← Beranda
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 23 April 2026 | 06.29 WIB
Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya akhirnya resmi mengalami perubahan besar.

 

 

JawaPos.com — Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya akhirnya resmi mengalami perubahan besar. Laga sarat gengsi itu dipastikan tidak digelar di Malang, melainkan dipindah ke Bali.

Keputusan ini diumumkan melalui situs resmi ILeague yang menetapkan lokasi baru pertandingan. Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dipilih sebagai venue duel panas pada Selasa, 28 April 2026 pukul 15.30 WIB.

Perubahan lokasi ini langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Maklum, duel Arema FC kontra Persebaya Surabaya selalu memiliki tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan.

Sebelumnya, ketidakpastian sudah terasa sejak beberapa hari terakhir. Kepolisian Resor Malang masih mengkaji izin pertandingan yang rencananya digelar di Stadion Kanjuruhan.

Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taat Resdi mengakui proses perizinan memang tidak sederhana. Banyak aspek yang harus dianalisis sebelum keputusan final bisa diambil.

"Masih dipertimbangkan, mungkin Senin atau Selasa, saya akan berkoordinasi dengan Polda Jatim," kata Taat. Pernyataan itu menegaskan komunikasi lintas pihak menjadi kunci dalam menentukan nasib laga tersebut.

Faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama. Derby Jawa Timur memang dikenal sebagai pertandingan dengan kategori risiko tinggi.

"Kalau dari asesmen memang pertandingannya high risk (risiko tinggi)," ujarnya. Situasi kamtibmas menjadi perhatian serius agar pertandingan tidak menimbulkan dampak negatif.

Meski begitu, dari sisi infrastruktur Stadion Kanjuruhan sebenarnya sudah dinyatakan layak. Hasil asesmen menunjukkan stadion tersebut memenuhi standar untuk menggelar pertandingan berisiko tinggi.

"Itu sudah dilakukan asesmen, jadi aspek infrastrukturnya sudah memenuhi," ucap Taat. Artinya, kendala utama bukan pada fasilitas, melainkan faktor non-teknis.

Kepolisian terus melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan. Semua opsi sempat dibuka, termasuk kemungkinan tetap digelar di Malang dengan skema tertentu.

Namun pada akhirnya, keputusan tegas diambil oleh operator liga. Pemindahan ke Bali dianggap sebagai langkah paling aman dan realistis dalam kondisi saat ini.

Langkah ini sekaligus menghindari potensi gesekan antar suporter yang sulit dikendalikan. Apalagi sejarah panjang rivalitas kedua tim sering memicu atmosfer panas.

Bagi Persebaya Surabaya, perubahan venue ini menghadirkan tantangan baru. Tim kebanggaan Green Force harus beradaptasi dengan kondisi lapangan dan atmosfer yang berbeda.

Di sisi lain, Arema FC juga kehilangan keuntungan bermain di kandang sendiri. Dukungan Aremania yang biasanya menjadi kekuatan tambahan kini tidak bisa dirasakan secara maksimal.

Meski digelar di tempat netral, tensi pertandingan diyakini tidak akan berkurang. Derby Jawa Timur tetap menyimpan gengsi besar yang sulit diabaikan oleh kedua tim.

Para pemain dipastikan tetap tampil dengan motivasi tinggi. Selain soal poin, harga diri menjadi taruhan utama dalam laga ini.

Kondisi ini membuat pertandingan diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim akan berusaha menguasai permainan demi mengamankan hasil terbaik.

Di tengah situasi ini, peran pelatih menjadi sangat krusial. Strategi dan kemampuan membaca permainan akan menentukan arah pertandingan.

Persebaya Surabaya sendiri datang dengan ambisi bangkit untuk menembus papan atas Super League. Momentum derby bisa menjadi titik balik kebangkitan tim.

Sementara itu, Arema FC tentu tidak ingin kehilangan muka meski bermain di luar Malang. Mereka tetap mengincar kemenangan demi menjaga posisi di klasemen.

Keputusan pemindahan venue ini juga memunculkan beragam reaksi dari suporter. Sebagian memahami alasan keamanan, namun tak sedikit yang kecewa karena kehilangan atmosfer derby asli.

Terlepas dari itu, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Semua pihak berharap pertandingan berjalan lancar tanpa insiden berarti.

Kapolres Malang menegaskan setiap keputusan diambil melalui pertimbangan matang. Tujuannya jelas, memastikan semua pihak merasa aman dan nyaman.

"Intinya kami mempersiapkan dan berupaya mengambil keputusan sebaik-baiknya, apa pun keputusannya itu, insya Allah berdasarkan hasil terbaik dari semua aspek," katanya.

Pernyataan ini menjadi penutup dari proses panjang penentuan venue derby. Kini, fokus beralih ke jalannya pertandingan di Bali. Publik menanti apakah duel ini tetap menghadirkan drama khas Derby Jawa Timur.

Yang pasti, meski berpindah tempat, gengsi dan rivalitas tidak ikut hilang. Laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya tetap menjadi salah satu pertandingan paling dinanti musim ini.

EDITOR: Estu Suryowati