← Beranda
Jagolah Lai! 10 Menit Andre Rosiade Bongkar Krisis Semen Padang: Degradasi, Tekor Miliaran, Butuh Rp 25 Miliar untuk Juara
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 5 Mei 2026 | 15.34 WIB
Andre Rosiade menyampaikan kondisi krisis Semen Padang FC usai resmi terdegradasi ke Liga 2. (Instagram/@andre_rosiade)

 

JawaPos.com - Andre Rosiade akhirnya angkat suara dan membongkar kondisi internal Semen Padang FC setelah resmi terdegradasi dari Super League 2025/2026 di Banten, termasuk krisis finansial kronis dan kebutuhan dana minimal Rp 25 miliar untuk bangkit. Pernyataan panjang itu muncul usai kekalahan 0-1 dari Dewa United yang memastikan Kabau Sirah turun kasta dan memicu gelombang kekecewaan suporter.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Hingga Semen Padang FC Terdegradasi?

Semen Padang FC dipastikan turun ke Liga 2 setelah gagal meraih poin saat bertandang ke markas Dewa United di Banten International Stadium, Minggu (3/5/2026) malam.

Baca Juga: Pertarungan Zona Degradasi Super League: PSBS Biak dan Semen Padang Terdepan Turun Kasta, Persis Harap-harap Cemas!

Kekalahan tersebut membuat mereka tak mampu keluar dari zona merah dengan maksimal hanya 29 poin dari tiga laga tersisa.

Gol semata wayang dalam laga itu dicetak Noah Sadaoui pada menit ke-31 melalui sundulan tanpa kawalan.

Sepanjang pertandingan, tekanan dari Rafael Struick dan Egy Maulana Vikri membuat Semen Padang FC kesulitan mengembangkan permainan.

Andre Rosiade menegaskan kekalahan tersebut bukan karena faktor eksternal. “Saya ingin menyampaikan, saya tidak hilang. Tapi tidak mungkin saya bersuara, kalau memang kekalahan kita disebabkan karena kesalahan kita sendiri. Dan itulah yang terjadi di musim ini,” ujarnya.

Baca Juga: Semen Padang Degradasi! Kalah Tipis dari Dewa United, Susul PSBS Biak ke Championship

Ia juga membandingkan dengan musim sebelumnya yang sempat diwarnai isu nonteknis. “Berbeda dengan musim lalu, di mana ada indikasi, tangan-tangan yang bermain, ingin mendegradasikan kita. Sedangkan tahun ini, kualitas wasit meningkat, bahkan ada wasit asing,” katanya.

Bagaimana Andre Rosiade Menggambarkan Kondisi Klub?

Andre Rosiade menyebut dirinya bukan pemilik maupun manajemen, melainkan suporter yang memiliki tanggung jawab moral. Ia mengaku sudah mendukung Semen Padang FC sejak usia tiga tahun dan tetap setia hingga kini.

“Siapa Andre Rosiade? Andre Rosiade sama statusnya dengan suporter-suporter yang lain. Saya suporter sejak usia 3 tahun,” ucapnya.

Ia menegaskan kontribusinya selama ini adalah bentuk kecintaan, bukan kewajiban struktural.

Ia juga mengungkap kondisi keuangan klub yang sudah bermasalah sejak lama. “Sejak 2017, Semen Padang FC mulai mengalami kesulitan finansial. Bahkan puncaknya di 2019, tim ini mau dijual,” katanya.

Andre Rosiade mengaku sempat mencegah penjualan klub dan ikut turun tangan. “Saya meminta ini jangan dijual, lalu saya diminta membantu mencarikan dana agar tim bisa berkompetisi,” ujarnya.

Baca Juga: Nasib Semen Padang di Ujung Tanduk! Kabau Sirah Berpotensi Degradasi Pekan Depan

Seberapa Berat Beban Finansial yang Ditanggung?

Musim ini, beban keuangan Semen Padang FC disebut sangat besar dan tidak sebanding dengan pemasukan. PT Semen Padang sebagai pemilik hanya mampu memberikan sekitar Rp15 miliar.

Andre Rosiade ikut menutup kekurangan dana. “Saya menyediakan dan membantu sponsor hampir 20 miliar rupiah,” katanya.

Baca Juga: Bernardo Tavares Ucap Terima Kasih! Usai Persebaya Surabaya Menang 3 Laga Beruntun dan Ulang Tahunnya Dirayakan

Setiap pertandingan kandang membutuhkan biaya sekitar Rp 211 juta. Namun pemasukan dari tiket rata-rata hanya berkisar Rp 130 juta hingga Rp 180 juta.

