← Beranda
Psywar Marcos Santos! Arema FC Siap Tempur di Mana Saja, Persebaya Surabaya Wajib Waspada di Derby Jawa Timur
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 25 April 2026 | 18.29 WIB
Marcos Santos yakin Arema FC siap menghadapi Persebaya Surabaya dalam Derby Jawa Timur di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. (Arema FC)

 

 

JawaPos.com — Derby Jawa Timur kembali memanas jelang duel panas Arema FC kontra Persebaya Surabaya. Kali ini, psywar mulai ditebar Marcos Santos yang menegaskan timnya siap bertarung di mana saja tanpa takut kehilangan keuntungan kandang.

Laga kandang Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipastikan tidak akan digelar di Stadion Kanjuruhan pada Selasa (28/4/2026).

Big match tersebut akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, markas Bali United yang kembali jadi “rumah sementara” Singo Edan.

Meski harus menjalani laga home rasa away, tim pelatih Arema FC memilih bersikap realistis. Mereka tidak ingin larut dalam polemik perubahan venue dan lebih fokus menyiapkan tim menghadapi tensi tinggi Derby Jatim.

Baca Juga: Target Papan Atas di Depan Mata! Milos Raickovic Tancap Gas Bawa Persebaya Surabaya Terbang Tinggi

Marcos Santos dan seluruh elemen tim berusaha legowo dengan keputusan tersebut. Mereka percaya, perubahan lokasi pertandingan tidak akan mengganggu kesiapan tim yang sudah disusun sejak jauh hari.

Arema FC bahkan sudah menyiapkan sejumlah skenario untuk beradaptasi dengan kondisi di Bali. Mulai dari program latihan hingga strategi pertandingan, semuanya dirancang agar tetap kompetitif menghadapi Persebaya Surabaya.

Perlu diketahui, ini bukan pengalaman pertama bagi Arema FC bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta saat menjamu Persebaya Surabaya.

Dalam dua musim terakhir, laga kandang kontra rival bebuyutan itu memang selalu digelar di markas Bali United.

Situasi tersebut secara tidak langsung membentuk mental tanding pemain Arema FC. Mereka sudah terbiasa menghadapi Derby Jatim tanpa atmosfer penuh Stadion Kanjuruhan.

Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, menegaskan keputusan pemilihan venue sudah melalui pertimbangan matang. Manajemen dan panitia pelaksana telah menentukan lokasi terbaik demi kelancaran pertandingan.

”Kami harus siap (dengan perubahan venue). Apalagi sudah diputuskan. Sekarang yang perlu dipikirkan bagaimana menghadapi laga nanti,” katanya.

Baca Juga: Bernardo Tavares Goyang Lidah! Kepiting Ternate Bikin Pelatih Persebaya Surabaya Lupa Taktik Sejenak

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal psywar Arema FC tidak ingin mencari alasan.

Pelatih asal Brasil berusia 46 tahun tersebut menyadari Derby Jatim bukan pertandingan biasa. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi sepanjang laga untuk bisa meraih hasil maksimal.

Pada pertemuan putaran pertama, kedua tim hanya mampu bermain imbang 1-1. Hasil itu menunjukkan kekuatan yang relatif berimbang antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Meski demikian, Marcos Santos tidak menutup mata bermain di Stadion Kanjuruhan sebenarnya memberi keuntungan besar. Dukungan Aremania selalu menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Makan-makan di Rumah Alfan Suaib Usai Gunduli Malut United 2 Gol Tanpa Balas!

Atmosfer suporter menjadi faktor penting dalam meningkatkan motivasi tim. Hal itu terbukti saat Arema FC menghadapi Persija Jakarta dan Persib Bandung di kandang sendiri.

Saat itu, ribuan Aremania hadir langsung memberikan dukungan. Setidaknya lebih dari 2.000 suporter memadati stadion dan menciptakan tekanan bagi tim lawan.

Kini, kondisi tersebut tidak bisa dirasakan di Bali. Namun, Marcos Santos memastikan timnya tidak akan menjadikan hal itu sebagai alasan penurunan performa.

Sebaliknya, Arema FC justru ingin menunjukkan mental kuat sebagai tim besar. Mereka siap menghadapi Persebaya Surabaya dalam kondisi apa pun, termasuk tanpa dukungan penuh di tribun.

Langkah konkret juga sudah disiapkan tim pelatih untuk menjaga kebugaran pemain. Program pemulihan pascalaga melawan Persib Bandung dirancang secara detail agar pemain tetap dalam kondisi optimal.

Arema FC bahkan dijadwalkan langsung bertolak ke Bali lebih awal. Tujuannya jelas, untuk memaksimalkan waktu adaptasi dengan lingkungan dan kondisi lapangan.

Baca Juga: Sempat Jadi Sasaran Kritik! Milos Raickovic Angkat Bicara Usai Antarkan Persebaya Surabaya Raih Kemenangan

”Karena laga berikutnya merupakan derbi, kami harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin,” tandas Marcos Santos. Fokus penuh diberikan demi meraih hasil terbaik di laga sarat gengsi tersebut.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tentu tidak akan tinggal diam menghadapi psywar ini. Green Force justru punya peluang memanfaatkan situasi netral untuk mencuri poin penting.

Tanpa tekanan besar dari suporter tuan rumah, Persebaya Surabaya bisa tampil lebih lepas. Kondisi ini berpotensi membuat pertandingan berlangsung semakin terbuka dan sengit.

Baca Juga: Bikin Gol Debut, Milos Raickovic Bocorkan Target Persebaya Surabaya di Sisa Musim Super League

Derby Jawa Timur selalu menghadirkan tensi tinggi, tak peduli di mana pertandingan digelar. Rivalitas panjang kedua tim membuat setiap pertemuan selalu penuh emosi dan drama.

Kini, panggung Bali menjadi saksi duel klasik yang kembali membara. Apakah psywar Marcos Santos akan berbuah manis, atau justru Persebaya Surabaya yang tersenyum di akhir laga?

Satu yang pasti, Derby Jatim kali ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini tentang harga diri, gengsi, dan pembuktian siapa yang paling siap di tengah segala keterbatasan.

EDITOR: Banu Adikara