JawaPos.com — Persebaya Surabaya membidik kebangkitan saat bertandang ke markas Malut United dalam lanjutan Super League 2025/2026. Green Force tak ingin kembali terpeleset setelah dua kekalahan beruntun yang mengusik posisi mereka di klasemen.
Laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis (23/4/2026) malam menjadi momentum penting untuk membalikkan situasi. Target mencuri poin di kandang lawan pun dipasang tinggi demi mengembalikan kepercayaan diri tim.
Namun, jalan yang akan dilalui tidak mudah bagi Persebaya Surabaya. Tuan rumah datang dengan status sebagai tim papan atas yang konsisten menunjukkan performa impresif sepanjang musim ini.
Malut United juga memiliki komposisi pemain berpengalaman yang mampu menjadi pembeda di lapangan. Salah satu ancaman terbesar datang dari lini depan yang dihuni striker tajam sekaligus top skor Super League, David da Silva.
Ketajaman Malut United bukan sekadar reputasi, melainkan didukung data konkret di lapangan. Hingga pekan ke-28, mereka sudah mengoleksi 54 gol dan menjadi salah satu tim paling produktif di kompetisi musim ini.
Efektivitas serangan itu menjadi alarm bahaya bagi lini belakang Persebaya Surabaya yang harus tampil disiplin sepanjang laga.
Kesalahan kecil bisa berujung fatal saat menghadapi tim dengan naluri gol tinggi seperti Malut United.
Di tengah tekanan tersebut, muncul satu nama yang berpotensi menjadi pembeda bagi Green Force. Sosok itu adalah Riyan Ardiansyah, winger yang justru memiliki kedekatan emosional dengan Malut United.
Riyan Ardiansyah bukan pemain asing bagi tim tuan rumah. Ia pernah menjadi bagian dari Malut United sebelum akhirnya dipinjamkan dan kini membela Persebaya Surabaya di paruh musim ini.
Motivasi tambahan jelas dimiliki pemain berusia 30 tahun itu. Menghadapi mantan klub selalu menghadirkan dorongan ekstra untuk membuktikan kualitas dan memberikan dampak nyata di lapangan.
Momentum kebangkitan Riyan datang di waktu yang tepat. Ia baru saja mencetak gol perdananya musim ini saat menghadapi Madura United pada Jumat (17/4/2026).
Gol tersebut lahir pada menit ke-82 melalui skema serangan cepat yang rapi. Berawal dari umpan terobosan Miloš Raičković, Riyan bergerak menembus pertahanan sebelum melepaskan tembakan menyusur tanah ke tiang jauh.
Bola meluncur mulus ke dalam gawang dan menjadi momen penting dalam perjalanan musimnya. Meski tidak membawa kemenangan, gol itu menjadi pelepas tekanan yang selama ini membayangi performanya.
“Tentunya bersyukur. Selain gol perdana untuk Persebaya, ini juga jadi gol pertama saya musim ini. Ini menjadi motivasi saya ke depannya untuk lebih baik lagi,” ujar Riyan Ardiansyah.
Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi pemantik kepercayaan diri untuk tampil lebih agresif dan efektif di lini depan.
Sebagai pemain bernomor punggung 14, Riyan menunjukkan komitmen untuk terus berkembang. Ia tidak ingin cepat puas meski sudah berhasil membuka rekening golnya musim ini.
“Setiap pertandingan sama, saya ingin bermain maksimal. Baik cetak gol maupun assist. Bismillah bisa memberi kontribusi nyata di laga ke depan,” jelasnya.
Riyan juga menyadari masih banyak aspek yang perlu diperbaiki. Evaluasi dari pertandingan sebelumnya menjadi bahan penting untuk meningkatkan kualitas permainan tim secara keseluruhan.
“Tentunya harus memperbaiki kesalahan di laga kemarin untuk pertandingan berikutnya. Semoga bisa memberikan hasil terbaik untuk Persebaya,” sambungnya.
Baca Juga: Hendri Susilo Tak Munafik! Malut United Siap Mati-matian Kalahkan Persebaya Surabaya di Kie Raha
Sepanjang musim ini, kontribusi Riyan mulai terlihat meski belum maksimal. Ia telah mencatatkan 12 penampilan dengan sembilan percobaan tembakan, lima di antaranya tepat sasaran.
Statistik tersebut menunjukkan perannya yang semakin aktif dalam membangun serangan. Gol ke gawang Madura United pun berpotensi menjadi titik awal kebangkitan performanya.
Jika melihat kondisi skuad saat ini, pelatih Bernardo Tavares kemungkinan tetap mengandalkan formasi 4-3-3. Skema ini dinilai paling ideal untuk menjaga keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan.
Di posisi penjaga gawang, Andhika Ramadhani masih menjadi pilihan utama. Ia akan didukung lini belakang yang diisi Arief Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, Gustavo Fernandes, dan Jefferson Silva.
Sektor tengah akan menjadi kunci permainan Persebaya Surabaya. Trio Miloš Raičković, Toni Firmansyah, dan Francisco Rivera diharapkan mampu mengontrol tempo sekaligus menyuplai bola ke lini depan.
Untuk lini serang, Malik Risaldi dan Bruno Paraíba akan mendampingi Riyan Ardiansyah. Kombinasi ini diharapkan mampu menghadirkan variasi serangan yang lebih tajam dan efektif.
Kehadiran Riyan sebagai starter memberi warna berbeda bagi Green Force. Ia tidak hanya membawa kecepatan, tetapi juga motivasi besar menghadapi mantan klubnya.
Jika mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin Riyan kembali menjadi penentu hasil pertandingan. Apalagi, kepercayaan dirinya sedang meningkat setelah gol perdananya musim ini.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk menjaga posisi dan momentum di klasemen.
Laga Malut United vs Persebaya Surabaya dijadwalkan berlangsung Kamis 23 April 2026 pukul 19.00 WIB. Siaran langsung dapat disaksikan melalui Indosiar dan platform streaming Vidio.
Baca Juga: Puasa Kemenangan 1,5 Bulan, Malut United Ingin Jadikan Persebaya Surabaya Pelampiasan
Prediksi Starting Line Up Persebaya Surabaya vs Malut United
Formasi: (4-3-3)
Susunan Pemain: Andhika Ramadhani; Arief Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, Gustavo Fernandes, Jefferson Silva; Miloš Raičković, Toni Firmansyah, Francisco Rivera; Malik Risaldi, Riyan Ardiansyah, Bruno Paraíba.
Pelatih: Bernardo Tavares.