JawaPos.com — Arkhan Fikri tak ingin melewatkan momen penting saat Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya dalam Derby Jawa Timur. Gelandang muda itu menegaskan ambisinya untuk membawa pulang tiga poin, meski laga tidak digelar di kandang sendiri.
Pemain berusia 21 tahun tersebut menilai pertandingan ini tetap krusial bagi timnya dalam menjaga performa di papan klasemen. Fokus penuh menjadi kunci utama agar Arema FC tidak terpeleset di laga sarat gengsi tersebut.
Arkhan mengaku tidak ingin terpengaruh dengan situasi eksternal, termasuk perubahan venue pertandingan. Baginya, yang terpenting adalah kesiapan tim saat peluit kick-off dibunyikan.
“Sekarang kami hanya akan fokus untuk pertandingan. Seperti saat melawan Persib, tim datang untuk raih poin maksimal,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan mentalitas kuat Arema FC jelang menghadapi rival bebuyutan mereka.
Meski demikian, Arkhan tidak menampik atmosfer bermain di kandang sendiri selalu memberi energi tambahan. Dukungan Aremania selama ini terbukti mampu meningkatkan motivasi pemain di lapangan.
Baca Juga: Target Papan Atas di Depan Mata! Milos Raickovic Tancap Gas Bawa Persebaya Surabaya Terbang Tinggi
Hal itu terasa saat Arema FC menjamu Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan. Lebih dari 2.000 Aremania hadir langsung dan menjadi suntikan semangat bagi tim berjuluk Singo Edan tersebut.
Namun, situasi berbeda harus dihadapi saat melawan Persebaya Surabaya nanti. Laga yang seharusnya digelar di Stadion Kanjuruhan dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Selasa (28/4/2026).
Kondisi tersebut membuat Arema FC menjalani laga kandang dengan nuansa tandang. Meski begitu, tim pelatih memilih untuk tidak menjadikannya sebagai alasan.
Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, menegaskan timnya sudah siap dengan segala kemungkinan. Ia meminta seluruh pemain untuk tetap fokus dan tidak terdistraksi oleh perubahan lokasi pertandingan.
“Kami harus siap (dengan perubahan venue). Apalagi sudah diputuskan. Sekarang yang perlu dipikirkan bagaimana menghadapi laga nanti,” katanya. Pernyataan itu menunjukkan sikap profesional tim dalam menyikapi situasi.
Pelatih asal Brasil tersebut menilai keputusan menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta sudah melalui pertimbangan matang. Manajemen dan panitia pelaksana dinilai telah memilih opsi terbaik dalam kondisi yang ada.
Baca Juga: Bernardo Tavares Goyang Lidah! Kepiting Ternate Bikin Pelatih Persebaya Surabaya Lupa Taktik Sejenak
Marcos juga mengingatkan Derby Jawa Timur selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Intensitas tinggi dan tekanan sepanjang laga menjadi hal yang tidak bisa dihindari.
Pada pertemuan putaran pertama musim ini, kedua tim harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1. Hasil tersebut menjadi gambaran ketatnya persaingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Karena itu, Marcos meminta anak asuhnya tampil lebih efektif dan disiplin. Ia ingin timnya tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti pertemuan sebelumnya.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Makan-makan di Rumah Alfan Suaib Usai Gunduli Malut United 2 Gol Tanpa Balas!
Di sisi lain, Marcos tidak menutup mata bermain di Stadion Kanjuruhan sebenarnya memberikan keuntungan besar. Dukungan langsung Aremania sering kali menjadi faktor pembeda dalam pertandingan penting.
Namun, kondisi saat ini menuntut Arema FC untuk lebih mandiri. Mereka harus mampu menciptakan motivasi internal tanpa bergantung sepenuhnya pada atmosfer stadion.
Sebagai bentuk antisipasi, tim pelatih telah menyiapkan program khusus. Salah satunya adalah pemulihan kondisi pemain setelah laga melawan Persib Bandung.
Arema FC dijadwalkan langsung bertolak ke Bali untuk memaksimalkan waktu persiapan. Langkah ini diambil agar pemain bisa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan pertandingan.
Marcos menilai waktu yang tersedia harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Apalagi laga berikutnya merupakan derby yang sarat tekanan dan gengsi tinggi.
“Kami harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin,” tandasnya. Fokus dan kesiapan fisik menjadi prioritas utama tim jelang laga besar tersebut.
Situasi ini sebenarnya bukan hal baru bagi Arema FC. Dalam dua musim terakhir, mereka juga beberapa kali menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai venue kandang saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi tim dalam beradaptasi. Setidaknya, pemain tidak sepenuhnya asing dengan kondisi lapangan maupun atmosfer stadion.
Meski begitu, tantangan tetap ada karena derby selalu menghadirkan dinamika berbeda. Emosi, tekanan, dan tensi tinggi membuat pertandingan sulit diprediksi.
Arema FC jelas tidak ingin kehilangan muka di hadapan rival klasik mereka. Apalagi laga ini menjadi ajang pembuktian konsistensi tim di sisa musim kompetisi.
Arkhan Fikri menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu tampil menonjol. Perannya di lini tengah akan sangat menentukan ritme permainan Arema FC.
Jika mampu tampil solid, peluang meraih tiga poin terbuka lebar. Namun, mereka tetap harus waspada dengan kekuatan Persebaya Surabaya yang juga tengah memburu hasil maksimal.
Derby Jawa Timur kali ini dipastikan tetap panas, meski digelar jauh dari Malang. Semua mata akan tertuju pada bagaimana Arema FC dan Persebaya Surabaya saling mengalahkan dalam duel penuh gengsi tersebut.