaya yang berakhir telak 0-4, Sabtu (2/5/2026). Mantan gelandang Green Force itu mengaku tetap merasakan ikatan kuat dengan Kota Pahlawan meski kini datang sebagai lawan.
Atmosfer pertandingan tak hanya menyajikan dominasi tuan rumah, tetapi juga menghadirkan momen emosional dari sosok yang pernah menjadi bagian penting Persebaya Surabaya.
Di tengah kekalahan timnya, Nelson justru mencuri perhatian lewat ungkapan hati yang tulus.
Apa Isi Pesan Haru Nelson Alom untuk Bonek?
Nelson Alom secara terbuka mengungkapkan rasa rindunya terhadap Surabaya dan Bonek setelah kembali menginjakkan kaki di Stadion Gelora Bung Tomo.
Ia menegaskan pengalaman tersebut tetap spesial meski kini berseragam PSBS Biak.
“Kemarin kita away ke Surabaya, senang rasanya bertanding kembali di Stadion Gelora Bung Tomo, stadion kebanggaan masyarakat Surabaya. Walaupun kali ini sebagai lawan, saya dan rekan-rekan saya disambut dengan hangat dan penuh respek,” ucap Nelson.
Pernyataan itu menjadi bukti hubungan emosional yang masih terjalin kuat antara pemain asal Papua tersebut dengan pendukung Persebaya Surabaya.
Bahkan dalam situasi kalah, ia tetap merasakan atmosfer yang berbeda dibanding stadion lain.
“Main dikelilingi Bonek dan Bonita euforia dan suasananya selalu berbeda dan penuh warna. Senang rasanya bisa pulang sejenak ke Kota Pahlawan. Salam satu nyali, Wani!” lanjutnya dengan penuh semangat.
Bagaimana Jalannya Laga Persebaya Surabaya vs PSBS Biak?
Persebaya Surabaya tampil dominan dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas PSBS Biak.
Empat gol tersebut tercipta seluruhnya di babak kedua setelah perubahan strategi yang dilakukan pelatih berjalan efektif.
Masuknya Bruno Moreira dan Malik Risaldi menggantikan Catur Pamungkas serta Gali Freitas menjadi titik balik permainan. Intensitas serangan meningkat signifikan hanya dalam beberapa menit setelah babak kedua dimulai.
Peluang pertama hadir lewat kerja sama Francisco Rivera dan Bruno Moreira, namun masih gagal berbuah gol. Kiper PSBS Biak berhasil menggagalkan peluang tersebut meski tekanan mulai terasa.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-53 lewat sepakan keras Milos Raickovic dari luar kotak penalti. Gol tersebut menjadi pembuka dominasi yang sulit dihentikan oleh tim tamu.
Empat menit berselang, Malik Risaldi hampir menggandakan keunggulan, namun peluang emas itu belum berbuah gol. Bola melenceng tipis di sisi gawang meski posisi sudah sangat ideal.
Siapa Pemain Kunci di Balik Kemenangan Telak Ini?
Milos Raickovic dan Francisco Rivera menjadi dua pemain paling menonjol dalam kemenangan Persebaya Surabaya. Milos mencetak dua gol penting, sementara Rivera juga menyumbang dua gol yang memastikan kemenangan mutlak.
Gol kedua Persebaya Surabaya kembali datang dari Milos pada menit ke-68 setelah memanfaatkan umpan matang Malik Risaldi. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat tekanan semakin berat bagi PSBS Biak.
Rivera kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75 usai menerima umpan Bruno Paraiba. Penyelesaian tenangnya membuat skor melebar menjadi 3-0.
Tak berhenti di situ, Rivera kembali mencetak gol kedua pada menit ke-82 lewat kerja sama apik dengan Bruno Moreira. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan telak 4-0 bagi Green Force.
Baca Juga: Rumor Panas! Mufli Hidayat Diincar Persebaya Surabaya, Bek Muda PSM Makassar Segera Bebas Kontrak
Dominasi permainan terlihat dari minimnya peluang yang mampu diciptakan PSBS Biak sepanjang laga. Bahkan hingga tambahan waktu lima menit, mereka kesulitan keluar dari tekanan.
Mengapa Momen Ini Terasa Spesial bagi Nelson Alom?
Kembalinya Nelson Alom ke Surabaya bukan sekadar laga biasa, melainkan perjalanan emosional yang sarat kenangan. Ia pernah menjadi bagian dari Persebaya Surabaya dan merasakan langsung dukungan fanatik Bonek.
Bermain sebagai lawan tentu menghadirkan perasaan campur aduk, terutama ketika harus menghadapi atmosfer yang dulu menjadi rumahnya sendiri.
Namun sambutan hangat dari suporter membuat momen tersebut terasa lebih bermakna.
Meski PSBS Biak harus menelan kekalahan telak, Nelson tetap membawa pulang pengalaman yang berharga. Ia menunjukkan sepak bola tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi juga tentang hubungan dan kenangan.
Kehadirannya di lapangan seolah menjadi pengingat ikatan antara pemain dan klub bisa bertahan lama. Bahkan ketika seragam telah berganti, rasa memiliki itu tetap hidup.
Kemenangan 4-0 menjadi sinyal kuat kebangkitan Persebaya Surabaya di kompetisi musim ini. Performa solid di babak kedua menunjukkan kedalaman skuad dan efektivitas strategi yang diterapkan.
Perubahan pemain terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan agresivitas serangan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas taktik yang bisa menjadi modal penting untuk laga-laga berikutnya.
Selain itu, kemenangan ini juga memperkuat kepercayaan diri tim di hadapan publik sendiri. Dukungan penuh dari Bonek menjadi energi tambahan yang sulit ditandingi lawan.
Persebaya Surabaya kini menunjukkan mereka bukan hanya kuat secara teknis, tetapi juga mental. Kombinasi keduanya membuat Green Force semakin berbahaya di papan persaingan.
Baca Juga: 1.000 Surat Cinta Bonek ke Bruno Moreira! Minta Bertahan dan Jadi Legenda di Persebaya Surabaya
Di balik gemilangnya kemenangan, cerita Nelson Alom justru menjadi sisi lain yang menyentuh hati. Sepak bola kembali membuktikan diri sebagai panggung emosi yang tak selalu bisa diukur dengan skor.