JawaPos.com — Persebaya Surabaya makin menebar ancaman serius di papan atas Super League 2025/2026. Kemenangan penting atas Malut United membuat Green Force kini hanya terpaut dua poin dari zona empat besar.
Laga pekan ke-29 yang digelar Kamis (23/4/2026) malam berlangsung ketat sejak awal. Bermain di markas Malut United, Persebaya Surabaya harus menghadapi tekanan tinggi tuan rumah.
Sejak menit awal, Malut United langsung tancap gas lewat Yakob Sayuri. Peluang demi peluang tercipta, termasuk dua tembakan berbahaya di menit ke-3 dan ke-11 yang masih mampu diamankan.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Hancurkan Malut United 2-0! Gol Yakob Sayuri Dianulir Jadi Awal Pesta Green Force
Persebaya Surabaya bukan tanpa perlawanan dalam 15 menit pertama. Malik Risaldi dan Risto Mitrevski sempat mengancam, namun penyelesaian akhir belum menemui sasaran.
Tempo pertandingan meningkat memasuki pertengahan babak pertama. Kedua tim saling jual beli serangan, tetapi lini pertahanan masing-masing masih cukup disiplin.
Momen krusial terjadi di menit ke-38 saat Malut United sempat mencetak gol lewat Yakob Sayuri. Namun, gol tersebut dianulir karena handball David da Silva dalam proses build-up serangan.
Baca Juga: Gol Yakob Sayuri Dianulir! Persebaya Surabaya vs Malut United Buntu 0-0 di Babak Pertama
Keputusan tersebut menjadi titik balik psikologis bagi Persebaya Surabaya. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0 meski kedua tim sama-sama menciptakan peluang.
Memasuki babak kedua, Malut United kembali tampil agresif. Yakob Sayuri dan David da Silva terus menekan pertahanan Green Force dengan beberapa tembakan berbahaya.
Persebaya Surabaya mulai melakukan perubahan strategi pada menit ke-57. Masuknya Riyan Ardiansyah dan Koko Ari Araya memberikan energi baru di lini tengah.
Laga berjalan semakin panas dengan sejumlah kartu kuning yang dikeluarkan wasit. Intensitas tinggi membuat duel di lini tengah menjadi kunci perebutan momentum.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-72 lewat aksi Milos Raickovic. Gelandang Persebaya Surabaya itu sukses memanfaatkan assist Bruno Pereira untuk membawa tim unggul 1-0.
Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Malut United mencoba merespons cepat, namun penyelesaian akhir mereka masih belum maksimal.
Persebaya Surabaya justru tampil lebih percaya diri setelah unggul. Serangan balik cepat beberapa kali merepotkan lini belakang tuan rumah.
Peluang emas kembali datang di menit ke-83, meski Bruno Pereira gagal memaksimalkan kesempatan. Namun tekanan terus berlanjut hingga akhir pertandingan.
Gol kedua akhirnya lahir di menit ke-90 lewat Francisco Rivera. Pemain asal Amerika Latin itu mencetak gol setelah menerima assist matang dari Riyan Ardiansyah.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 bagi Persebaya Surabaya. Tambahan tiga poin ini menjadi sangat krusial dalam persaingan papan atas klasemen.
Hasil ini membuat Persebaya Surabaya kini mengoleksi 45 poin dari 29 pertandingan. Mereka menempati posisi keenam klasemen sementara Super League 2025/2026.
Green Force hanya terpaut dua poin dari Bhayangkara Presisi Indonesia FC yang berada di posisi keempat dengan 47 poin. Situasi ini membuka peluang besar bagi Persebaya Surabaya untuk menembus zona empat besar.
Sementara itu, Malut United harus turun ke posisi kelima dengan 46 poin. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi mereka yang sebelumnya berada di jalur kompetitif.
Persaingan papan atas semakin sengit dengan selisih poin yang tipis antar tim. Setiap pertandingan sisa musim akan menjadi penentu nasib akhir klasemen.
Di puncak klasemen, Persib Bandung masih kokoh dengan 65 poin. Disusul Borneo Samarinda dengan 63 poin dan Persija Jakarta di posisi ketiga dengan 59 poin.
Performa Persebaya Surabaya dalam beberapa laga terakhir menunjukkan tren positif. Konsistensi ini menjadi modal penting untuk terus menekan tim-tim di atasnya.
Kemenangan atas Malut United juga menunjukkan kedalaman skuad yang semakin solid. Pergantian pemain terbukti mampu memberikan dampak signifikan.
Peran pemain seperti Milos Raickovic dan Francisco Rivera menjadi pembeda dalam laga ini. Keduanya tampil efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Selain itu, kontribusi Riyan Ardiansyah sebagai pemberi assist juga patut diapresiasi. Pergerakannya mampu membuka ruang di lini pertahanan lawan.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, Persebaya Surabaya tidak boleh kehilangan fokus. Setiap poin akan sangat berarti dalam perburuan posisi empat besar.
Dukungan Bonek juga menjadi faktor penting dalam perjalanan tim musim ini. Semangat dari tribun mampu menjadi tambahan motivasi bagi para pemain.
Jika mampu menjaga konsistensi, peluang Persebaya Surabaya finis di empat besar sangat terbuka. Bahkan bukan tidak mungkin mereka bisa memberikan kejutan lebih besar.
Kini, tekanan justru berada di tim-tim di atas mereka. Persebaya Surabaya datang sebagai ancaman nyata yang siap menyalip kapan saja.
Perjalanan masih panjang, tetapi momentum sudah berada di tangan Green Force. Tinggal bagaimana mereka memaksimalkan setiap peluang yang tersisa.