JawaPos.com — Persebaya Surabaya sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Malut United pada pekan ke-29 Super League 2025/2026. Laga di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis (23/4/2026) malam itu berakhir dengan skor meyakinkan 0-2 untuk Green Force.
Kemenangan ini tidak datang dengan mudah meski skor terlihat cukup nyaman di akhir pertandingan. Persebaya Surabaya harus menunggu hingga babak kedua untuk benar-benar memecah kebuntuan.
Gol pertama lahir pada menit ke-73 melalui sepakan keras Milos Raickovic dari luar kotak penalti. Umpan matang dari Bruno Paraiba sukses dikonversi menjadi gol pembuka yang mengubah jalannya laga.
Menjelang laga berakhir, Persebaya Surabaya memastikan kemenangan lewat gol tambahan di menit 90+1.
Francisco Rivera menyambut umpan Riyan Ardiansyah dengan sempurna untuk menutup pertandingan dengan kemenangan.
Namun di balik kemenangan itu, sorotan justru mengarah pada satu nama, yakni Pedro Matos. Gelandang asal Portugal tersebut kembali mendapat kritik tajam dari Bonek karena performanya yang dinilai belum konsisten.
Beberapa komentar pedas langsung membanjiri media sosial usai pertandingan selesai. “Sing gak enak Pedro Matos,” tulis salah satu Bonek yang menunjukkan kekecewaannya.
Kritik lain bahkan menyoroti potensi masalah di lini serang Persebaya Surabaya. “Berarti mulai mau masalah e tekan Perovic karo Matos,” tulis Bonek lainnya dengan nada khawatir.
Tak sedikit pula yang merasa pergantian Pedro Matos menjadi titik balik permainan. “Matos diganti langsung ngacir kan,” tulis seorang suporter yang melihat perubahan tempo setelah pergantian pemain.
Baca Juga: Profil Riyan Ardiansyah! Supersub Gacor Persebaya Surabaya Saat Kalahkan Malut United di Kie Raha
Komentar yang lebih tegas juga bermunculan tanpa basa-basi. “MATOS OUT,” tulis salah satu Bonek, sementara lainnya menambahkan, “Pedro Matos out langsung goal haha wani.”
Meski mendapat kritik keras, kontribusi Pedro Matos sebenarnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia bermain selama hampir 60 menit dan berperan dalam menjaga intensitas permainan di lini tengah.
Pergerakan tanpa bola dan tekanan yang ia berikan membuat pemain Malut United harus bekerja ekstra sepanjang pertandingan.
Hal ini secara tidak langsung membuka ruang bagi pemain lain untuk lebih leluasa menyerang di babak kedua.
Faktor kelelahan lawan menjadi salah satu kunci kemenangan Persebaya Surabaya di menit akhir. Intensitas permainan yang dijaga sejak awal membuat Malut United mulai kehilangan fokus menjelang laga usai.
Di sinilah peran Pedro Matos mulai terasa meski tidak terlihat secara statistik. Ia membantu menjaga ritme permainan sebelum akhirnya digantikan pada menit ke-59.
Secara rating, Pedro Matos memang hanya mencatat angka 6.4, terendah di antara pemain starter lainnya. Namun kontribusi non-teknis seperti mobilitas dan pressing tetap memberi dampak pada jalannya pertandingan.
Sementara itu, Gustavo Fernandes tampil sebagai pemain terbaik dengan rating 9.2. Penampilan solidnya di lini belakang menjadi fondasi penting bagi kemenangan Persebaya Surabaya.
Di sektor penjaga gawang, Andhika Ramadhani juga tampil impresif dengan rating 8.2. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tim tetap aman.
Di lini tengah, Milos Raickovic dan Francisco Rivera sama-sama tampil gemilang dengan rating 8.7. Keduanya menjadi penentu kemenangan lewat gol yang mereka ciptakan di babak kedua.
Dari bangku cadangan, Riyan Ardiansyah juga memberi dampak besar dengan rating 8.2. Assist yang ia berikan menjadi bukti kontribusi penting sebagai pemain pengganti.
Pedro Matos sendiri merupakan pemain yang baru bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 22 Januari 2026. Ia datang dengan status pinjaman dari Semen Padang FC dan diharapkan menjadi motor serangan tim.
Pemain kelahiran Vila Nova de Gaia, Portugal, 11 Mei 1998 itu memiliki tinggi 1,75 meter. Ia berposisi sebagai gelandang serang dengan kaki dominan kanan.
Selain sebagai gelandang serang, Pedro Matos juga mampu bermain sebagai gelandang tengah dan sayap kanan. Fleksibilitas ini menjadi salah satu nilai tambah yang dimilikinya.
Sejauh ini, ia telah mencatatkan 12 penampilan bersama Persebaya Surabaya. Total menit bermainnya mencapai 570 menit dengan koleksi dua kartu kuning.
Nilai pasarnya saat ini berada di angka Rp 2,17 miliar. Angka tersebut menunjukkan ia masih memiliki potensi yang bisa dikembangkan lebih jauh.
Terlepas dari kritik yang datang, performa Pedro Matos dalam laga ini tetap memberi kontribusi tersendiri. Ia mungkin tidak mencetak gol atau assist, tetapi perannya dalam menjaga tempo permainan tidak bisa diabaikan.
Kemenangan atas Malut United menjadi bukti sepak bola bukan hanya soal statistik individu. Kerja tim dan kontribusi kecil dari setiap pemain tetap menjadi faktor utama.
Bagi Persebaya Surabaya, hasil ini menjadi modal penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Konsistensi permainan akan menjadi kunci jika ingin terus bersaing di papan atas.
Sementara bagi Pedro Matos, kritik dari Bonek bisa menjadi motivasi untuk tampil lebih baik. Ia masih memiliki waktu untuk membuktikan kualitasnya sebagai bagian penting dari skuad Green Force.
Baca Juga: Rapor Merah Pedro Matos! Persebaya Surabaya Menang, Satu Nama Justru Jadi Sorotan Pedas Bonek