← Beranda
Bruno Moreira Dicadangkan! Keputusan Mengejutkan Tavares di Derbi Jawa Timur Saat Persebaya Surabaya Hadapi Arema FC
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 28 April 2026 | 22.06 WIB
Starting line up Persebaya Surabaya saat menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo tanpa Ernando Ari dan Bruno Moreira. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi tantangan yang tidak ringan pada pekan ke-30 Super League 2025/2026. Tim berjulukan Green Force akan menjalani laga tandang melawan Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (28/4/2026) pukul 15.30 WIB.

Sorotan langsung tertuju pada keputusan mengejutkan pelatih Bernardo Tavares yang menempatkan Bruno Moreira di bangku cadangan. Padahal, pemain asal Brasil itu selama ini kerap menjadi tumpuan di lini serang Persebaya Surabaya.

Situasi ini tidak lepas dari kondisi tim yang baru saja melewati perjalanan panjang dan melelahkan. Rombongan Green Force harus menempuh rute Maluku–Makassar–Surabaya sebelum akhirnya tiba di Bali.

Baca Juga: Prediksi Skor Arema FC vs Persebaya Surabaya! Bernardo Tavares Punya Segalanya untuk Kalahkan Marcos Santos

Dengan waktu persiapan yang terbatas, fokus utama tim bukan pada pematangan taktik. Pemulihan kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama demi menjaga performa tetap kompetitif di laga krusial ini.

Pelatih Bernardo Tavares pun secara terbuka mengakui kondisi tersebut dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa laga derbi ini tetap menjadi pertandingan penting yang ingin dimenangkan oleh seluruh elemen tim.

"Yah, saya rasa semua orang ingin memainkan pertandingan ini, karena ini pertandingan penting bagi kami. Kami tahu persaingan antar klub, kami tahu sejarah antar klub,” ujar Bernardo Tavares.

Baca Juga: Ternyata Lini Serang Persebaya Gacor di Babak Kedua, Inilah Statistiknya

“Kemarin saat latihan, beberapa pendukung Bonek-Bonita datang untuk mendukung tim. Jadi saya harap besok tim kami dapat menunjukkan di lapangan bahwa kami lebih ingin menang daripada tim lawan.”

“Ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah, sayangnya kami memiliki beberapa pemain yang tidak dalam kondisi 100 persen.”

“Cedera yang tidak dapat membantu kami, tetapi kami akan bermain dengan sebelas pemain dan saya percaya bahwa para pemain kami akan berusaha melakukan yang terbaik."

Keputusan menyimpan Bruno Moreira jelas bukan tanpa alasan. Faktor kebugaran dan risiko cedera menjadi pertimbangan utama dalam menentukan komposisi pemain.

Dalam laga dengan tensi tinggi seperti Derbi Jawa Timur, kesiapan fisik menjadi kunci utama. Sedikit saja penurunan stamina bisa berakibat fatal di tengah tekanan permainan cepat yang khas dari kedua tim.

Meski tanpa Bruno Moreira sejak menit awal, Persebaya Surabaya tetap menurunkan komposisi pemain yang cukup kompetitif. Kombinasi pemain muda dan berpengalaman diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan.

Baca Juga: Menyusun Puzzle Harapan Persebaya Surabaya di Tengah Keterbatasan

Di bawah mistar, Andhika dipercaya sebagai penjaga gawang utama. Lini belakang diisi R. Mitrevski, G. Fernandes, Arief Catur, dan Jeffrson Jr. yang akan menjadi benteng pertama menghadapi gempuran Arema FC.

Sektor tengah diperkuat Raickovic, Toni Firmansyah, serta kapten tim F. Rivera yang diharapkan mampu mengatur ritme permainan. Sementara itu, lini depan dipercayakan kepada Gali Freitas, Riyan Ardiansyah, dan M. Perovic.

Di bangku cadangan, nama Bruno Moreira tetap menjadi opsi penting jika dibutuhkan di babak kedua. Selain itu, terdapat juga pemain lain seperti Oktafianus F. dan B. Paraiba yang bisa menjadi pembeda.

Dari sisi mental, Persebaya Surabaya tetap berada dalam jalur positif. Arief Catur memastikan seluruh pemain memiliki tekad kuat untuk membawa pulang hasil maksimal.

Baca Juga: Prediksi Arema FC vs Persebaya Surabaya, Pertarungan Strategi Progresif kontra Pragmatis di Bali

Ia menegaskan bahwa laga melawan Arema FC tidak hanya soal teknik. Kedisiplinan, terutama dalam bertahan, menjadi aspek krusial yang harus dijaga sepanjang pertandingan.

Hal ini tidak lepas dari performa lini belakang yang belum sepenuhnya stabil dalam beberapa laga terakhir. Transisi cepat Arema FC dinilai bisa menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi dengan baik.

Di kubu lawan, pelatih Marcos Santos juga tidak tinggal diam. Ia menilai Persebaya Surabaya sebagai tim dengan organisasi permainan yang sangat rapi dan sulit ditembus.

“Tavares adalah pelatih berpengalaman. Ia tahu bagaimana membuat tim bertahan dengan baik dan menyerang secara efektif,” kata Marcos Santos.

Arema FC diprediksi akan tampil lebih agresif dibandingkan laga sebelumnya. Pendekatan progresif dengan tekanan sejak awal menjadi strategi utama untuk membongkar pertahanan Green Force.

Pertarungan taktik antara kedua pelatih pun menjadi salah satu daya tarik utama laga ini. Persebaya Surabaya dengan pendekatan pragmatis akan berhadapan dengan Arema FC yang mengusung permainan lebih terbuka.

Kunci pertandingan terletak pada efektivitas transisi kedua tim. Siapa yang mampu memanfaatkan celah sekecil apa pun, berpeluang besar keluar sebagai pemenang.

“Meski begitu, kami siap. Secara taktik, sekarang jarak antar lini lebih rapat, permainan lebih vertikal, serangan lebih langsung, dan tim mulai menunjukkan karakter khas Arema dengan kerja keras, semangat juang, dan determinasi tinggi,” pungkas Marcos Santos.

Berikut susunan pemain resmi Persebaya Surabaya dalam laga ini. Starting XI: Andhika; R. Mitrevski, G. Fernandes, Arief Catur, Jefferson Jr.; Raickovic, Toni Firmansyah, F. Rivera (C); Gali Freitas, Riyan Ardiansyah, M. Perovic.

Pemain cadangan: Adre Arido, Koko Ari, M. Tata, Ichas, Ahmad Mujtaba, Dimas Wicaksono, Sadida, Oktafianus F., Bruno Moreira, B. Paraiba. Komposisi ini menunjukkan fleksibilitas strategi yang bisa diterapkan sepanjang pertandingan.

Absennya Bruno Moreira di starting XI memang mengejutkan. Namun, keputusan ini justru membuka peluang skenario berbeda yang bisa menjadi kunci kemenangan Persebaya Surabaya.

Derbi Jawa Timur kali ini bukan sekadar soal gengsi. Ini tentang siapa yang paling siap, paling disiplin, dan paling cerdas dalam membaca momentum pertandingan.

EDITOR: Edi Yulianto