← Beranda
Leo Lelis Makin Tersisih! Statistik 22 Laga Tak Cukup Bendung Duet Gustavo-Risto di Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 6 Mei 2026 | 14.06 WIB
Pemain Persebaya Surabaya Leo Lelis. (Dok. Persebaya Surabaya)

 

JawaPos.comNasib Leo Lelis di skuad Persebaya Surabaya mulai di ujung tanduk setelah hanya mencatat 22 pertandingan dengan 3 gol dan 1.496 menit bermain, seiring makin solidnya duet Gustavo Fernandes–Risto Mitrevski di era pelatih Bernardo Tavares. Bek asal Brasil itu kini bukan lagi pilihan utama dan berpotensi terdepak musim depan.

Leo Lelis Makin Tersisih di Lini Belakang

Leo Lelis tersingkir karena performa kolektif lini belakang meningkat drastis saat Gustavo dan Risto menjadi pilihan utama. Dalam tiga laga terakhir, Persebaya Surabaya mencatat tiga clean sheet beruntun yang langsung mengubah peta persaingan di sektor bek tengah.

Data menunjukkan Persebaya Surabaya menang 0-2 atas Malut United, 0-4 melawan Arema FC, dan 4-0 kontra PSBS Biak tanpa kebobolan. Catatan itu membuat posisi Leo Lelis yang sebelumnya cukup rutin tampil kini mulai tergeser secara perlahan.

Baca Juga: Resep Gacor Duet Gustavo-Risto Terbongkar! 3 Clean Sheet Modal Persebaya Surabaya Hadapi Persis Solo

Situasi makin sulit karena keputusan Bernardo Tavares cenderung mempertahankan duet yang sedang panas. Konsistensi menjadi alasan utama pelatih asal Portugal itu tidak melakukan banyak rotasi di lini belakang.

Rahasia Solidnya Duet Gustavo-Risto

Kunci utama duet Gustavo Fernandes dan Risto Mitrevski adalah kerja sama tim yang berjalan dari lini depan hingga belakang. Gustavo menegaskan, pressing dari lini tengah dan depan membuat beban bek tengah jauh lebih ringan.

”Menurut saya, kunci utamanya adalah kerja sama tim. Semua dimulai dari lini depan hingga belakang,” ujar Gustavo.

Baca Juga: Arsenal ke Final Liga Champions setelah Singkirkan Atletico Madrid 1-0

Pernyataan itu menegaskan solidnya pertahanan bukan semata peran dua bek tengah saja. Selain itu, disiplin dan konsentrasi menjadi faktor penting dalam menjaga clean sheet.

Gustavo menyebut membaca permainan lawan dan positioning sebagai elemen krusial dalam menjaga konsistensi performa. ”Yang terpenting adalah menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan, membaca permainan lawan, serta disiplin dalam duel,” tambah dia.

Hal ini terlihat jelas dalam tiga pertandingan terakhir yang minim ancaman berbahaya.

Peran Besar Kolektif Tim

Risto Mitrevski menegaskan keberhasilan mencatat tiga clean sheet bukan hasil kerja individu lini belakang saja. Dia menyebut seluruh pemain memiliki tanggung jawab dalam menjaga pertahanan tetap solid.

”Tidak ada rahasia khusus. Ini hasil dari kerja keras, dedikasi, dan permainan kolektif,” tegas Risto. Pernyataan ini memperkuat sistem permainan Persebaya Surabaya kini berjalan lebih seimbang.

Perubahan ini mulai terlihat sejak pekan ke-28 saat menghadapi Madura United. Meski kalah, Bernardo Tavares melihat potensi duet Gustavo-Risto dan terus mempertahankannya.

Baca Juga: Lengkap! Jadwal Final, Play Off Promosi dan Degradasi Championship 2025/26

Sejak saat itu, stabilitas lini belakang meningkat signifikan dengan minim kesalahan koordinasi. Komunikasi intens menjadi pembeda utama dibanding komposisi sebelumnya.

Chemistry Gustavo dan Risto Terbangun

Chemistry Gustavo dan Risto berkembang cepat karena komunikasi aktif di lapangan. Keduanya terus berinteraksi untuk menjaga posisi dan membaca pergerakan lawan.

”Kerja sama kami semakin baik. Di lapangan kami terus berkomunikasi,” ujar Gustavo. Hal ini membuat transisi bertahan Persebaya Surabaya menjadi lebih rapi.

Baca Juga: Tak Sabar Lakoni Laga El Clasico! Shayne Pattyanama Pede Persija Jakarta Jinakkan Persib Bandung

Risto juga merasakan koneksi yang kuat dengan partnernya di jantung pertahanan. Dia menilai kedekatan antar pemain menjadi fondasi utama kekompakan tim.

”Saya rasa chemistry kami sangat baik, dan itu terlihat dari hasil di lapangan,” jelas Risto. Kombinasi komunikasi dan pemahaman taktik membuat duet ini sulit digantikan.

Dampaknya bagi Masa Depan Leo Lelis

Dengan hanya 22 pertandingan, 3 gol, 1 kartu kuning, 1 kartu merah, dan 1.496 menit bermain, posisi Leo Lelis kini jauh dari aman. Statistik tersebut kalah bersinar dibanding dampak langsung duet Gustavo-Risto yang menghasilkan tiga clean sheet beruntun.

Baca Juga: Terlambat Panas! Milos Raickovic Ngebut Cetak Gol Jelang Super League usai, Modal Bagus Jadi Mesin Gol Musim Depan

Situasi ini membuka kemungkinan Leo Lelis tidak dipertahankan musim depan. Apalagi usianya yang sudah 32 tahun membuat klub bisa mempertimbangkan regenerasi pemain.

Jika tren ini berlanjut, Leo Lelis berpotensi hanya menjadi pelapis hingga akhir musim. Keputusan akhir kemungkinan akan ditentukan setelah evaluasi performa tim secara keseluruhan.

Ujian Berikutnya: Konsistensi Lawan Persis Solo

Duet Gustavo-Risto akan kembali diuji saat menghadapi Persis Solo pada pekan ke-32. Laga ini akan digelar di Stadion Manahan pada Sabtu (9/5).

Pertandingan ini menjadi momentum penting untuk membuktikan apakah lini belakang Persebaya Surabaya benar-benar sudah solid. Jika kembali clean sheet, posisi Leo Lelis makin sulit untuk kembali ke starting XI.

Baca Juga: Tren Buruk PSIM Berlanjut, Yamadera Minta Tim Segera Bangkit di Sisa Musim Ini

Konsistensi menjadi kata kunci dalam fase akhir musim ini. Persebaya Surabaya membutuhkan stabilitas untuk menjaga tren positif sekaligus mengamankan posisi di klasemen.

Jika Gustavo dan Risto kembali tampil solid, era baru lini belakang Green Force benar-benar telah dimulai. Sementara itu, Leo Lelis harus bersiap menghadapi ketidakpastian masa depan di klub.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah