← Beranda
Resmi Tanpa Penonton di Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Berubah Drastis
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 25 April 2026 | 18.31 WIB
Suasana Stadion Kapten I Wayan Dipta yang akan menjadi venue netral derby Arema FC vs Persebaya Surabaya tanpa penonton. (Arema FC)

 

JawaPos.com–Kabar mengejutkan datang dari laga paling panas di Jawa Timur. Derby antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipastikan mengalami perubahan besar, mulai dari lokasi hingga status penonton.

Arema FC secara resmi mengumumkan pertandingan digelar tanpa kehadiran suporter. Keputusan ini sekaligus mengonfirmasi pemindahan venue ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

”DIGELAR TANPA PENONTON. Venue Pertandingan selanjutnya antara Arema FC vs Persebaya resmi dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar-Bali,” tulis Arema FC melalui kanal resmi mereka, Jumat (24/4).

Baca Juga: Bobotoh Bentangkan Spanduk Shut Up KDM saat Persib vs Arema, Ini Pesan di Baliknya

Pernyataan ini langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Derby Jawa Timur yang biasanya sarat atmosfer kini harus berlangsung dalam suasana sunyi. Tidak ada gemuruh tribun, tidak ada nyanyian suporter, hanya fokus penuh pada pertandingan di lapangan.

Sesuai jadwal terbaru dari ILeague, laga pekan ke-30 Super League 2025/2026 ini tetap digelar pada Selasa (28/4). Kick off direncanakan berlangsung pukul 15.30 WIB.

Perubahan ini tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan. Sebelumnya, pihak kepolisian masih mengkaji izin penyelenggaraan pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Hancurkan Arema FC! Milos Raickovic Gacor, Kini Jadi Mimpi Buruk Derby Jawa Timur Bersama Persebaya Surabaya

Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taat Resdi sempat menyampaikan pertandingan tersebut masuk kategori berisiko tinggi. Status high risk membuat banyak aspek harus dipertimbangkan secara matang.

”Masih dipertimbangkan, mungkin Senin atau Selasa, saya akan berkoordinasi dengan Polda Jatim,” kata Taat.

Koordinasi itu mencakup berbagai faktor penting, terutama terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Analisis mendalam terus dilakukan kepolisian setempat sebelum mengambil keputusan final. Tujuannya jelas, memastikan pertandingan berjalan aman bagi semua pihak.

Meski secara infrastruktur Stadion Kanjuruhan dinyatakan layak, faktor non-teknis menjadi perhatian utama. Situasi kamtibmas menjadi variabel krusial yang sulit diabaikan.

”Itu sudah dilakukan asesmen, jadi aspek infrastrukturnya sudah memenuhi,” ujar Taat.

Namun, kesiapan stadion tidak serta merta menjamin keamanan pertandingan dengan tensi tinggi seperti derbi ini. Derbi Jatim memang selalu menghadirkan tensi emosional yang tinggi. Rivalitas panjang antara Arema FC dan Persebaya Surabaya membuat setiap pertemuan memiliki potensi eskalasi yang besar.

Baca Juga: Laga Penentuan Persikad vs FC Bekasi City, Rosalvo Junior Tegaskan Tak Mau Bergantung

Karena itu, opsi pemindahan venue menjadi solusi yang akhirnya diambil. Bali dipilih sebagai lokasi netral untuk meredam potensi gesekan antar suporter.

Keputusan tanpa penonton juga menjadi langkah preventif yang cukup tegas. Ini sekaligus menunjukkan aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan kompetisi.

Bagi pemain, kondisi ini tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Mereka harus bermain tanpa dukungan langsung dari suporter yang biasanya menjadi energi tambahan.

Baca Juga: Demi PSIS Bertahan di Liga 2, Panser Biru Adakan Doa Bersama Jelang Derby Melawan Kendal Tornado FC

Namun di sisi lain, laga tanpa penonton bisa membuat pertandingan lebih fokus secara teknis. Strategi dan kualitas individu akan lebih menonjol tanpa tekanan atmosfer stadion.

Bagi Arema FC, status tuan rumah tetap melekat meski bermain di luar Malang. Ini menjadi situasi unik yang jarang terjadi dalam kompetisi profesional.

Sementara itu, Persebaya Surabaya juga harus beradaptasi dengan kondisi netral. Green Force tidak bisa mengandalkan dukungan langsung Bonek seperti biasanya.

Baca Juga: Pekan Ke-26 Pegadaian Championship 2025/26 Jadi Penentu Nasib Tim Promosi dan Degradasi

Meski tanpa penonton, laga ini tetap diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim memiliki ambisi besar untuk meraih poin penting di fase akhir kompetisi.

Selain itu, posisi klasemen membuat pertandingan ini semakin krusial. Setiap poin sangat berharga dalam persaingan papan atas maupun tengah klasemen.

Keputusan pemindahan dan tanpa penonton ini juga memicu beragam reaksi dari publik. Sebagian mendukung demi keamanan, sementara lainnya menyayangkan hilangnya atmosfer derbi.

Namun, dalam situasi seperti ini, kompromi memang sulit dihindari. Penyelenggara dan aparat harus mengambil keputusan yang paling minim risiko.

Baca Juga: PSIS vs Kendal Tornado FC: Junianto Berharap Derby Jateng Sajikan Laga Seru dan Menghibur

Kapolres Malang menegaskan semua keputusan diambil melalui pembahasan komprehensif. Tidak ada langkah yang diambil secara terburu-buru.

”Intinya kami mempersiapkan dan berupaya mengambil keputusan sebaik-baiknya, apa pun keputusannya itu, insyaallah berdasarkan hasil terbaik dari semua aspek,” kata Kapolres.

Pernyataan ini menjadi penegasan keselamatan tetap nomor satu. Kini, fokus beralih ke pertandingan itu sendiri. Semua mata akan tertuju ke Bali, tempat derby Jawa Timur digelar dalam format yang berbeda.

Baca Juga: Semen Padang Tantang Borneo FC, Angelo Meneses Yakin Kabau Sirah Bisa Bawa Pulang Poin

Tanpa penonton, tanpa tekanan tribun, namun tetap sarat gengsi. Laga ini menjadi ujian mental sekaligus kualitas bagi kedua tim.

Apakah Arema FC mampu memanfaatkan status tuan rumah di tempat netral, atau justru Persebaya Surabaya yang mencuri momentum? Jawabannya akan tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Yang pasti, derby kali ini akan dikenang sebagai salah satu yang paling unik dalam sejarah. Sepak bola tetap berjalan, meski harus beradaptasi dengan berbagai kondisi.

Baca Juga: Hasil Imbang Pertama di GBLA! Simak Fakta Menarik Laga Persib Bandung Kontra Arema FC

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah