JawaPos.com — Persebaya Surabaya dirumorkan mengincar bek kanan PSM Makassar, Muhammad Mufli Hidayat, jelang akhir Super League 2025/2026 dengan status kontrak yang habis pada 31 Mei 2026. Ketertarikan ini muncul di tengah kebutuhan Green Force memperkuat lini belakang, sekaligus memanfaatkan peluang transfer bebas pemain muda potensial.
Kabar tersebut mencuat setelah akun @infopsby membagikan informasi yang langsung memicu perhatian Bonek dan Bonita. “Rumor, bek muda psm makassar dikabarkan akan ke persebaya musim depan,” tulisnya.
Isu ini langsung berkembang karena situasinya cukup realistis mengingat kontrak pemain berusia 20 tahun itu memang akan segera berakhir.
Apalagi, performanya bersama PSM Makassar terbilang konsisten dalam dua musim terakhir.
Siapa Muhammad Mufli Hidayat dan Mengapa Dilirik?
Muhammad Mufli Hidayat merupakan bek kanan muda kelahiran Bone, 7 Agustus 2005, yang kini menjadi bagian penting di skuad PSM Makassar.
Dalam usia yang masih sangat muda, ia sudah mencatatkan 56 pertandingan dengan kontribusi 2 gol dan 3 assist.
Kemampuannya bermain stabil di sisi kanan pertahanan membuatnya sering dipercaya tampil bersama Yuran Fernandes.
Hal ini juga yang memperkuat spekulasi ia siap naik level ke klub dengan tekanan lebih besar seperti Persebaya Surabaya.
Selain sebagai bek kanan, Mufli juga memiliki fleksibilitas bermain sebagai sayap kanan hingga penyerang depan. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah penting dalam skema permainan modern yang membutuhkan pemain serba bisa.
Baca Juga: 1.000 Surat Cinta Bonek ke Bruno Moreira! Minta Bertahan dan Jadi Legenda di Persebaya Surabaya
Kontrak Segera Habis, Momentum Transfer Terbuka Lebar
Kontrak Mufli Hidayat bersama PSM Makassar akan berakhir pada 31 Mei 2026 setelah terakhir diperpanjang pada 25 Mei 2023.
Situasi ini membuka peluang besar bagi klub lain, termasuk Persebaya Surabaya, untuk mengamankan jasanya tanpa biaya transfer.
Dalam dunia sepak bola profesional, pemain dengan usia muda, menit bermain tinggi, dan kontrak yang habis menjadi incaran utama klub.
Nilai pasarnya yang berada di angka Rp 869,08 juta juga tergolong terjangkau untuk pemain dengan pengalaman 1.654 menit bermain.
Jika tidak ada perpanjangan kontrak dari PSM Makassar dalam waktu dekat, maka peluang kepindahan Mufli akan semakin terbuka. Ini menjadi momentum krusial bagi manajemen Green Force untuk bergerak cepat.
Kebutuhan Persebaya Surabaya di Era Bernardo Tavares
Persebaya Surabaya di bawah pelatih Bernardo Tavares memang membutuhkan tambahan kekuatan di sektor bek kanan yang sudah ada Arief Catur dan Koko Ari.
Rotasi pemain dan konsistensi performa menjadi perhatian utama dalam mengarungi kompetisi panjang seperti Super League.
Masuknya pemain muda seperti Mufli bisa menjadi solusi jangka panjang sekaligus investasi tim. Dengan usia 20 tahun, ia masih memiliki ruang perkembangan yang sangat besar.
Selain itu, karakter bermainnya yang agresif dan disiplin dinilai cocok dengan filosofi permainan cepat yang kerap diterapkan. Hal ini membuat rumor transfer ini terasa masuk akal secara taktik maupun kebutuhan tim.
Baca Juga: Batal di Jakarta! Laga Panas Persija vs Persib Dipindah ke Markas Borneo FC, Jakmania Boleh Hadir
Statistik Jadi Bukti Konsistensi
Catatan statistik Mufli Hidayat bersama PSM Makassar menunjukkan kontribusi nyata di lapangan. Dari 56 pertandingan, ia mengoleksi 2 gol, 3 assist, serta hanya menerima 6 kartu kuning.
Jumlah menit bermain yang mencapai 1.654 menit juga menandakan kepercayaan pelatih terhadap kemampuannya. Ini bukan sekadar pemain pelapis, melainkan bagian dari kerangka utama tim.
“Di PSM Makassar sering kali menjadi andalan di lini belakang bersama Yuran Fernandes,” tulis @infopsby. Kutipan ini mempertegas perannya bukan sekadar pelengkap dalam skuad.
Akankah Mufli Hidayat Bergabung dengan Green Force?
Pertanyaan terbesar kini adalah apakah Mufli Hidayat akan benar-benar bergabung dengan Persebaya Surabaya musim depan. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari kedua klub maupun sang pemain.
Namun, dengan kondisi kontrak yang akan segera habis dan kebutuhan tim yang sejalan, peluang transfer ini tetap terbuka. Semua akan bergantung pada negosiasi dan keputusan akhir pemain dalam menentukan masa depannya.
Jika transfer ini terwujud, maka Persebaya Surabaya berpotensi mendapatkan aset berharga untuk jangka panjang. Sebaliknya, jika gagal, maka PSM Makassar masih memiliki peluang mempertahankan salah satu talenta terbaiknya.