JawaPos.com–Kapten Persib Bandung Marc Klok buka suara terkait tuduhan Bhayangkara FC yang menyebut dirinya melakukan tindakan rasisme terhadap Henry Doumbia. Klok dengan tegas membantah tuduhan tersebut, sekaligus membeberkan kronologi yang sesungguhnya.
Nama Marc Klok mendadak jadi perbincangan hangat seiring viral video saat berdebat dengan Wahyu Subo Seto di lorong pemain. Kejadian tersebut terjadi pada jeda babak pertama pertandingan Bhayangkara FC versus Persib Bandung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Kamis (30/4).
Terkait video viral tersebut, Bhayangkara FC melakukan klarifikasi lewat pernyataan resminya. Dalam pernyataan resmi tersebut, tim berjuluk The Guardians itu mengklaim Kapten Persib Marc Klok telah melakukan tindakan rasisme kepada Doumbia pada babak pertama.
Bahkan, pihak manajemen Bhayangkara FC telah mengambil langkah tegas. Yakni melaporkan Marc Klok ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas dugaan rasisme kepada Doumbia.
Marc Klok merespons tuduhan yang dilancarkan Bhayangkra Presisi Lampung FC. Eks pemain Persija Jakarta itu dengan tegas membantah tuduhan tak berdasar dan menyatakan semua informasi itu tidak benar.
”Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” kata Marc Klok, dipetik dari instagram pribadi, Sabtu (2/5).
Klok mengatakan, sepanjang karirnya sebagai pemain sepak bola, tak pernah sedikit pun melontarkan atau melakukan aksi rasisme. Dia menegaskan selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme.
”Sepanjang karir saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tutur Klok.
”Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang. Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan,” tambah dia.
Lebih lanjut, Klok membeberkan kronologi sepenuhnya terkait polemik yang terjadi antara dirinya dengan Doumbia di dalam lapangan.
Dia menjelaskan, terjadi kesalahpahaman antara dirinya dengan pemain asal Pantai Gading tersebut. Kesalahpahaman tersebut pun, kata Klok, sudah disampaikan ke sejumlah pihak.
”Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, Give me the ball back,” ungkap Klok.
Baca Juga: Tak Pernah Kalah! Rekor Bernardo Tavares Senjata Rahasia Persebaya Surabaya Bungkam PSBS Biak di GBT
”Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Dia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata black. Dia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya,” sambung Marc Klok.
Namun, Klok menyebut Sumardji selaku Chief Operating Officer Bhayangkara Presisi Lampung FC terus menuduh dirinya melakukan rasis. Padahal, kata dia, Sumardji tidak berada di dekat lapangan. Pemain jebolan Utrecht itu pun sangat menyayangkan hal tersebut.
”Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan,” terang Marc Klok.
”Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar,” tandas Klok.