JawaPos.com — Selebrasi menunjuk pergelangan tangan dari Milos Raickovic langsung mencuri perhatian saat Persebaya Surabaya menghajar PSBS Biak 4-0. Aksi itu bukan sekadar gaya, melainkan pesan dalam yang ia tujukan untuk dirinya sendiri dan semua orang yang menyaksikan.
Gelandang asal Montenegro itu akhirnya buka suara usai laga pekan ke-31 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu petang. Ia menyebut selebrasi tersebut sebagai simbol keyakinan terhadap proses dan waktu.
"Waktu akan menunjukkan kualitasmu. Ini bukan hanya soal sepak bola, tapi soal kehidupan," kata Raickovic dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Baca Juga: Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Kalimat itu menjadi penegasan performa di lapangan hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang seorang pemain.
Dalam pertandingan tersebut, Raickovic tampil luar biasa dengan mencetak dua gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik. Namun, ia justru meredam euforia dengan menekankan pentingnya kolektivitas tim.
Menurutnya, kontribusi individu tidak ada artinya tanpa kerja sama yang solid dari seluruh pemain. Ia menilai kemenangan dan konsistensi tim jauh lebih berharga dibanding pencapaian pribadi.
"Saya tentu senang dengan dua gol hari ini. Tapi seperti yang saya katakan, hal terpenting adalah clean sheet ketiga berturut-turut dan kemenangan ketiga berturut-turut," ucapnya.
Pernyataan itu mencerminkan mentalitas tim yang kini semakin matang di bawah tekanan kompetisi.
Persebaya Surabaya memang menunjukkan performa yang semakin stabil dalam beberapa pekan terakhir.
Tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan menjadi bukti nyata lini pertahanan dan serangan mulai menemukan keseimbangan.
Meski skor akhir terlihat meyakinkan, Raickovic mengakui laga tidak berjalan mudah sejak awal. Babak pertama menjadi fase yang cukup menyulitkan bagi Green Force untuk membongkar pertahanan lawan.
Ia bahkan secara khusus memberikan apresiasi kepada kiper PSBS Biak yang tampil gemilang di paruh pertama. Sejumlah peluang emas berhasil digagalkan, membuat Persebaya Surabaya harus bekerja ekstra keras.
Baca Juga: Terlalu Lambat! Bernardo Tavares Bongkar Titik Balik Kemenangan Persebaya Surabaya Lawan PSBS Biak
"Sebelum laga, kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Di babak pertama kami punya banyak peluang dan kiper mereka sangat bagus," tuturnya.
Pengakuan ini menunjukkan kemenangan besar tidak selalu datang dengan proses yang mudah.
Momentum pertandingan akhirnya berubah ketika Persebaya Surabaya mencetak gol pembuka di babak kedua. Gol tersebut lahir dari sepakan jarak jauh Raickovic setelah menerima umpan Bruno Moreira.
Gol itu bukan hanya membuka keunggulan, tetapi juga mengubah dinamika permainan secara keseluruhan. Kepercayaan diri pemain meningkat, sementara tekanan terhadap lawan semakin besar.
"Ketika kami mencetak gol, permainan menjadi jauh lebih mudah," tuturnya. Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya gol pertama dalam menentukan arah pertandingan.
Setelah gol pembuka, Persebaya Surabaya tampil semakin dominan dan lepas. Serangan demi serangan mengalir lebih lancar hingga akhirnya menghasilkan empat gol tanpa balas.
Raickovic menilai tren positif ini tidak terjadi secara instan. Ia menyebut peningkatan performa tim merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten selama latihan.
Menurutnya, kepercayaan diri menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas permainan. Ketika pemain yakin dengan kemampuan sendiri, hasil positif akan mengikuti.
"Kuncinya adalah percaya pada diri sendiri. Ketika Anda bekerja keras selama seminggu dan memberikan yang terbaik saat latihan, itu akan kembali kepada Anda di pertandingan," kata pemain asal Montenegro itu. Filosofi ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan Persebaya Surabaya musim ini.
Kini, fokus tim sepenuhnya tertuju pada tiga laga sisa di kompetisi. Setiap pertandingan akan menjadi penentu posisi akhir di klasemen.
Raickovic menegaskan seluruh pemain memiliki ambisi yang sama untuk menutup musim dengan hasil terbaik. Target finis di papan atas masih terbuka dan harus diperjuangkan hingga akhir.
"Kami harus fokus hingga akhir karena ada tiga laga sisa yang sangat penting dan kami ingin mengambil poin sebanyak mungkin," ujar Raickovic.
Pernyataan ini menjadi sinyal Persebaya Surabaya belum puas dengan pencapaian saat ini.
Kemenangan atas PSBS Biak bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang momentum dan kepercayaan diri. Persebaya Surabaya kini berada di jalur yang tepat untuk menutup musim dengan catatan manis.
Selebrasi “Time Will Tell” dari Raickovic pun terasa semakin relevan dalam konteks ini.
Waktu memang akan membuktikan, apakah kerja keras dan konsistensi Green Force mampu membawa mereka ke posisi terbaik di akhir musim.