Sosok “gundul” yang dimaksud tak lain adalah David da Silva, bomber Malut United yang tampil gemilang dengan torehan hattrick. Aksinya menjadi kunci kebangkitan timnya hingga sukses membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan.
Disela-sela panasnya pertarungan klasik Persija Jakarta kontra Persib Bandung, catatan individu David da Silva menghadirkan warna tersendiri dalam sejarah panjang El Clasico Indonesia.
Saat didatangkan Malut United pada musim ini, David da Silva sempat diragukan. Penyerang asal Brasil itu dinilai sudah melewati masa emasnya lantaran bergabung di usia yang hampir menginjak 36 tahun.
Namun anggapan tersebut justru terpatahkan di lapangan. Hingga menyisakan dua pertandingan, ia kokoh di puncak daftar pencetak gol dengan koleksi 22 gol, unggul enam gol dari Alex Martins (Dewa United), dan nyaris pasti menyabet gelar top skor musim ini.
Bagi Da Silva, pencapaian itu memiliki makna tersendiri. “Ini cara saya menjawab keraguan soal usia. Saya membuktikan bahwa usia hanyalah angka,” ujarnya, dirilis situs resmi I.League.
David da Silva Memecahkan Rekor Bersejarah
David da Silva sempat memecahkan rekor gol Ilija Spasojevic pada musim 2023/2024 lewat dua gol ke gawang Persija Jakarta saat masih berseragam Persib Bandung.
Gol tersebut menjadi penanda koleksi 85 golnya di era Super League kala itu, menjadikannya striker paling tajam dalam sejarah kompetisi.
Momen itu terjadi dalam laga sarat tensi tinggi yang mempertemukan dua rival klasik sepak bola Indonesia.
Rekor yang sebelumnya bertahan cukup lama akhirnya runtuh, sekaligus menegaskan konsistensi David da Silva sebagai predator di kotak penalti.
Keberhasilan tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti ketajaman yang terjaga lintas musim. Bahkan hingga Super League 2025/2026, ia masih mampu mencetak 22 gol dari 30 pertandingan meski usianya sudah menginjak 36 tahun.
Rahasia Konsistensi David da Silva Sejak Awal Karier di Indonesia
David da Silva pertama kali mencuri perhatian saat membela Persebaya Surabaya pada musim 2017/2018 dengan mencetak 20 gol dari 23 laga.
Produktivitas itu langsung menjadikannya salah satu striker paling menakutkan di kompetisi domestik.
Meski sempat mengalami penurunan performa di musim kedua dengan 14 gol dari 17 pertandingan, kualitasnya tetap tak terbantahkan.
Keputusan hijrah ke luar negeri sempat menghentikan momentumnya, tetapi justru memperkaya pengalaman bermainnya.
Kembalinya ke Indonesia pada musim 2021/2022 bersama Persib Bandung menjadi titik balik penting. Walau hanya mencetak 7 gol dari 15 laga di musim pertama, ia tetap dipercaya sebagai ujung tombak utama tim.
Kepercayaan itu terbayar lunas pada musim berikutnya ketika ia meledak dengan 24 gol dari 33 pertandingan. Catatan tersebut menjadi musim terbaiknya dan mengukuhkan statusnya sebagai striker elite di Liga Indonesia.
Pengaruh Besar Duetnya dengan Ciro Alves
Duet David da Silva dan Ciro Alves menjadi salah satu faktor utama ketajaman lini depan Persib Bandung.
Kala itu hingga pekan ke-26 musim 2023/2024 saat sejarah tercipta, keduanya sudah menyumbang total 31 gol dengan rincian 19 gol dari David dan 12 gol dari Ciro.
Kolaborasi ini menghadirkan keseimbangan antara kecepatan, kreativitas, dan penyelesaian akhir. David berperan sebagai finisher utama, sementara Ciro membuka ruang dan menciptakan peluang berbahaya.
Sinergi tersebut membuat lini serang Persib Bandung menjadi salah satu yang paling produktif di liga. Tak heran jika David mampu terus menambah pundi-pundi golnya hingga melampaui rekor sebelumnya.
Respons Ilija Spasojevic atas Rekor Ini
Ilija Spasojevic menunjukkan sikap sportif atas pencapaian David da Silva. Dalam sebuah unggahan, ia memberikan komentar singkat namun penuh makna: “Luar Biasa” disertai emotikon tepuk tangan.
Respons tersebut mencerminkan penghargaan antar pemain profesional di level tertinggi. Meski rekornya terpecahkan, Spasojevic tetap mengakui kualitas dan pencapaian rivalnya tersebut.
Menariknya, peluang untuk merebut kembali rekor itu masih terbuka. Spasojevic masih aktif bermain dan berpotensi menambah koleksi golnya di musim ini.
Dampak Rekor Ini Jelang Persija vs Persib Pekan ke-32
Rekor David da Silva menambah bumbu panas jelang duel Persija Jakarta kontra Persib Bandung di pekan ke-32. Pertandingan ini tidak hanya menentukan posisi klasemen, tetapi juga menjadi panggung pembuktian para pemain kunci.
Dengan situasi klasemen yang masih ketat, setiap gol memiliki arti penting. Kehadiran pemain dengan performa tajam seperti David da Silva tentu bisa menjadi pembeda dalam laga krusial tersebut.
Di sisi lain, venue pertandingan yang belum ditentukan menambah ketidakpastian. Namun satu hal yang pasti, tensi pertandingan akan tetap tinggi mengingat rivalitas panjang kedua tim.
Rekor Ini Jadi Salah Satu yang Paling Ikonik
Rekor David da Silva dianggap ikonik karena tercipta di usia yang tidak lagi muda untuk seorang striker. Dengan 22 gol di usia 36 tahun pada musim 2025/2026, ia membuktikan ketajaman tidak selalu bergantung pada usia.
Selain itu, momen pemecahan rekor terjadi dalam laga besar yang sarat sejarah. El Clasico Indonesia selalu menjadi panggung bagi pemain untuk menciptakan momen tak terlupakan.
Kini meski David da Silva membela Malut United FC dan Spasojevic bermain untuk Bhayangkara FC, cerita tersebut tetap hidup.
Memori itu akan terus menjadi bagian penting dalam narasi besar rivalitas Persija Jakarta dan Persib Bandung.
Rekor ini bukan hanya milik individu, tetapi juga bagian dari evolusi kompetisi sepak bola Indonesia. Ia menjadi simbol bagaimana kualitas pemain asing mampu memberi dampak besar sekaligus mengangkat level liga.