← Beranda
Bernardo Tavares Goyang Lidah! Kepiting Ternate Bikin Pelatih Persebaya Surabaya Lupa Taktik Sejenak
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 25 April 2026 | 18.21 WIB
Bernardo Tavares menikmati hidangan kepiting khas Ternate bersama skuad Persebaya Surabaya usai kemenangan penting. (Persebaya)

 

JawaPos.com — “Terima kasih, makanannya enak sekali. Terutama kepiting, saya sangat suka.” Kalimat sederhana dari pelatih Bernardo Tavares itu langsung menggambarkan suasana hangat yang dirasakan skuad Persebaya Surabaya usai kemenangan penting di Ternate.

Ucapan tersebut bukan sekadar basa-basi. Sang pelatih benar-benar menikmati jamuan spesial yang disiapkan keluarga pemain muda Alfan Suaib setelah laga kontra Malut United.

Momen ini terjadi setelah Green Force sukses menutup pertandingan dengan kemenangan 0-2 di Stadion Gelora Kie Raha, Kamis (23/4/2026) malam.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Makan-makan di Rumah Alfan Suaib Usai Gunduli Malut United 2 Gol Tanpa Balas!

Alih-alih kembali ke hotel untuk beristirahat, seluruh tim justru menuju sebuah tempat yang jauh lebih personal dan penuh kehangatan.

Undangan makan malam dari Alfan menjadi kejutan yang menyegarkan di tengah padatnya jadwal kompetisi.

Meski sedang dalam masa pemulihan cedera dan tidak masuk skuad, ia tetap menunjukkan kontribusinya untuk tim dengan cara yang berbeda.

Baca Juga: Sempat Jadi Sasaran Kritik! Milos Raickovic Angkat Bicara Usai Antarkan Persebaya Surabaya Raih Kemenangan

Sehari sebelum pertandingan, Alfan telah lebih dulu menghubungi tim operasional untuk mengatur agenda tersebut. Niat sederhana itu langsung disambut antusias oleh seluruh pemain dan ofisial tanpa pengecualian.

Setibanya di kediaman Alfan, atmosfer langsung berubah drastis. Tidak ada lagi ketegangan pertandingan, yang ada hanya canda, tawa, dan rasa kekeluargaan yang begitu terasa.

Keluarga Alfan menyuguhkan berbagai hidangan khas Ternate yang menggugah selera. Menu utama seperti kepiting, ikan bakar, hingga olahan laut lainnya menjadi sajian yang sulit ditolak oleh siapa pun.

Tak heran jika Tavares langsung terpikat dengan cita rasa kepiting yang disajikan. Bahkan, ia secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada keluarga tuan rumah atas hidangan yang dianggap luar biasa.

Tak hanya Tavares, asisten pelatih Paulo Duarte juga ikut larut dalam kenikmatan santapan tersebut. “Bagi saya, kepiting dan cuminya luar biasa,” ucap pelatih yang akrab disapa Renato tersebut.

Kehangatan malam itu semakin lengkap dengan kehadiran menu khas Indonesia Timur lainnya. Papeda, makanan tradisional berbahan dasar sagu, menjadi pengalaman kuliner menarik bagi para pemain asing.

Baca Juga: Bikin Gol Debut, Milos Raickovic Bocorkan Target Persebaya Surabaya di Sisa Musim Super League

Nama-nama seperti Francisco Rivera, Mihailo Perovic, hingga Milos Raickovic terlihat menikmati hidangan tersebut tanpa ragu. Mereka mencicipi dengan antusias, seolah menemukan pengalaman baru di luar lapangan.

Kebersamaan ini terasa semakin spesial karena tidak direncanakan sebagai agenda formal tim. Justru spontanitas dan kehangatan keluarga yang membuat suasana menjadi lebih bermakna.

Di sisi lain, kemenangan atas Malut United juga memiliki arti penting bagi perjalanan Green Force musim ini. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil membawa pulang tiga poin dari Ternate, sebuah catatan yang sebelumnya belum pernah tercapai.

Hasil tersebut menjadi suntikan motivasi besar jelang laga berikutnya. Apalagi, tantangan selanjutnya sudah menanti dalam duel panas menghadapi rival klasik Arema FC.

Namun malam itu, fokus bukan pada taktik atau strategi pertandingan. Seluruh anggota tim menikmati momen kebersamaan yang jarang mereka rasakan di tengah tekanan kompetisi.

Kehadiran warga sekitar dan Bonek di Ternate semakin menambah semarak suasana. Mereka datang untuk bertemu langsung dengan para pemain, berfoto, dan merayakan kemenangan bersama.

Interaksi tersebut menjadi bukti kuat sepak bola bukan sekadar permainan. Ada ikatan emosional antara tim dan pendukung yang terus terjaga, bahkan di luar kota sekalipun.

Bagi para pemain, momen seperti ini memberikan energi tambahan yang tidak terlihat di statistik pertandingan. Kebersamaan di luar lapangan justru sering menjadi kunci kekompakan saat kembali bertanding.

Alfan Suaib pun mendapat apresiasi tersendiri dari rekan-rekannya. Meski tidak tampil di lapangan, kontribusinya dalam membangun suasana tim tetap terasa nyata.

Apa yang dilakukan Alfan menunjukkan peran pemain tidak selalu diukur dari menit bermain. Kadang, sentuhan kecil seperti kebersamaan justru memberikan dampak besar bagi tim.

Malam di Ternate itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan kemenangan. Ia berubah menjadi simbol kekeluargaan yang memperkuat fondasi mental Green Force.

Di tengah persaingan ketat Super League, momen seperti ini menjadi bahan bakar yang tak ternilai. Bukan hanya soal poin, tetapi tentang rasa memiliki dan kebersamaan.

Kini, Green Force membawa pulang bukan hanya kemenangan, tetapi juga kenangan manis dari Ternate. Sebuah energi positif yang bisa menjadi pembeda saat menghadapi laga-laga krusial ke depan.

EDITOR: Banu Adikara