← Beranda
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 3 Mei 2026 | 15.23 WIB
Dimas Galih Pratama bongkar kondisi skuad PSBS Biak kalah usai telak dari Persebaya Surabaya. (PSBS)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya tampil garang saat menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-31 Super League, Sabtu (2/5/2026) sore WIB. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, tim Green Force menang telak dengan skor 4-0 tanpa balas.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin bagi Persebaya Surabaya, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi PSBS Biak. Hasil tersebut memastikan tim asal Papua itu resmi terdegradasi ke Championship Division musim depan.

PSBS Biak kini hanya mengoleksi 18 poin dan maksimal hanya bisa mencapai 27 poin hingga akhir musim. Jumlah itu sudah tak mampu mengejar Madura United yang berada di batas aman dengan 29 poin.

Baca Juga: Fisik Kedodoran! PSBS Biak Dibikin Tak Berkutik oleh Persebaya Surabaya, Kahudi Widodo Beberkan Penyebabnya

Di sisi lain, Persebaya Surabaya terus menjaga konsistensi di papan atas klasemen. Tim kebanggaan Bonek itu kini mengoleksi 51 poin dan menempati posisi keempat.

Meski menang besar, jalan Persebaya Surabaya tak sepenuhnya mulus sejak awal laga. Babak pertama berlangsung cukup alot dengan kedua tim belum mampu mencetak gol.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-54 lewat aksi Milos Raickovic. Sepakan jarak jauhnya tak mampu dibendung kiper PSBS Biak dan membuka keunggulan tuan rumah.

Hanya berselang lima menit, Raickovic kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya membuat Persebaya Surabaya unggul 2-0 dan mulai menguasai jalannya pertandingan.

Baca Juga: Terlalu Lambat! Bernardo Tavares Bongkar Titik Balik Kemenangan Persebaya Surabaya Lawan PSBS Biak

Dominasi Green Force semakin terlihat di paruh akhir laga. Pada menit ke-76, Rivera sukses mencetak gol ketiga setelah memanfaatkan umpan Bruno Paraiba.

Gol penutup lahir pada menit ke-82 melalui kerja sama Bruno Moreira dan Rivera. Skor 4-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Di balik kekalahan telak itu, sorotan justru datang dari penjaga gawang PSBS Biak, Dimas Galih Pratama. Mantan kiper Persebaya Surabaya itu akhirnya buka suara terkait kondisi timnya.

Dimas menegaskan para pemain sebenarnya sudah memberikan kemampuan terbaik di atas lapangan. Ia menyebut hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan perjuangan tim sepanjang pertandingan.

"Kami sebagai pemain mewakili teman-teman sudah berusaha semaksimal mungkin. Hasilnya memang seperti itu, tapi kami sudah memberikan yang terbaik," kata Dimas.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan situasi sulit yang dialami PSBS Biak musim ini. Tekanan demi tekanan membuat tim kesulitan keluar dari tren negatif.

Sebagai mantan pemain Persebaya Surabaya musim 2017/2018 hingga 2018/2019, Dimas tentu memahami atmosfer kompetisi di level tertinggi. Namun kali ini, ia harus menerima kenyataan pahit bersama timnya.

Kondisi ruang ganti PSBS Biak pun diyakini tidak dalam situasi ideal. Kekalahan telak dan kepastian degradasi menjadi beban mental yang tak mudah dihadapi pemain.

Meski begitu, Dimas mencoba tetap profesional dalam menyikapi situasi tersebut. Ia memilih fokus pada usaha tim daripada larut dalam kekecewaan.

Sementara itu, kemenangan ini menjaga asa Persebaya Surabaya untuk tetap bersaing di papan atas klasemen. Selisih poin dengan Persija memang masih cukup jauh, tetapi posisi empat besar tetap aman.

Persebaya Surabaya bahkan berpeluang menggeser Malut United FC jika rivalnya gagal meraih poin penuh. Persaingan di papan atas pun masih terbuka hingga pekan-pekan akhir.

Di sisi lain, PSBS Biak harus segera berbenah untuk menghadapi musim depan di Championship Division. Evaluasi besar-besaran menjadi hal yang tak bisa dihindari.

Kekalahan dari Persebaya Surabaya menjadi cerminan masalah yang dialami sepanjang musim. Mulai dari performa tim hingga konsistensi permainan yang belum stabil.

Kini, fokus PSBS Biak bukan lagi bertahan di kasta tertinggi. Mereka harus membangun ulang kekuatan agar bisa kembali promosi di musim berikutnya.

Bagi Persebaya Surabaya, kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad dan efektivitas permainan di babak kedua. Performa impresif ini bisa menjadi modal penting menghadapi laga-laga selanjutnya.

Dengan momentum positif yang dimiliki, Green Force berpeluang menutup musim dengan hasil yang lebih baik. Konsistensi akan menjadi kunci utama menjaga posisi di papan atas.

Sementara bagi Dimas Galih, laga ini menjadi momen emosional tersendiri. Menghadapi mantan tim dan berujung kekalahan telak tentu bukan situasi yang mudah dilupakan.

Namun sepak bola selalu menyajikan cerita berbeda di setiap pertandingan. Dan kali ini, Persebaya Surabaya tampil sebagai pemenang, sementara PSBS Biak harus menerima kenyataan pahit degradasi.

EDITOR: Banu Adikara