“Faktanya mayoritas pertandingan kandang kita nombok,” ujarnya. Bahkan kontribusi kelompok suporter rata-rata hanya sekitar Rp 30 juta.

Ia menilai kondisi ini jauh dari standar klub profesional. “Harusnya pertandingan kandang jadi pemasukan, tapi dengan tiket murah, kita tidak dapat apa-apa,” ucapnya.

Benarkah Klub Bergantung pada Bantuan Pribadi?

Andre Rosiade secara terang-terangan mengungkap banyak operasional klub bergantung pada inisiatif pribadi. Contohnya Braditi Moulevey dan Yeyen Tumena dibiayai secara personal.

“Saya taruh Braditi Moulevey untuk komisaris, tidak dibayar. Yeyen Tumena juga saya gaji pribadi,” katanya. Semua itu dilakukan di luar dana Rp 20 miliar yang sudah dibantu dicarikan.

Ia juga menegaskan tidak ikut campur dalam urusan teknis tim. “Yang mencari pemain itu manajemen, keputusan juga manajemen dan pelatih,” ujarnya.

Andre Rosiade membantah tudingan politisasi klub. “Saya tidak pernah datang ke acara kelompok suporter untuk politik. Jangan mengada-ada,” katanya.

Baca Juga: Madura United Bungkam Semen Padang! 3 Fakta Menarik Bikin Sape Kerrab Keluar dari Zona Degradasi Super League

Apa Rencana Besar Setelah Degradasi?

Di tengah kondisi sulit, Andre Rosiade tetap menyampaikan rencana jangka panjang, termasuk renovasi Stadion Haji Agus Salim. Stadion tersebut akan dibangun ulang dengan kapasitas 12.000 hingga 13.000 kursi.

“Stadion itu kita yang perbaiki, dari jogging track sampai videotron,” ujarnya.

Proyek itu sudah mendapat dukungan APBN dan sedang dalam proses lelang. Targetnya, pembangunan dimulai pertengahan tahun setelah musim berakhir. Ia optimistis stadion baru bisa meningkatkan profesionalisme klub.

“Insya Allah Juni-Juli sudah mulai dibangun, satu tahun selesai,” katanya.

Mengapa Butuh Rp 25 Miliar untuk Bangkit?

Andre Rosiade menegaskan kebutuhan dana untuk kembali bersaing di Liga 2 tidak kecil. Minimal Rp 25 miliar untuk bisa menjadi juara dan promosi.

“Untuk juara Liga 2, dibutuhkan minimal 25 miliar rupiah,” tegasnya. Tanpa angka tersebut Semen Padang FC hanya akan menjadi tim pelengkap.

Saat ini, kemampuan pendanaan diperkirakan hanya sekitar Rp 10–15 miliar. Bahkan itu pun masih bergantung pada persetujuan dari holding dan pihak terkait.

“Apakah Semen Indonesia Group bisa membantu? Apakah disetujui? Itu belum tentu,” ujarnya.

Baca Juga: Tekad Madura United Tak Goyah, Targetkan Kemenangan atas Semen Padang FC

Ia mengaku kemungkinan besar kembali diminta mencarikan dana tambahan. Namun ia mempertanyakan sikap yang justru menyalahkannya.

“Orang yang membantu mencarikan anggaran malah disalahkan?” katanya.

Apa Pesan Terakhir untuk Suporter?

Di akhir pernyataannya, Andre Rosiade mengajak seluruh suporter untuk bersatu dan menjaga klub. Ia menegaskan kondisi saat ini adalah realita yang harus diterima bersama.

“Nasi sudah jadi bubur. Semua sedih, saya juga sedih,” ujarnya. Ia meminta tidak ada saling menyalahkan di tengah situasi sulit.

Andre Rosiade juga menyoroti minimnya dukungan finansial dari suporter. “Faktanya dukungan sangat minim, itu terlihat dari penjualan tiket,” katanya.

Ia menutup dengan ajakan penuh emosi. “Mari kita jagolah lai, sama-sama. Kita introspeksi dan bekerja lebih keras lagi,” ucapnya.

Degradasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang Semen Padang FC untuk bangkit. Namun satu hal jelas, tanpa dukungan finansial kuat, mimpi kembali ke kasta tertinggi akan tetap berat.

EDITOR: Edi Yulianto