← Beranda
Kehilangan Rp 7,83 Miliar! 2 Pemain Kunci Persebaya Surabaya Absen Lawan Malut United di Gelora Kie Raha
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 22 April 2026 | 16.29 WIB
Rachmat Irianto absen, Persebaya Surabaya hadapi ujian berat di markas Malut United. (Instagram @rachmatirianto)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi situasi pelik jelang duel panas kontra Malut United di pekan 29 Super League 2025/2026. Bertandang ke Stadion Gelora Kie Raha, Green Force justru kehilangan dua pemain kunci yang nilainya ditaksir mencapai Rp 7,83 miliar.

Laga ini sejak awal diprediksi berlangsung sengit karena Malut United tampil cukup solid di kandang sendiri. Kini, kondisi makin berat setelah Persebaya Surabaya dipastikan tak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya.

Absennya dua pemain utama menjadi pukulan telak bagi pelatih Bernardo Tavares. Ia harus memutar otak lebih keras untuk menjaga keseimbangan tim di tengah tekanan tuan rumah.

Gali Freitas

Nama pertama yang dipastikan absen adalah Gali Freitas yang memiliki harga pasaran Rp 3,48 miliar. Winger andalan di lini depan itu harus menepi akibat akumulasi kartu kuning yang sudah mencapai batas regulasi.

Gali Freitas sebelumnya menjadi tumpuan serangan Persebaya Surabaya dalam beberapa laga penting. Kecepatannya di sisi sayap dan agresivitasnya dalam duel satu lawan satu membuat perannya sulit tergantikan.

Catatan disiplin Gali Freitas musim ini memang cukup menjadi sorotan. Ia mengoleksi empat kartu kuning dari laga berbeda yang akhirnya berujung larangan tampil.

Berikut rincian kartu kuning yang diterima Gali Freitas sepanjang musim ini. Pekan 13 melawan Arema FC menit ke-56, pekan 21 kontra Bhayangkara FC menit ke-58.

Kemudian pekan 22 saat menghadapi Persijap Jepara di menit 90+1, serta pekan 28 kontra Madura United menit ke-27. Rangkaian pelanggaran itu membuatnya harus absen di laga krusial ini.

Baca Juga: Breaking News! Gali Freitas Absen Bela Persebaya Surabaya Lawan Malut United, Lini Depan Gembos di Kie Raha

Situasi tersebut sesuai dengan regulasi resmi kompetisi dari I.League. Aturan itu tertuang jelas dalam Pasal 55 mengenai kartu kuning dan kartu merah.

“3. Pemain yang memperoleh akumulasi 4 (empat) kartu kuning dalam 4 (empat) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League, tidak diperkenankan untuk bermain 1 (satu) kali Pertandingan pada Pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai. Aturan larangan satu Pertandingan ini juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 (tiga) kartu kuning berikutnya dalam 3 (tiga) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League.”

Kehilangan Gali Freitas jelas berdampak pada daya gedor tim. Persebaya Surabaya berpotensi kehilangan kreativitas serta penetrasi di lini serang.

Rachmat Irianto

Selain Gali Freitas, kabar kurang baik juga datang dari Rachmat Irianto yang memiliki harga pasaran Rp 4,35 miliar. Pemain serbabisa yang akrab disapa Rian itu harus menepi karena menjalani operasi lutut kanan.

Keputusan operasi diambil demi memastikan kondisi jangka panjang sang pemain tetap terjaga. Langkah ini sekaligus menutup peluangnya tampil hingga akhir musim.

Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, memberikan penjelasan terkait kondisi Rian. Ia menyebut cedera yang dialami tergolong cukup kompleks.

“Secara umum, cedera yang dialami Rachmat Irianto di lutut kanan adalah cyclops lesion. Kondisi ini merupakan komplikasi yang cukup jarang terjadi setelah tindakan rekonstruksi ACL. Rian sebelumnya mengalami cedera ACL saat masih bersama tim sebelumnya pada akhir musim lalu, sudah menjalani operasi dan proses rehabilitasi dengan baik,” ujar dr. Tommy.

Meski sempat pulih, kondisi lanjutan membuat tim medis mengambil langkah tegas. Operasi dianggap sebagai solusi terbaik untuk mencegah risiko cedera berulang.

Tim medis Persebaya Surabaya tetap menggunakan pendekatan berbasis sport science dalam proses pemulihan. Evaluasi kekuatan otot menjadi bagian penting sebelum dan sesudah tindakan operasi.

Baca Juga: Gali Freitas Top Skor Laga Malut United vs Persebaya Surabaya! Misi Bangkit Bernardo Tavares di Gelora Kie Raha

“Secara protokol tidak ada program yang benar-benar khusus karena kami mengikuti standar rehabilitasi yang sudah ada. Namun kami tetap melakukan pendekatan sport science dengan pemeriksaan menyeluruh, terutama terkait kekuatan otot paha dan betis,” jelasnya.

Target utama dari langkah ini adalah mengembalikan performa Rian ke level terbaik. Bahkan diharapkan bisa lebih kuat dibandingkan sebelum mengalami cedera.

“Hasil pemeriksaan itu akan menjadi acuan. Setelah proses rehabilitasi selesai, kami akan melakukan pengukuran kembali untuk membandingkan kondisinya sebelum operasi. Targetnya jelas, kami ingin Rian kembali dalam kondisi lebih kuat dari sebelumnya,” imbuh dr. Tommy.

Keputusan operasi juga tidak diambil secara sepihak. Diskusi panjang antara tim medis, manajemen, dan pelatih menjadi dasar langkah tersebut.

“Syukurnya Rian masih sempat memberikan kontribusi saat menghadapi Persita dan Persija. Setelah melalui diskusi antara tim medis, manajemen, dan pelatih, akhirnya diputuskan operasi dilakukan sekarang sebelum kompetisi berakhir,” jelasnya.

Sepanjang musim ini, Rachmat Irianto tampil dalam 20 pertandingan dan mencetak satu gol. Perannya sangat vital karena mampu bermain fleksibel di lini tengah maupun lini belakang.

Absennya dua pemain ini membuat komposisi Persebaya Surabaya pincang. Kedalaman skuad akan benar-benar diuji dalam lawatan berat ke Ternate.

Laga Malut United vs Persebaya Surabaya sendiri akan digelar Kamis (23/4/2026) pukul 19.00 WIB. Pertandingan ini menjadi ujian mental sekaligus taktik bagi Green Force di tengah badai cedera dan sanksi.

Kini, semua mata tertuju pada strategi Bernardo Tavares. Mampukah Persebaya Surabaya mencuri poin di tengah kondisi yang jauh dari ideal?

Baca Juga: Jadwal Malut United vs Persebaya Surabaya! Green Force Pincang, Misi Mustahil Bernardo Tavares di Kie Raha

EDITOR: Hendra