← Beranda
Persebaya Tertekan di BRI Super League 2025/26, Bernardo Tavares Buka Suara
Andre Rizal HanafiKamis, 23 April 2026 | 12.34 WIB
Bernardo Tavares menegaskan Persebaya Surabaya tetap waspada meski Persija Jakarta kehilangan dua bek utamanya. (Persebaya)

 

JawaPos.com–Persebaya Surabaya berada dalam tekanan setelah hasil kurang memuaskan dalam beberapa pekan terakhir di BRI Super League 2025/26. Hingga pekan ke-28, Bajul Ijo masih tertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 42 poin dari 11 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Situasi semakin sulit setelah Persebaya menelan dua kekalahan beruntun. Yang terbaru, tim asal Kota Pahlawan itu harus menyerah 1-2 dari Madura United FC di kandang sendiri.

Hasil tersebut memicu kekecewaan besar dari para suporter yang berharap tim mampu menjaga konsistensi di papan atas klasemen. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak menutupi rasa kecewanya usai pertandingan. Pelatih asal Portugal itu bahkan secara terbuka meminta maaf kepada suporter atas hasil buruk yang diraih timnya.

Baca Juga: Rendy Sanjaya Jadi Andalan Baru Persik Kediri, Bek Muda Ini Raih Player of the Match

”Saya setuju. Saya juga kecewa, para pemain juga kecewa. Saya sudah minta maaf karena saya tidak suka kalah dari siapapun. Bagi saya sepak bola adalah tentang kemenangan,” ujar Bernardo Tavares dikutip dari ileague.id.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Tavares tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras anak asuhnya di atas lapangan. Para pemain sudah berusaha maksimal sepanjang pertandingan, namun faktor keberuntungan menjadi pembeda dalam laga tersebut.

Dia menilai gol cepat yang dicetak Madura United menjadi momentum yang sulit dibendung timnya. Tavares bahkan menyebut gol yang dicetak Lulinha sebagai momen luar biasa yang belum tentu bisa terulang.

Baca Juga: Pelatih Alaves Puji Kualitas Real Madrid Setelah Kekalahan Tipis

”Tim lawan beruntung karena saat pertama kali mereka melewati garis serang di babak pertama, mereka langsung mencetak gol fantastis. Lulinha pemain bagus, tapi saya yakin dari 100 tembakan, dia tidak akan bisa mencetak gol seperti itu lagi,” kata Bernardo Tavares.

Mantan pelatih PSM Makassar itu juga memahami kekecewaan yang dirasakan Bonek. Baginya, sepak bola bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian penting dari kehidupan para pemain dan staf pelatih.

Tavares menegaskan bahwa kekalahan selalu meninggalkan rasa sakit, terlebih ketika tim merasa sudah tampil cukup baik namun gagal mendapatkan hasil positif. Setelah hasil buruk tersebut, Persebaya kini harus bersiap menghadapi dua laga tandang berat secara beruntun.

Pada pekan ke-29, mereka akan menghadapi Malut United FC di Stadion Kie Raha, Ternate. Setelah itu, Green Force dijadwalkan bertemu Arema FC pada pekan ke-30.

Dua pertandingan tersebut dipastikan menjadi ujian penting bagi Persebaya untuk bangkit sekaligus menjaga peluang finis di papan atas klasemen musim ini.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah