JawaPos.com — Di tengah panasnya persaingan Super League 2025/2026, satu nama terus mencuri perhatian di skuad Persebaya Surabaya hingga pekan ke-30. Sosok itu adalah Toni Firmansyah, pemain muda yang menjelma jadi simbol nyata keberhasilan pembinaan internal klub.
Toni bukan sekadar pelengkap skuad, melainkan bukti kerja keras dan konsistensi mampu membuka pintu kepercayaan dari pelatih.
Performa stabilnya dalam beberapa laga terakhir membuatnya mendapat tempat spesial di mata pelatih kepala.
“Toni menunjukkan konsistensi di pertandingan-pertandingan terakhir. Dia mendapat kesempatan, dia mengambil kesempatan itu,” ujar pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares.
Baca Juga: Jangan Jemawa! Pesan Terakhir Bernardo Tavares Jelang Persebaya Surabaya Jamu PSBS Biak
Pernyataan itu menegaskan kesempatan tidak datang dua kali bagi pemain muda jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
Sebagai produk akademi Persebaya Surabaya, Toni Firmansyah menjadi representasi filosofi klub yang selama ini mengedepankan pembinaan pemain muda.
Kehadirannya di tim utama bukan kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang yang konsisten.
Baca Juga: PSBS Biak Segera Resmi Degradasi di Pekan 31! Persebaya Surabaya Jadi Aktor Intelektual Penyebabnya
“Kita suka bertaruh pada pemain muda. Toni akan bermain,” imbuhnya. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal Persebaya Surabaya tetap berkomitmen memberi ruang bagi talenta lokal untuk berkembang.
Namun, pujian tinggi dari sang pelatih tidak membuat Toni lepas dari evaluasi. Bernardo Tavares tetap menyoroti aspek yang perlu dibenahi agar performanya semakin matang di level kompetisi tertinggi.
“Sayangnya, sangat mudah baginya untuk mendapatkan kartu kuning. Itu satu hal yang perlu dia perbaiki,” kata mantan pelatih PSM Makassar itu.
Catatan tersebut menjadi alarm penting bagi Toni agar lebih disiplin dalam mengambil keputusan di lapangan.
Tak hanya itu, Tavares juga mengingatkan soal mentalitas pemain muda yang rentan terlena. Ia menegaskan perjalanan Toni masih panjang dan membutuhkan konsistensi kerja keras setiap saat.
“Dia harus bekerja keras, jangan bersantai, karena saat kamu bersantai, pemain lain sedang bekerja keras,” sambungnya. Pesan ini menjadi refleksi persaingan di sepak bola profesional tidak pernah memberi ruang untuk lengah.
Menjelang laga penting melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (2/5/2026) sore, Toni Firmansyah memastikan kondisi tim dalam keadaan siap tempur.
Ia menegaskan seluruh pemain memiliki tekad yang sama untuk meraih hasil maksimal.
“Semua pemain kondisi cukup baik dan kita semua akan bekerja 100 persen untuk pertandingan ini,” ujar pemain Timnas Indonesia itu.
Pernyataan tersebut mencerminkan kesiapan mental dan fisik skuad Green Force menghadapi laga krusial.
Baca Juga: Dulu Ahmad Nufiandani, Kini Mikael Tata! Regenerasi Supersub Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Meski di atas kertas lebih diunggulkan, Toni tidak ingin timnya meremehkan lawan. Ia menilai PSBS Biak tetap memiliki potensi ancaman, terutama melalui skema serangan balik cepat.
“Kita harus fokus 90 menit dan kerja keras untuk mengantisipasi serangan balik mereka,” imbuhnya. Fokus penuh sepanjang laga menjadi kunci agar Persebaya Surabaya tidak terpeleset di kandang sendiri.
Situasi klasemen saat ini membuat setiap pertandingan menjadi sangat penting bagi Persebaya Surabaya. Dengan empat laga tersisa, peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar.
Saat ini, tim berada di peringkat kelima dengan koleksi 48 poin. Posisi tersebut belum sepenuhnya aman, sehingga konsistensi hasil menjadi harga mati dalam sisa musim.
Bernardo Tavares pun menegaskan timnya tidak boleh terlena dengan posisi saat ini. Ia mengingatkan target hanya bisa tercapai jika setiap laga dijalani dengan keseriusan penuh.
Baca Juga: Ambisi Jefferson Silva Meledak! Gol Perdana Sinyal Bahaya Jelang Persebaya Surabaya Lawan PSBS Biak
“Jika kami tidak memenangkan pertandingan, kami tidak bisa bermimpi mempertahankan posisi ini,” pungkasnya. Pernyataan itu menjadi penegas fokus Persebaya Surabaya bukan sekadar bertahan, tetapi terus menekan hingga akhir musim.
Kisah Toni Firmansyah kini menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda di Surabaya dan sekitarnya.
Ia membuktikan jalur akademi bukan sekadar formalitas, melainkan jalan nyata menuju panggung utama sepak bola profesional.
Di tengah tuntutan hasil instan, Persebaya Surabaya tetap menunjukkan keberanian untuk memberi kesempatan pada talenta muda.
Toni adalah bukti hidup filosofi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan identitas klub yang terus dijaga.