← Beranda
Cahya Supriadi Bersinar Lawan Persija, Bukti Kualitas Kiper Timnas Indonesia Tak Diragukan
Andre Rizal HanafiSabtu, 25 April 2026 | 03.18 WIB
Penjaga gawang PSIM Jogjakarta Cahya Supriadi. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Penjaga gawang PSIM Jogakarta Cahya Supriadi menjadi sosok penting di balik hasil imbang 1-1 yang diraih timnya saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/26.

Bermain menghadapi tekanan sepanjang pertandingan, Cahya tampil tenang dan beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga peluang PSIM membawa pulang poin. Momen paling menentukan terjadi pada menit ke-42 ketika Persija mendapat hadiah penalti.

Penyerang Persija Maxwell maju sebagai eksekutor dengan peluang besar membawa timnya unggul. Namun, Cahya mampu membaca arah bola dan melakukan penyelamatan krusial yang langsung disambut sorak para pendukung PSIM.

Baca Juga: Sonny Stevens Tembus 100 Penampilan di Dewa United, Ungkap Kesan Bermain di Liga Indonesia

Tak hanya menggagalkan penalti, penjaga gawang muda tersebut juga beberapa kali mematahkan peluang berbahaya dari lini serang Persija. Penampilannya yang konsisten sepanjang laga membuat Cahya terpilih sebagai Oppo Player of The Match.

Usai pertandingan, Cahya mengaku senang dengan kerja keras yang ditunjukkan seluruh pemain PSIM. Menurut dia, hasil imbang melawan tim papan atas seperti Persija menjadi bukti bahwa timnya memiliki semangat juang tinggi.

”Tentunya saya senang dengan performa tim yang mau berjuang dari awal hingga akhir. Senang juga rasanya bisa menggagalkan satu penalti lawan,” ujar Cahya dikutip dari ileague.id.

Baca Juga: Super League 2025/2026: Persib Bandung Panen Peluang! Pangeran Biru Vs Arema FC Tanpa Gol di Babak I

Kiper berusia muda itu juga menyoroti situasi pertandingan yang sempat berjalan cukup menegangkan. Setelah PSIM unggul lebih dulu, Persija mendapat dua hadiah penalti yang membuat tekanan semakin besar bagi tim tamu.

”Kami sempat unggul tapi setelah itu lawan mendapat dua penalti. Di momen itu saya berusaha menjaga semangat teman-teman dan bersyukur kami bisa membawa pulang satu poin,” lanjut Cahya.

Selain memuji kerja keras rekan setimnya, Cahya juga memberikan apresiasi kepada lini pertahanan PSIM yang tampil disiplin sepanjang pertandingan. Dia menilai komunikasi antarpemain berjalan baik sehingga tim mampu meredam serangan Persija.

”Saya rasa lini pertahanan kami cukup solid karena komunikasi yang baik. Kami belajar dari pertandingan sebelumnya saat kebobolan lewat bola mati,” tandas Cahya.

Tambahan satu poin membuat PSIM Jogjakarta kini menempati posisi ke-10 klasemen sementara dengan koleksi 39 poin. Sementara itu, Persija Jakarta masih bertahan di papan atas dengan menempati posisi ketiga usai mengumpulkan 59 poin.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah