← Beranda
Rapor Merah Pedro Matos! Persebaya Surabaya Menang, Satu Nama Justru Jadi Sorotan Pedas Bonek
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 24 April 2026 | 14.43 WIB
Ekspresi Pedro Matos saat berjuang bersama Persebaya Surabaya menghadapi Malut United di Stadion Gelora Kie Raha. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Kemenangan Persebaya Surabaya atas Malut United ternyata tak sepenuhnya disambut euforia tanpa catatan. Di balik skor meyakinkan dua gol tanpa balas, satu nama justru jadi sasaran kritik keras dari Bonek: Pedro Matos.

Persebaya Surabaya menghadapi Malut United pada laga pekan ke-29 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis malam (23/4/2026).

Green Force tampil efektif dan berhasil membawa pulang kemenangan penting dari laga tandang tersebut.

Dua gol kemenangan Persebaya Surabaya lahir di babak kedua setelah pertandingan berjalan cukup ketat sejak awal.

Milos Raickovic membuka keunggulan pada menit ke-73 lewat sepakan keras dari luar kotak penalti usai menerima umpan Bruno Paraiba.

Menjelang akhir laga, Francisco Rivera memastikan kemenangan Green Force lewat gol di menit 90+1. Ia sukses memanfaatkan umpan matang dari Riyan Ardiansyah yang tampil impresif setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Meski hasil akhir terlihat sempurna, performa individu para pemain tetap jadi sorotan. Rilis rating pemain pun memperlihatkan siapa yang tampil gemilang dan siapa yang justru masih di bawah ekspektasi.

Nama Gustavo Fernandes Henrique Querino menjadi pemain dengan rating tertinggi dalam laga ini. Bek tangguh tersebut mencatat angka 9.2, menunjukkan kontribusi besar dalam menjaga lini pertahanan tetap solid.

Di bawahnya, Milos Raickovic dan Francisco Rivera sama-sama tampil cemerlang dengan rating 8.7. Keduanya tak hanya aktif dalam membangun serangan, tetapi juga menjadi penentu kemenangan lewat gol penting mereka.

Kiper Andhika Ramadhani juga layak mendapat pujian setelah mencatat rating 8.2. Penampilannya di bawah mistar gawang memberi rasa aman sepanjang pertandingan dan membantu menjaga clean sheet.

Namun, di tengah dominasi performa positif tersebut, Pedro Matos justru tampil mengecewakan. Ia hanya mendapat rating 6.4, terendah di antara pemain inti yang diturunkan sejak awal.

Penampilan Pedro Matos dinilai tidak memberikan dampak signifikan di lini depan. Pergerakannya kurang efektif dan sering kehilangan momentum saat tim membutuhkan dorongan serangan.

Tak heran, reaksi Bonek di media sosial pun langsung bermunculan setelah pertandingan berakhir. Kritik tajam dilontarkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa pemain asal Brasil tersebut.

“Sing gak enak Pedro Matos,” tulis salah satu Bonek. Komentar ini menggambarkan penilaian singkat namun tegas soal penampilan yang dianggap di bawah standar.

“Berarti mulai mau masalah e tekan Perovic karo Matos,” tulis Bonek lainnya. Kritik ini bahkan mulai menyeret nama pemain lain, menandakan adanya kekhawatiran terhadap lini serang tim.

“Matos diganti langsung ngacir kan,” tulis komentar lain yang menyoroti perubahan permainan setelah pergantian pemain. Hal ini memperkuat anggapan kontribusi Matos belum maksimal.

Tak sedikit pula yang secara gamblang meminta perubahan di skuad utama. “MATOS OUT,” tulis salah satu Bonek dengan nada tegas.

Komentar lain bahkan mengaitkan momen gol dengan pergantian pemain. “Pedro Matos out langsung goal haha wani,” tulis Bonek yang menilai pergantian itu jadi titik balik.

Di sisi lain, pemain pengganti seperti Riyan Ardiansyah justru tampil impresif dengan rating 8.2. Kehadirannya memberi warna baru dalam serangan dan terbukti berkontribusi langsung pada gol kedua.

Bruno Pereira de Albuquerque juga tampil cukup solid dengan rating 7.9 setelah masuk dari bangku cadangan. Ia mampu menjaga ritme permainan tetap stabil di sisa waktu pertandingan.

Koko Ari Araya dan Leonardo Silva Lelis mencatat rating yang lebih rendah, masing-masing 6.5 dan 6.4. Sementara Mikael Alfredo Tata memberikan kontribusi cukup dengan rating 7.0.

Hasil ini menunjukkan kedalaman skuad Persebaya Surabaya cukup merata, meski masih ada beberapa titik lemah. Evaluasi jelas dibutuhkan agar performa tim semakin konsisten di laga berikutnya.

Sorotan terhadap Pedro Matos menjadi alarm bagi tim pelatih untuk segera mengambil keputusan. Apakah tetap memberi kepercayaan atau mulai mencari alternatif lain di posisi tersebut.

Kemenangan atas Malut United memang penting dalam menjaga posisi di klasemen. Namun, detail kecil seperti performa individu tetap jadi penentu keberhasilan jangka panjang.

Persebaya Surabaya kini punya modal bagus menghadapi laga berikutnya menghadapi Arema FC. Tinggal bagaimana tim mampu memperbaiki kekurangan tanpa mengganggu momentum positif yang sudah terbentuk.

EDITOR: Hendra